Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#130 Bagai kabut


__ADS_3

... "Tak perlu menjadi orang lain untuk bisa terlihat sempurna,be your self "...


HAPPY READING🖤🖤🖤


//"


Tuuuuuuttt tuttttt tuuttttt


Suara deringan telepon yang berhasil mengusik tidur Anita. Anita yang merasa terganggu, dengan berat meraih ponsel suaminya.


"Doni!!".Tebak Anita heran. Pasalnya tak biasanya Doni menghubungi suaminya diwaktu tidur mengingat jam masih menunjukkan pukul dua dini hari.


Tak ingin membuang waktu,Anita segera menekan tombol hijau. "Halo Don".Sahut Anita dengan suara serak khas bangun tidur.


"..........".


"Iya ada nih, disamping aku lagi tidur".Jawab Anita.


"..........".


"Oh iya, bentar".Kata Anita lagi.


Segera Anita membangunkan suaminya "Mas, bangun".Tukas Anita seraya menggoyangkan bahu suaminya dengan pelan.


"Mas!!".Panggil Anita lagi dengan suara yang sedikit tinggi sehingga berhasil membuat Danil terbangun.


"Hmmmm, ada apa sayang".Tanya Danil serak.


"Ini baru jam berapa loh, ada apa?".Tanya Danil lagi.


Anita menyerahkan ponsel suaminya "Doni telpon mas".


"Doni??".Ucap Danil heran namun tetap meraih ponselnya dari tangan Anita.


Anita hanya mengangguk pelan, kemudian kembali membaringkan badannya namun posisinya kini menghadap suaminya.


Tanpa celah sedikitpun, Anita memperhatikan raut wajah suaminya yang sangat serius membuatnya sedikit penasaran.


"Kenapa?".Tanyanya tanpa bersuara.


Danil hanya menggenggam tangan istrinya tanpa menjawab membuat Anita semakin penasaran.


"Aku akan segera kesana".Kata Danil mengakhiri panggilannya.


"Ada apa sayang?".Tanya Anita langsung.


Danil menatap nanar istrinya "Sayang, aku harus ke rumah sakit".


"Buat apa? siapa yang sakit mas?".Tanya Anita mulai panik.


"Mama!!".


Deg...


Seketika jantung Anita berdebar sangat kencang "Mama kenapa? Aku ikut mas".


"Dengerin aku!!".Pinta Danil serius.


"Sayang, kita belum tau pasti mama sakit apa, makanya aku harus ke rumah sakit sekarang, dan kamu dirumah aja yah jagain Gea"..


"Tapi....." Potong Anita.


Dengan cepat Danil menyela ucapan istrinya "Sayang kalaupun kamu mau ikut, besok saja yah biarkan aku dulu yang kesana".Jelas Danil.


Dengan berat Anita mengangguk.


"Yasudah kalau begitu, besok aku nyusulin kamu yah".Kata Anita pasrah


"Iya sayang, Aku harus jalan sekarang yah".


"Iya mas".


Tak berselang lama Danil melajukan mobilnya meninggalkan kediamannya menuju rumah sakit.


//*


RUMAH SAKIT

__ADS_1


Terlihat Doni sedang mondar mandir didepan sebuah ruang Icu.Dengan harap cemas Doni menantikan dokter yang sedang menangani Sandra yang tiba tiba drop.


(mungkin ada yang bertanya, kenapa Doni yang mengantar mama sandra ke rumah sakit? Tenang saja author akan kupas tuntas kejadiannya).


Flashback on


Meskipun waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam, namun Doni masih setia berkutat dengan komputer yang ada didepannya.


Tuttttt, tuttttttt.


Doni yang sedari tadi mencoba menghubungi Danil namun hingga panggilan yang entah keberapa Danil belum ada tanda hendak menerima panggilannya.


Tutttttttt


"Shittt, Danil kemana sih".gerutu Doni memijat pelan pelipis kirinya.


Hingga tak ada cara lain, Doni berinisiatif menghubungi Anita.


Tutttttt........


"Ya halo!!".Panggilan pertama langsung terjawab.


"Danil ada gak Nit".Tanya Doni langsung.


"Ada tuh, bentar yah aku kasih telponnya".


Hingga telepon Anita beralih ketangan Danil


"Ada apa?".Tanya Danil langsung.


"Ada berkas penting yang harus lo tanda tangani".Jelasnya


"Besok aja".Kata Danil.


"Enggak bisa".Tolak Doni.


"Kenapa??


"Tante Sandra juga harus tanda tangan, dan berkas ini harus dikirim besok pagi kalau tanda tangannya besok gak sempat".Jelas Doni


"Yasudah, lo kerumah mama sekarang, habis itu kerumah gue".Ucapnya dengan enteng langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


"Shitttt, Danil sialan".Umpat Doni kembali fokus.


