Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#144 KHA


__ADS_3

KRITIK DAN SARAN KALIAN SANGAT MEMBANTU AUTHOR, JANGAN SUNGKAM MENGKRITIK YAH KARENA AUTHOR JUGA MASIH DALAM TAHAP BELAJAR.


TERIMA KASIH MASIH SETIA DENGAN CERITA KHA


@ijhaaa14


HAPPY READING


//*


Weekend


Setelah membuat janji dengan Gea, kini Doni sedang berada di sebuah cafe yang tak jauh dari kantor Gea.


Tentunya walau beda kota, Doni memilih menghampiri Gea di kotanya karena hanya memerlukan beberapa jam bukanlah hal yang sulit bagi Doni


Seraya menunggu sang empunya datang, Doni memilih mengotak atik handponenya menyelesaikan sebagian kerjaannya secara online.


20 Menit kemudian...


Muncullah wanita cantik dari arah pintu masuk cafe. Ia terlihat celingukan ke kanan dan ke kiri mencari seseorang.


"Itu dia".Tebaknya langsung menghampiri.


"Hei, maaf ya udah nunggu lama".Sapa Gea merasa tak enak hati.


Doni langsung mendongak seraya melempar senyum "Gak papa, santai aja ayo duduk".


Gea mengambil posisi duduk tepat di hadapan Doni.


"Ayo pesan makan dulu".Pinta Doni seraya menyerahkan buku menu ke Gea.


Seraya menunggu pesanan tiba, mereka mengisi waktu dengan sedikit berbincang.


"Bukannya dulu, kamu di kantor pusat yah kenapa malah pindah ke kantor cabang".Tanya Doni


"Kalau bukan karena tugas, aku juga gak bakal pindah tapi pak Benny angkat aku jadi manager di sini".Jelas Gea santai.


"Wow, manager ternyata".Heboh Doni.


"Biasa aja kali".


Tak lama kemudian, pesanan mereka tiba.


"Silahkan di nikmati hidangannya".Ucap pelayan ramah.


"Terima kasih".Balas Gea tak kalah ramah.


Tanpa pikir panjang mereka menikmati makanan yang tertata rapi di atas meja.


"Ngomong ngomong kamu sudah punya pacar belum?".Tanya Doni tanpa sungkam.


"Uuhuk uhukk".Pertanyaan Doni membuat Gea tersedak.


Dengan sigap, Doni menyodorkan segelas air putih kepada Gea.


"Sorry sorry, soal pertanyaanku tadi lupain aja".Ujar Doni


Hening.....


Hanya suara dentingan sendok yang mengisi suasana antara keduanya.


Gea yang selesai duluan kemudian tak berselang lama Doni pun menyelesaikan makannya.


"Saya belum punya pacar, dan mungkin gak akan pernah punya".Ucap Gea tiba tiba.


"Gak akan pernah punya, maksudnya?".Tanya Doni


"Iya, saya berjanji pada diri saya tidak akan berpacaran sebelum menikah".Jelas Gea.


"Kenapa begitu?".


"Ya gak kenapa kenapa sih, aku cuman pengen langsung nikah aja".


"Tapi kan harus kenal dulu".Ujar Doni merasa aneh dengan pemikiran wanita yang kini di hadapannya itu.

__ADS_1


"Iya, tapi tidak selamanya harus pacaran dulu kan, bisa kok kenal tanpa pacaran kalau memang benar benar ada niat serius".Tutur Gea serius.


"Oh gitu yah".Terlihat Doni mangguk mangguk mendengar penuturan Gea.


Sungguh sedikit rasa kagum terhadap wanita yang dihadapannya saat ini.


Selesai makan, Doni mengajak Gea berjalan mengelilingi kota A sebelum Doni kembali ke kota B.


//*


Tutttt...


"Ya halo".Suara seseorang dari seberang telepon.


"Masih ingat gue gak?".Tanya Danil.


"Siapa?".Tanya orang itu


"Cukup lama kita berteman ternyata enggak buat lo hafal dengan suara gue".Ucap Danil.


"......."


"Danill!!!, loh kan Nil".Tebak pria itu dari seberang telepon.


"Yah".Jawab Danil singkat.


"Yaelah, sorry bro gue pikir siapa, dapat dari mana nomer gue".


"Bukan hal yang sulit buat gue nemuin nomer loh"Timpal Danil.


"Pasti dari sekretaris gue kan".Tebak Benny.


Ya, pria yang di seberang telepon itu adalah Benny.


"Yoi, eh ngomong ngomong katanya loh mau balik yah".Tanya Danil memastikan informasi dari sekretarisnya.


