
//*
Melihat wanita yang sangat berarti dalam hidupku menghembuskan nafas terakhirnya dalam dekapanku sendiri.
Sungguh hatiku hancur, duniaku hilang, aku harus kehilangan kedua orang yang sangat aku cintai secara bersamaan.
Kulihat senyum di bibir istriku dengan wajah tenangnya tertidur untuk selama lamanya.
Dengan perasaan kalut mengiringi langkahku menghantarkannya ke peristirahatan terakhirnya.
"Kamu berhasil membawa separuh hatiku ikut bersamamu Dev, tepat di hari ulang tahun pernikahan kita kamu memilih pergi dari sisiku tapi asal kamu tau hatiku hanya milikmu Dev".
Istirahatlah di sana dengan tenang bersama anak kita, aku berharap suatu saat nanti kita akan kembali bersama di keabadian, tunggulah aku Dev,
aku mencintaimu sungguh mencintaimu.
Terima kasih telah hadir dalam hidupku, menemaniku dalam suka dukaku, hadirmu akan kubingkai rapi dalam sanubariku.
Berbahagialah di alam sana".
Flasback off
Sejak kejadian itu duniaku benar benar berubah, mulai dari situ aku memutuskan meninggalkan dunia bisnis.
Dengan isin dari mama dan papa, aku meninggalkan tanah kelahiranku untuk menempuh pendidikan kedokteran hingga sampai saat ini aku berhasil menjadi dokter umum.
Karena aku menempuh pendidikan di Landon sehingga aku memutuskan untuk mengabdi di sana.
Ya aku memang memilih untuk tidak kembali lagi ke tanah kelahiranku bahkan mama dan papa juga memilih pindah bersamaku, sementara perusahaan papa yang ada di sana, di pegang oleh orang kepercayaannya.
Di sinilah aku bergelut dengan dunia kesehatan, menjadi seorang dokter yang cuek kepada orang yang baru aku kenal sangat berbanding terbalik dengan diriku beberapa tahun yang lalu.
Sampai saat ini pun aku masih belum melupakannya karena aku memang tak pernah berniat untuk menghilangkan sosoknya dalam hatiku, biarlah ia hadir dalam bayangan kelabu yang sangat sulit ku jangkau.
Semenjak aku berpindah kewarganegaraan, aku tak pernah lagi mengunjunginya, entahlah apa karena kesibukanku atau hatiku yang belum siap hanya author yang tau.
Bertahun tahun aku berusaha kembali menata hidupku yang hampa ini, tapi satu hal yang tidak berubah adalah rasaku terhadapnya.
Hingga suatu hari aku bertemu seseorang wanita yang aku melihat diri istriku di sana, wajah polosnya, sikap cueknya, dan aura kedewasaannya kembali mengingatkanku kepada mendiang istriku.
Pertemuan pertamaku tidak terlalu aku hiraukan, hingga beberapa hari kemudian aku kembali melihatnya, ya aku melihatnya di salah satu ruangan pasienku pada saat itu.
Sangat jelas dirinya berbeda dari teman wanitanya yang lain, ketika semuanya menggilai pria tampan sepertiku hehehe kok jadi narsis ya, tapi bagi dirinya enggak.
__ADS_1
Setelah pertemuan yang tak sengaja itu aku beberapa kali tak sengaja memikirkannya, entah apa yang terjadi pada diriku akupun tidak mengerti.
Dan sungguh tak ku percaya disaat aku mengunjungi sahabatku yang ada di kota ini, lagi lagi aku tak sengaja bertemu dengannya, dengan wajah juteknya ia menyambutku lebih tepatnya kaget melihat kedatanganku di kantor tempat kerjanya dan ternyata dia adalah sekretaris sahabatku.
Flashback on
"Hai bro lama gak ketemu".Ujarku menepuk pelan bahu sahabatku Kenan.
"Widihhhh makin ganteng aja nih pak dokter".Ujarnya
"Biasa aja kali, gimana kabarnya sekarang bro".Kataku seraya ikut duduk
"Ya seperti yang loo lihat".Ujarnya menyodorkanku air minum.
"Terima kasih".Balasku menerima gelas itu.
"Oh ya, yang di luar sekretaris lo ya?".Tanyaku penasaran.
Kenan mendongak "Iya kenapa, lo naksir ama dia".Ejeknya membuatku salah tingkah.
"Apaan sih, ya gue nanya doang"
"Naksir juga gak papa kok, dia jomblo lo".Katanya mengompori.
"Apaan sih, gak penting banget".Elakku.
"Ooohh".
Setelah beberapa saat berbincang, aku pun pamit karena harus kembali ke rumah sakit.
Saat aku keluar, tak ada lagi sosoknya di sana, mungkin ke kantin makan siang pikirku.
Tak mau ambil pusing aku melanjutkan langkahku meninggalkan kantor Kenan.
Fl****ashback on
Anita!!, jadi namanya Anita
C**antik
Hah, apaan sih kok mikiran dia.
Begitulah terkadang sosoknya tiba tiba muncul dipikiranku, tak ingin terlalu larut aku memilih mendatangi kamar kamar pasienku.
__ADS_1
"""
Pov Author
Semenjak pertemuannya beberapa kali dengan Anita yang tak direncanakan itu, sesuatu dalam diri Wahyu selalu terdorong untuk mencari tau siapa Anita.
Rasa penasarannya sangat tinggi, entah apa yang terjadi dengan dirinya Wahyu pun terkadang heran mengapa ia sangat ingin mengetahui siapa Anita.
Hingga menjelang sore, karena tak ada pasien yang akan ia tangani, jadilah Wahyu bisa pulang cepat.
Dengan tas yang ia tenteng di tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya sedang merogoh saku celana mencari kunci mobilnya.
Tanpa celah, Wahyu menjalankan mobilnya masuk ke jalanan besar yang sudah mulai macet.
Ditengah perjalanan ia melihat salah satu cafe dan entah kenapa ia ingin sekali mampir buat sekedar minum kopi.
Singkat
Wahyu memasuki cafe yang lumayan ramai, netranya menatap sekeliling cafe mencari meja kosong tetapi matanya tak sengaja menangkap seseorang yang tak asing baginya.
Wahyu menajamkan penglihatannya memastikan bahwa orang yang dilihat adalah orang yang dikenalnya.
Perlahan tapi pasti, Wahyu melangkah menuju tempat orang itu dan...
"Anita kan".Tebaknya.
Merasa ada yang memanggilnya orang itu menoleh "Eh, dokter Wahyu".Kata wanita itu yang tak lain adalah Anita.
Sepulang kantor, Anita mampir ke cafe langganannya buat bersantai sejenak.
"Boleh saya duduk di sini?".Tawar Wahyu sedikit canggung.
Sejenak Anita berfikir melihat sekeliling Wahyu, ternyata dokter itu datang sendiri "Oh,em boleh dok".Jawab Anita
Wahyu pun duduk behadapan dengan Anita "Enggak usah panggil dokter kalau diluar".Katanya berusaha memecah kecanggungan antara keduanya.
"Oh iya".Jawab Anita singkat.
"Kita belum kenalan kan...Wahyu!!".Katanya seraya mengulurkan tangannya.
Anita menatap tangan Wahyu sejenak kemudian kembali mendongak "Udah tau kok".Jawab Anita sedikit cuek sekaligus canggung.
Wahyu yang tak direspon kembali menarik tangannya tersenyum hambar.
__ADS_1
Setelah keduanya memesan kopi suasana kembali canggung, Anita yang belum terlalu dekat dengan Wahyu menjadi risih karena sesekali netranya menangkap Wahyu memperhatikannya.
To be continue