Setelah beberapa jam berkutat dengan komputernya, Doni bersiap hendak kerumah mama Sandra.


"Sudah jam satu aja nih".Gumamnya seraya melirik jam tangannya.


Tak lama kemudian......


Kini Doni telah sampai didepan rumah Sandra. Setelah pintu gerbang terbuka Doni langsung memarkirkan mobilnya asal karena merasa ia hanya sebentar.


Tok tok tok....


Tak lama seorang pelayan datang.


Klek....


"Tuan Doni".Tebak sang bibi telah mengenali Doni.


"Silakan masuk tuan".


"Terima kasih bi".Ucap Doni sopan


"Bi saya mau ketemu tante Sandra, ada hal penting yang harus dibicarakan boleh minta tolong gak bi?".Terang Doni menjelaskan maksdu kedatangannya.


"Baik tuan, saya akan coba keatas".


Bibi meninggalkan Doni menuju kamar Sandra.


10 menit kemudian....


"Astagfirullah nyonya!!!!, nyonya kenapa??".Pekik Bibi dari atas


"Tuann"!!!!.Terdengar suara teriakan bibi dari atas hendak berlari keluar


Doni segera bangkit "Nyonya Sandra tuan!!".Ucap Bibi panik seraya berlari menghampiri Doni.

__ADS_1


"Tante Sandra kenapa bi?".Tanya Doni ikut panik.


"Nyonya pingsan tuan".Terang bibi ketakutan.


Dengan langkah cepat Doni langsung menghampiri Sandra dengan beberapa pelayan yang ikut karena terbangun mendengar suara keributan.


Flashback off


//"


"Bagaimana keadaan mama Don".Tanya Danil langsung setibanya.


Doni hanya menggeleng "Belum ada kejelasan dari dokter Nil".


"Bagaimana bisa mama tiba tiba pingsan Don".Tanya Danil sedikit melemah


Dengan tenang Doni menjelaskan kejadiannya hingga Sandra dilarikan kerumah sakit.


Klek..


Tak lama pintu yang sedari tadi tertutup rapat kini tiba2 terbuka, Dengan sigap Danil dan Doni langsung berdiri menghampiri dokter yang baru saja keluar.


"Keluarga pasien?".Tanya Dokter langsung.


"Saya anaknya dok, bagaimana keadaan mama saya dok, mama saya sakit apa, dia baik baik aja kan?".Tanya Danil beruntun tak sabar.


Doni yang melihat ketidaksabaran sahabat sekaligus atasannya itu hanya bisa menggeleng dan berusaha menenangkan "Kamu tenang dulu Nil, biarkan dokter bicara dulu".


Danil aja menoleh sejenak kemudian beralih lagi menatap dokter itu dengan tajam "Cepat katakan mama saya sakit apa dok".Tukas Danil dengan suara yang sedikit meninggi.


"Sabar Nil".Lagi lagi Doni berusaha menenangkan sahabatnya itu.


1 menit


2 menit


hening.....


"Ibu Sandra mengalami serangan jantung".


Deg.......


Kaki Danil melemah, tak mampu menopang dirinya hingga membuatnya sedikit terjatuh namun dengan sigap Doni menahannya.


Tatapan Danil berubah kosong


Namun tak berselang lama ia menatap kembali dokter Hadi.


"Sembuhkan mama saya bagaimanapun caranya".Pinta Danil serius.


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin pak Danil".Ucap Dokter meyakinkan meskipun sedikit ada keraguan mengingat keadaan pasiennya itu sedang kritis.


"Lakukan apapun agar mama saya sembuh dok, saya akan bayar berapapun asal mama saya kembali sehat".


Dokter Hadi hanya bisa tersenyum, tak jarang ia mendengar ucapan seperti itu dari keluarga pasiennya terlebih siapa yang tidak kenal dengan keluarga Wijaya, orang yang sangat berpengaruh dikota ini.


Setelah perbincangan panjang yang sedikit menegangkan,Dokter Hadi pamit meninggalkan kedua pria itu. Danil dengan Doni yang masih setia disampingnya hanya bisa duduk termenung di depan ruang icu, dimana didalamnya Sandra sedang berjuang melewati masa kritisnya sehingga siapapun belum diperbolehkan untuk masuk.


Ting..


(*Suara pesan masuk dari ponsel Danil).


"Mas, bagaimana keadaan mama*?". Isi pesan itu ternyata berasal dari sang istri tercinta yang sedari tadi menunggu kabar mertuanya itu.


Setelah membaca isi pesan istrinya, tanpa pikir panjang Danil langsung menghubungi Anita.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like,vote,dan komen ya guyss.


Salam hangat dari author🖤


__ADS_2