Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#68 Penyesalan Datangnya Belakangan


__ADS_3

SEBELUM LANJUT BACA,JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YA, AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT UNTUK UPDATE


SELAMAT MEMBACA


//*


Malam menjemput pagi, Wahyu yang bersiap ke rumah sakit, terpaksa ia urungkan karena mendapat pesan dari mama.


"Sebelum ke rumah sakit, mampir dulu ke rumah ya sayang".Tulis sang mama.


Segera Wahyu mengiyakan "Baik ma".


Selama ini, Wahyu memang tidak tinggal bersama kedua orang tuanya, seringkali mamanya membujuk tetapi Wahyu tetap kekeh untuk tinggal sendiri di Apartemennya.


Walaupun begitu, setiap kali mamanya memanggilnya untuk pulang meski hanya sebentar, Wahyu tetap mengiyakan seperti pagi ini.


Wahyu menjalankan mobilnya menuju rumah kedua orang tuanya.


Hingga tak lama kemudian, sampailah dia di sebuah rumah mewah milik kedua orang tuanya.


Tok tok tok


Tak lama kemudian,seseorang membuka pintu.


"Mama".Serunya seraya memeluk mamanya. "Sayang, mama sangat merindukanmu".Ucap sang mama.


"Ayo masuk, kita sarapan dulu, kamu belum sarapan kan?".Ajak sang mama.


"Iya ma".


Wahyu mengikuti sang mama menuju meja makan, di sana sudah ada papanya yang menunggu kedatangannya. "Pagi pa".Sapa Wahyu mencium tangan papanya.


"Pagi".


Tari mama Wahyu menyerahkan piring kepada anaknya "Ayo makan yang banyak sayang".Ujar sang mama.


"Terima kasih ma".Balas Wahyu.


Mereka sarapan dengan lahap tanpa suara.


Hingga beberapa saat kemudian, Tari mengajak anaknya ke ruang keluarga. "Ayo kita duduk dulu, mama mau ngobrol sama kamu".


"Kalau begitu, papa berangkat ya".Pamit Rizal kepada istrinya dan juga putranya.


"Hati hati ya pa".Ucap Tari.


Selepas kepergian Rizal, kini tinggal Tari dan juga Wahyu.


"Bagaimana kerjaan kamu nak".Tanya Tari kepada anak semata wayangnya itu.


"Semuanya lancar kok ma".


"Kamu lihat kan, mama sama papa udah tua nak".Katanya

__ADS_1


Wahyu seakan paham arah penbicaraan mamanya itu memilih diam "Apa kamu tidak berniat untuk menikah lagi?".Tanya Tari.


"Mama punya kenalan, orangnya baik, kalau kamu mau, mama kenalin".


"Ma, biarkan Wahyu memilih pasangan Wahyu sendiri ya".Ujar Wahyu


"Tapi mau sampai kapan, sedangkan mama pengen banget punya cucu".Melas Tari.


"Kalau Wahyu sudah punya pilihan bagaimana?".Kata Wahyu membuat mamanya berbinar.


"Benarkah? kalau begitu kenalkan ke mama".Ucap Tari antusias.


"Tapi...?" ucap Wahyu menggantung


Tari menatap serius Wahyu "Tapi apa?".


"Aku belum yakin, kalau dia mau sama Wahyu ma".Wahyu menunduk lesuh.


"Loh, kalau kamu menyukainya, perjuangin dong, jangan jadi pengecut".Timpal Tari memberi semangat.


"Apa kamu sudah mengatakan kepadanya kalau kamu menyukainya?".Tanya Tari lagi.


"Belum ma".


"Ma, wanita itu sama seperti Wahyu".Ujar Wahyu membuat Tari bingung. "Maksud kamu?".


"Dia juga sudah pernah menikah ma, tapi udah cerai".Jelasnya.


"Begini saja, kalau kamu ada waktu senggang, kamu ajak dia ke sini".Kata Tari.


"Nanti Wahyu coba ya ma".


Setelah cukup lama berbincang dengan sang mama, Wahyu berniat pamit untuk ke rumah sakit "Ma kalau gitu, Wahyu pamit ya, mau ke rumah sakit".


"Iya, sering seringlah ke sini nak, inikan juga rumah kamu".Pinta Tari kepada anaknya


"Iya ma".


Setelah pamit dengan sang mama, Wahyu melajukan mobilnya menuju rumah sakit. "Mama setuju, tapi apakah Anita mau?".Tanya Wahyu pada dirinya sendiri.


Hingga beberapa saat kemudian, sampailah Wahyu di rumah sakit.


Sedangkan di Negara tempat Danil, selepas perceraiannya dengan Jessica, ia sudah tak pernah lagi bertemu dengan mantan istrinya itu.


Danil sudah kembali kerutinitasnya, tapi satu hal yang berubah.


Akhir akhir ini, Danil beberapa kali memikirkan mantan istri pertamanya, siapa lagi kalau bukan Anita.


Beberapa kali ia mencari tahu keberadaan Anita, tetapi hasilnya nihil.Entah apa yang membuatnya ingin mencari tahu keberadaan Anita.


Mungkinkah ia sudah merasakan yang namanya penyesalan? hanya dirinyalah yang tau serta sang penulis skenario kehidupan.


Tok tok tok

__ADS_1


Seseorang mengetuk pintu ruangannya "Masuk".


Clek...


Ternyata Doni yang datang "Ada apa?".Tanya Danil.


"Anita bekerja disalah satu perusahaan besar yang ada di Landon".Jelas Doni.


"Kau tau? Anita sebagai sekretaris CEO disana".Lanjutnya.


"Serius lo?".Tanya Danil tak percaya.


"Buat apa gue bohong".


"Luar biasa kan mantan lo itu".Kata Doni.


"Sangat jauh berbeda dengan Jessica".


Danil hanya diam seperti sedang memikirkan sesuatu "Gue mau menemuinya Don".Ujar Danil tiba tiba.


"Ngapain? lo mau ajak dia rujuk?".Tanya Doni heboh


"Gue cuman mau minta maaf sama dia".Jelas Danil


"Lo benar, Anita wanita yang baik berbeda dengan Jessica".


Doni tersenyuk sinis "Sudahlah, nasi sudah menjadi bubur, biarkan dia bahagia".Ujar Doni seraya berdiri.


"Kalau gitu gue keluar ya".Ucapnya lalu melenggang pergi.


Selepas kepergian Doni, Danil berdiri menuju balkon ruangannya, ia menerawang jauh entah apa yang dipikirkan. "Aku baru sadar, tidak seharusnya aku memperlakukanmu seperti itu Nit".


"Kamu orang baik, dan aku baru menyadari itu".


Penyesalan memang tak pernah datang di awal, sebelum kau berbuat sesuatu, maka berpikirlah terlebih dahulu, mungkin saja tindakanmu akan melukai seseorang dan kamu tidak menyadari itu dan itulah yang kini dirasakan oleh Danil. Setelah semuanya pergi barulah ia sadar bahwa dia telah membuang berliang hanya demi sebuah bangkai.


Tanpa sadar, Danil berdiri disana hingga menjelang magrib, ia baru tersadar saat seseorang mengetuk pintunya.


"Lo gak mau pulang?".Tanya Doni mengagetkannya.


Danil menoleh "Lo duluan aja, entar gue nyusul".Katanya kembali manatap ke depan.


"Yaudah, gue duluan ya".Pamit Doni lalu pergi meninggalkan Danil yang masih betah disana.


Hingga beberapa jam kemudian, barulah Danil beranjak dari tempatnya hendak pulang ke rumah mamanya.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2