"Iya Nil, istri gue kangen tanah air katanya, gue juga udah titip pesan sama sekretaris gue pengen ketemu loh dalam waktu dekat ini".


"Iya baru aja kemarin Siska ngomong ke gue, lo tenang aja gue udah suruh Siska atur waktu".


Meski dengan sahabatnya sendiri, namun Danil tetap harus memperhatikan setial jadwalnya yang sangat padat oleh karena itu, ia membutuhkan Siska untuk mengatur ulang jadwalnya.


"Tenang aja, kapan rencana mau balik".Danil


"Lusa mungkin".


"Yaudah, salam buat anak istri lo".


Danil mengakhiri teleponnya dengan Benny sahabatnya.


"Habis telepon siapa mas?".Tanya Anita tiba tiba muncul


"Benny sayang".


"Oh ya, sekarang mereka netap di mana sih?".Tanya Anita seraya naik di pangkuan suaminya dengan bergelayut manja.


Meski sudah kepala tiga tak membuat keharmonisan rumah tangga mereka pudar.


"Jepang sayang, tapi katanya mereka bakal balik dan netap di sini".Jelas Danil seraya menghirup aroma tubuh istrinya.


Tanpa henti, Danil mengules ules tengkuk istrinya membuat sang empunya kegelian "Mas, geli ih".Ujar Anita hendak bangkit namun tangan kekar suaminya mengait erat di pinggangnya.


"Sebentar saja seperti ini sayang".Ucap Danil masih mendengus di tengkuk istrinya.


"Awas ih, aku mau ke kamar anak anak dulu".Pinta Anita hendak berdiri.


"Anak anak mulu, sama akunya jarang".Manja Danil


"Cemburu sama anak sendiri nih".Ledek Anita


"Waktu kamu semuanya buat anak anak, kapan sama aku sayang".


Ada apa ini, apakah Danil sedang cemburu dengan anaknya sendiri, apapun alasannya


justru membuat Anita tertawa kecil mendengar penuturan suaminya

__ADS_1


"Yaudah deh, kali ini sama kamu aja".Kata Anita membuat Danil seketika berbinar.


"Ayo!!".Ajak Danil Hendak mengangkat tubuh istrinya namun secepat mungkin Anita menahannya.


"Ke mana?".Tanya Anita penuh selidik.


"Tidur lah".


"Huffft".Jawaban enteng Danil membuat Anita bernafas lega.


"Kenapa? Memangnya kamu gak mau tidur, ini sudah larut malam sayang".


"Bukan bukan gitu,ah yaudah ayo kita tidur".Ajak Anita gelagapan.


"Hmmm tadi mikir apaan coba, pasti mikir yang aneh aneh kan".Ledek Danil membuat Anita tersipu.


"Apaan sih mas, gak mikir apa apa kok".Jawabnya salah tingkah.


"Ah boong, ayo ngaku".Ledek Danil tak henti.


"Mas iih, aku mau tidur ah".Bangkit Anita berusaha menutupi wajahnya yang kini sedang bersemu.


Meski sudah berumah tangga cukup lama, tetapi Anita masih tersipu ketima di goda oleh suaminya, tentu membuat Danil semakin gemas dengan tingkah istrinya yang masih malu terhadapnya.


"Sayang suaminya ko di tinggal".Teriak Danil cemberut.


Tanpa menoleh, Anita langsung merebahkan tubuhnya dengan posisi memunggungi suaminya yang masih betah di sofa.


"Sayang".Panggil Danil menghampiri ketika tak mendapat respon.


Merasakan pergerakan, Anita langsung menutup matanya seakan sudah tidur.


"Sayang".Danil menepuk pelan bahu istrinya namun Anita tetap tak bergeming.


"Dosa loh memunggungi suaminya".


Berhasil......


Seketika Anita memutar badan menghadap suaminya setelah mendengar kalimat horor menurutnya.


"Ciee yang takut jadi istri durhaka".Ledek Danil tak hentinya menggoda sang istri.


"Mas ih, suka banget ngeledek istri sendiri".Ucap Anita cemberut.


Cup..


Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir ranum Anita.


"Iih, tuh kan malah cium cium sembarangan".Gerutu Anita.


"Lagian siapa suruh manyung manyung gitu, aku kan jadi gak tahan lihatnya".


"Udah ah, aku ngantuk".Anita


"Yaudah yuk tidur".


Akhirnya mereka mengakhiri obrolan ringan disertai dengan sedikit perdebatan.


Untuk menyambut hari esok tentunya mereka butuh tidur.


.


.


.


.


.


.


.


TUNGGU PART SELANJUTNYA

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE, VOTE DAN KOMEN YA SAYANG


THANK YOU AND HAPPY READINGšŸ„°ā¤


__ADS_2