
***
Seperti hari hari biasanya Anita disibukkan pergi ke kantor tetapi pagi ini sedikit berbeda karena Anita berangkat dengan satu koper yang tidak terlalu besar di tangannya.
Hari ini sesuai jadwalnya beberapa hari lalu ia akan ke luar kota bersama dengan atasannya.
Ia berangkat ke kantor tidak dengan mobilnya tetapi naik taxi karena saat tiba di kantor ia akan langsung berangkat ke bandara dengan ikut di mobil atasannya.
Beberapa menit berlalu sampailah ia di loby kantor dan tidak berselang lama datanglah atasannya dari dalam kantor.
"Pagi pak".Sapa Anita.
"Pagi".Jawabnya datar.
Tanpa basa basi pak Kenan memasuki mobilnya yang telah disediakan oleh supir pribadinya dengan Anita yang hanya mengekor di belakangnya.
Dalam perjalanan menuju bandara tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Kenan sehingga membuat suasana jadi canggung.
Sungguh aku tak menginginkan suasana seperti ini,membuatku susah bernafas saja. Gerutu Anita dalam hati.
"Khmmmmm".Deheman Anita melirik Kenan
"Kamu kenapa".Tanya Kenan menoleh
Karena terlalu tegang mendapat pertanyaan seperti itu membuat Anita salah tingkah "Mmm..aaanu mm enggak kok pak".
Tanpa berucap lagi Kenan kembali fokus ke depan.
Sebenarnya tidak terlalu jauh jika dari kantor menuju bandara cuman karena sedikit macet membuatnya sedikit lama di perjalanan.
Hufhhhfffg...Deruh nafas lega Anita.
Tak butuh waktu lama kini Kenan dan juga Anita sudah berada di dalam pesawat.
"Semua berkas yang dibutuhkan apa sudah lengkap".Tanya Kenan datar.
"Ohh iya pak semuanya sudah lengkap".Jawab Anita cepat.
"Kerja bagus".Puji Kenan berhasil membuat Anita tersenyum tipis.
#########
Beberapa jam perjalanan sampailah mereka di kota Liverpool, selepas dari bandara mereka langsung menuju hotel yang sudah dipesan oleh asisten pribadi Kenan.
"Masuklah ke kamarmu, nanti malam kita keluar untuk makan malam" Ucap Kenan langsung berlalu
Punya atasan datar banget sih.Gerutu Anita kesal membuka pintu kamarnya.
Huuuuffffffffgg. Anita langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur king size itu.
Karena lelah ia begitu cepat terlelap dengan hils yang masih menempel di kakinya.
Berbeda dengan Kenan yang membersihkan diri terlebih dahulu kemudian mendudukkan bokongnya di atas sofa dekat tempat tidur
Membuka handponenya hendak menghubungi seseorang.
Tut tut tut
"Halo bi".Ya orang yang dihubungi Kenan adalah bibinya yang selama ini tinggal bersamanya.
"Iya nak"
"Bibi lagi ngapain sekarang"
__ADS_1
"Oh ini bibi habis dari taman belakang".
"Kenan kan sudah bilang, bibi gak usah terlalu capek, masih banyak pelayan lain, bibi istirahat saja".Pinta Kenan
"Bibi gak capek kok cuma nyiram tanaman aja nak".
"Pokoknya bibi istirahat aja".Ucap Kenan.
"Iya iya, kamu udah makan nak".Tanya bibi.
"Nanti bi, aku juga baru sampai".Jelasnya.
"Yasudah kamu jangan telat makan ya, jangan cuman fokus kerja jaga kesehatan juga penting".Kata bibi mengingatkan
"Iya bi,,yaudah aku tutup yaa".
Tut
Malam hari
Ting ting ting
"Saya tunggu kamu di loby".Isi pesan Kenan
"Baik pak".
Tak ingin membuat atasannya menunggu lama segera Anita merampas tasnya dan memasuki lift.
Ting.... Pintu lift terbuka
Di sana terlihat jelas Kenan sudah menunggunya
"Maaf pak, menunggu lama".Ucapnya sedikit takut.
Di dalam mobil kembali hening di sana hanya ada mereka berdua tanpa seorang supir.
Hingga beberapa menit kemudian sampailah mereka di salah satu restoran terkenal di Liverpool.
Di Negara X
Untuk sementara Karin hanya membantu Arumi di toko sampai ia mendapatkan pekerjaan
Karena ia bukan lulusan sarjana jadi sedikit sulit untuk mencari kerja.
"Gimana Rin,,udah dapat kerjanya?".Tanya Arumi menghampiri.
"Belum kak, besok aku akan coba lagi siapa tau dapat".Jawab Karin.
"Yasudah nanti aku bantu cariin melalui teman teman aku ya".
"Iya kak terima kasih".
"Kamu lanjut aja aku mau ke sana dulu".
Begitulah semenjak ia di Jakarta sambil cari kerja ia membantu Arumi di toko.
Sedikit banyaknya area Jakarta ia sudah sedikit hafal jadi memudahkannya untuk bepergian sendiri.
Sesekali ia juga bermalam di rumah Arumi sesuai keinginan Arum.
Sore hari
"Nanti kamu nginap lagi di rumah ya Karin,aku juga mau ajak Mia".
__ADS_1
"Aku ngikut aja kak".
Setelah memastikan toko aman Karin dan Mia ikut pulang menggunakan mobil Arumi menuju rumahnya.
Di perjalanan sesekali mereka saling melempar pertanyaan.
"Kamu sering menghubungi Anita gak Rin".Tanya Arumi masih fokus menyetir.
"Enggak sering sih kak, cuman sesekali, soalnya susah waktu di sini dan di sana beda".Jawab Karin.
"Iya juga sih".
"Kita mampir dulu ke supermarket ya".Ajak Arumi.
"Iya kak".Jawab Karin dan Mia serempak.
Jadilah mobil Arumi berbelok ke supermarket yang tak jauh dari rumahnya.
Setelah mendapat barang barang yang diinginkan Arumi menuju kasir untuk membayarnya kemudian mereka melanjutkan pulang ke rumah.
"Yuk masuk".Ajak Arum tiba di rumah.
----------------------------‐--‐----‐---------------------------------------------
Pagi harinya Kenan beserta Anita bersiap ke tempat meeting dengan klaiennya.
"Selamat datang pak Kenan".Sambut klaien
Disambut uluran tangan oleh Kenan
"Terima kasih".Ucap Kenan
"Mari pak dan bu Anita kan...Mari duduk".
Setelah berbincang sedikit barulah mereka membahas kerja sama mereka dalam pembangunan proyek besar.
Dengan Anita yang menjelaskan dokumen yang sedari tadi ia bahas sesekali Kenan membantunya menjelaskan.
Dari pihak klaiennya merasa puas dengan penjelasan Anita.
"Baik pak Kenan saya suka dengan cara pegawai bapak menjelaskan".Puji orang itu.
"Terima kasih pak Hamdan".Balas Kenan.
Setelah menandatangani surat kontrak kerja Kenan dan Anita meninggalkan tempat itu menuju hotel.
"Istirahatlah, besok kita akan pergi meninjau proyek yang ada di desa daerah sini".Ucap Kenan.
"Baik pak".
Begitulah Anita hanya bisa mengiyakan apa yang diperintahkan atasannya maka dari itu ia termasuk karyawan yang patuh dan sopan.
.
.
.
SEGITU DULU YA UPNYA
SEMOGA SUKA
Jangan lupa dukungannya agar author lebih semangat nulis, tinggalkan like dan vote.
__ADS_1
BERSAMBUNG💚