
//*
Melihat Anita menerimanya, tanpa ragu Wahyu meraih tubuh mungil Anita untuk masuk ke dalam dekapannya "Terima kasih, aku sungguh mencintaimu".
Anita masih menitikan air mata haru "Aku juga mas".
Wahyu melepas pelukannya "Aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia".Kata Wahyu menatap serius netra Anita.
Anita hanya tersenyum malu mendapat tatapan dari Wahyu.Tak berselang lama, raut wajah Anita kembali berubah serius.
"Kenapa?".Tanya Wahyu heran
"Apa benar kamu tidak memiliki hubungan apapun dengan wanita itu?".Tanya Anita serius.
Wahyu tersenyum "Aku berani sumpah, aku tak ada hubungan apapun dengan dia.
"Kamu cemburu ya".Ledek Wahyu
Wajah Anita seketika merah merona "Apaan sih, siapa yang cemburu coba".
"Terus kenapa mukanya jadi merah gitu?".Selidik Wahyu.
Anita meraba pipinya "Ihh apaan sih, nyebelin deh".Ucap Anita kesal.
Wahyu meraih kedua tangan Anita"Aku janji, hanya kamu wanita yang ada di hatiku selain mama....Kamu gak perlu khawatir hanya kamu dan tetap kamu".Kata Wahyu serius
"Aku akan mengajak mama dan papa untuk ke rumahmu secepatnya, melamarmu secara resmi".Lanjutnya
"Akan kutunggu mas".Balas Anita.
Setelah berlama lama di sana, mereka memutuskan untuk kembali ke rumah masing masing.
Tanpa sadar sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan mereka. "Sialan, gak ada yang bisa memiliki Wahyu selain aku".Geram wanita tersebut.
Selepas kepergian Wahyu dan Anita, wanita itu juga ikut meninggalkan taman.
Ahhhhhhhhhhg.Teriak wanita itu yang tak lain adalah dokter Dini.
"Kamu hanya milikku Wahyu dan akan terus seperti itu".Teriak Dini seperti orang kesurupan.
Tak lama kemudian, Dini menyalakan mesin mobilnya meninggalkan taman itu.
Saat sampai di Apartemennya, Dini langsung masuk setelah memasukkan *A*cses Card.
Dini merebahkan dirinya di atas sofa "Siapa wanita itu".
"Aku harus mencari tau siapa dia".
"Siapapun tidak boleh memiliki Wahyu selain aku,termasuk wanita itu".Seringai licik Dini.
Tak ingin membuang waktu,Dini segera menghubungi seseorang yang akan membantunya untuk mencari tau siapa wanita itu.
__ADS_1
Tut
"Kamu cari tau siapa wanita yang ada dalam foto yang aku kirim".Tukasnya
"Baik".Balas singkat orang tersebut.
"Bagus, aku ingin mendapatkan secepatnya".
"Kamu tenang saja, besok kamu akan segera mendapatkannya".
"Yasudah,cepat kamu lihat foto yang sudah aku kirim".
Tut
Setelah memutuskan sambungan telepon, Dini beranjak dari tempatnya hendak membersihkan diri.
Disela sela kegiatan mandinya, Dini meracau tak jelas "Wahyu, aku mencintaimu dan hanya aku yang pantas dicintai olehmu".
"Tak ada wanita lain yang bisa menduduki hatimu selain aku".
"Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku.....Hahahhahahha".
Dini terlihat seperti orang yang tidak waras.Jika seseorang yang tak mengenalnya melihatnya seperti itu, mereka tidak akan percaya bahwa dia adalah seorang dokter.
Selesai dengan membersihkan diri, Dini tidak langsung istirahat, ia meraih handponenya kemudian mengetikkn sesuatu di sana.
"Assalamualaikum mas, maaf ya ganggu malam malam".
"Mas besok, aku boleh numpang gak di mobil kamu".Tanya Dini
"Mobil kamu kemana?"
"Tadi, mobil aku masuk bengkel, boleh ya aku numpang".Ujarnya mengirim emoji memohon.
Meski ragu, tetapi Wahyu tak enak untuk menolak "Baiklah,besok kirim aja alamatnya, aku jemput".
Dini yang mendapat kesempatan untuk mendekati Wahyu jadi kegirangan "Makasih ya mas, kamu memang orang baik".
Wahyu tak lagi membalas pesan Dini.
Meski tau, Anita sempat menghindarinya karena Dini, tetapi Wahyu tak mampu untuk menolak permintaan Dini, toh cuman numpang gak papalah pikirnya.
Singkat..
Keesokan harinya, Wahyu bersiap untuk berangkat ke rumah sakit, tak lupa ia menjemput Dini setelah mengetahui alamatnya.
Sesampainya di depan gedung apartemen Dini, di sana sudah nampak Dini dengan setelan dokternya sedang menunggu.
Setelah melihat kedatangan Wahyu, tanpa pikir panjang Dini masuk ke dalam mobil "Hai, selamat pagi".Sapanya dengan senyum sensualnya.
Mengenakan parfum yang sangat menyengat, mambuat Wahyu merasa risih.
__ADS_1
"Kamu udah sarapan?".Tanya Dini memecah keheningan.
Wahyu menoleh "Udah tadi, di apartemen".
"Yah, aku kirain belum, baru juga aku mau ajak kamu sarapan bareng".Ucapnya sesedih mungkin
Melihat raut wajah Dini, semakin membuat Wahyu risih. Seketika ia mengingat kekasihnya, siapa lagi kalau bukan Anita.
Wahyu sesekali melirik Dini yang tanpa bosa menatapnya "Liatinnya dalam banget".Sindir Wahyu tak membuat Dini bergeming.
"Kamu tampan".Ucap Dini begitu saja.
Wahyu menoleh terkejut mendengar kata Dini" Apaan sih, kamu berlebihan".
"Aku serius".Seru Dini.
Wahyu memilih diam, tak lagi merespon ucapan Dini.
Karena merasa dicuekin, Dini jadi kesal.
Hingga beberapa menit kemudian, sampailah mereka di depan rumah sakit Muara Kasih.
"Terima kasih yah tumpangannya".Ucap Dini.
"Iya".Jawab Wahyu singkat.
Saat akan melangkah masuk, Dini kembali menghentikan langkahnya "Nanti pulangnya bareng kamu lagi ya".Pintanya memelas.
Wahyu berpikir sejenak "Tapi aku mau mampir ke suatu tempat dulu".Tolaknya pelan
Dini cemberut "Yaudah gak papa, aku ikut aja kemanapun kamu pergi".Melihat Dini tetap kekeh untuk ikut pulang bersamanya membuat Wahyu bersih keras memutar otak.
"Maaf ya, kamu naik taxi aja, entar aku yang bayarin".Ucap Wahyu berusaha menolak
"Kalau gitu aku duluan ya".Wahyu memilih berlaku dari sana sebelum, Dini semakin merajuk.
Tak dapat pulang bareng Wahyu, Dini jadi kesal "dia pikir aku gak mampu bayar taxi apa".Gerutunya melangkah masuk.
"Yaudah gak papa deh, masih banyak kesempatan".Kata Dini dalam hati.
Semua kembali ke rutinitasnya, termasuk Anita yang sedang menghadiri rapat bersama dengan Kenan.
"Terima kasih atas kerja samanya semua, rapat kali ini cukup sampai di sini, dan selamat bekerja kembali".Ucap Anita menutup rapat.
.
.
.
To be continue
__ADS_1