
SEBELUM LANJUT, PASTIKAN SUDAH MENINGGALKAN LIKE PADA EPISODE SEBELUMNYA YA GUYS.
KOMEN KALIAN SANGAT AUTHOR BUTUHKAN AGAR LEBIH BAIK LAGI.
THANK YOU AND HAPPY READINGš¤
//*
Setelah melewati weekand yang sangat menyenangkan, kini semua kembali ke rutinitas masing masing.Sama halnya dengan Danil beserta keluarga.
Kehadiran Andrian di keluarga Wijaya membuat kesan tersendiri bagi Anita yang kini mengurus dua orang anak tentunya dengan dua karakter yang berbeda. Sungguh Anita sangat menikmati momen baru ini.
Sehabis membantu putrinya bersiap, Anita beralih ke putranya yang akan masuk hari pertama di sekolah baru.
"Gea turun duluan yah, Bunda mau bantu abang dulu".Pinta Anita kepada putrinya langsung mendapat anggukan.
Anita masuk ke kamar putranya."Abang!".Serunya langsung masuk.
Andrian menoleh seraya merapikan dasinya "Iya bunda".
"Sini bunda bantu".Ujar Anita membantu putranya.
Tak butuh waktu lama untuk Andrian bersiap "Coba cek lagi bang, siapa tahu ada yang ketinggalan".Ucap Anita memastikan.
"Semuanya sudah siap bunda, gak ada lagi yang ketinggalan".Balas Andrian yakin.
"Yasudah ayo turun, ayah sama adek udah nungguin".
Tak
Tak
Tak
Keduanya berjalan beriringan menghampiri Danil dan Gea yang sudah duluan bersiap.
Sebelum berangkat mereka menyantap sarapan buatan Anita.
Pagi ini, Anita akan ikut bersama suaminya ke kantor karena akan ada pertemuan para pemegang saham di Wijaya group sedangkan Anita sendiri adalah salah satunya.
Tak butuh waktu yang lama untuk mereka menyelesaikan sarapan. Kini Danil beserta anak anaknya sudah berada di dalam mobil seraya menunggu sang ibunda yang sedang mengambil tas yang kelupaan.
"Ayah cepetan telpon bunda, entar kita telat".Gerutu Gea yang mulai bad mood.
Baru saja Danil hendak membalas ucapan anaknya,Anita sudah muncul dari samping "Maaf yah, tadi bunda tiba tiba kebelet".Kata Anita tak enak hati.
"Gak papa sayang".Timpal Danil segera menyalakan mesin mobilnya.
SD HARAPAN BANGSA
Sebelum berangkat ke kantor, Danil dan Anita terlebih dahulu menghantarkan putranya ke ruang kepala sekolah. "Gea ke kelas duluan yah".Pamit Gea".
"Abang, nanti Gea ke kelas abang yah".Lanjutnya sebelum menyalami satu per satu.
"Iya dek".
"Adek belajar yang baik yah".Kata Anita sebelum melepas kepergian putrinya.
Selepas kepergian Gea, mereka melanjutkan langkah mencari ruang kepala sekolah.
__ADS_1
Sesampai di depan ruang kepala sekolah, mereka langsung di sambut ramah oleh pemilik ruangan "Selamat datang pak Danil dan Ibu Anita".Sapanya ramah.
Mengingat Danil adalah donatur tetap di sekolah itu membuat semua orang segan kepadanya.
"Terima kasih".Balas mereka.
"Silahlam masuk".Pinta kepala sekolah mempersilahkan.
Mereka berbincang sebentar hingga tak lama kemudian muncul seorang guru yang akan mengantar Andrian ke kelas barunya.
"Perkenalkan ini ibu Arin selaku wali kelas Andrian".Jelas kepala sekolah.
Ibu Arin menunduk hormat kepada mereka.
"Bu temani Andrian ke kelas yah".Pinta Kepala sekolah.
"Baik pak".
Sebelum ikut ke kelas, Andrian pamit terlebih dahulu ke orang tuanya karena mereka tak bisa mengantar Andrian sampai ke kelas, mengingat mereka akan segera ke kantor "Sayang belajar yang rajin yah, jangan telat makan, bekalnya sudah bunda masukin ke tas".Ucap Anita
"Iya bunda".
"Kalau ada yang jail sama abang jangan mau kalah yah".Celetuk Danil pukulan kecil dari istrinya.
"Aduh...sayang kok gempar sih".Rintih Danil mendrama.
"Lagian ngajarin anak koo gitu".Omel Anita.
"Yakan biar abang gak di tindas sama orang".Balas Danil membela diri.
"Time to go to class". Terdengar suara bel masuk seketika menghentikan perdebatan kecil mereka.
Sesampainya di kelas,semua murid langsung mengambil tempat masing masing saat melihat wali kelas akan segera tiba.
"Selamat pagi anak anak".Sapa ibu Arin masuk dengan Andrian yang setia mengekor di belakangnya.
"Selamat pagi bu".Seru mereka serempak.
"Pagi ini, kita kedatangan teman baru".Kata ibu Arin
Seketika ruangan menjadi riuh terlebih para perempuan yang seakan terpana dengan ketampatan Andrian
"Semuanya harap diam".Pinta ibu Arin seketika terdiam.
"Ayo nak, perkenalkan diri kamu".Lanjutnya mempersilahkan Andrian maju.
Dengan sikap dinginnya namun terlihat cool, Andrian maju selangkah dengan berani "Halo semua, perkenalkan nama saya Andrian Edmund Wijaya".Katanya singkat.
Perkenalan singkat Andrian membuat teman temannya heboh,pasalnya nama Wijaya tercantum pada namanya.
"Saudaranya Gea".Tebak salah satu dari mereka semakin membuat keadaan semakin heboh
Setelah memperkenalkan diri,Andrian kembali mundur mensejajarkan diri dengan ibu Arin tanpa menanggapi seruan dari teman temannya..
"Sudah sudah semuanya harap diam,Terima kasih Andrian, kamu boleh mengisi bangku kosong yang ada di sana".Ujar ibu Arin.
"Baik bu".Balas Andrian langsung menuju ke arah bangku yang di maksud gurunya.
Andrian duduk di bagian pojok belakang. Karena bangku mereka terpisah jadilah semuanya duduk sendiri sendiri.
__ADS_1
Setelah perkenalan singkat Andrian, barulah mereka kembali ke mata pelajaran.
PARKIRAN SEKOLAH....
Terlepas dari Andrian, Danil dan Anita yang hendak masuk ke dalam mobil seketika menghentikan langkah.
"Mas tunggu".Pinta Anita.
"Ada apa sayang, kita harus segera tiba di kantor".
Tanpa menghiraukan perkataan suaminya, Anita mengedarkan pandangannya seolah mencari sesuatu "Cari siapa sih sayang".Tanya Danil mengikuti arah pandang istrinya.
"Tadi aku melihat Gea mas, teman kerja aku di tempat Benny dulu".Kata Anita .
"Mungkin kamu salah lihat sayang, ayo masuk".Ajak Danil hendak membuka pintu mobil untuk istrinya.
Tak merespon sama sekali, Anita tetap mengedarkan pandangannya. Tak mendapati seseorang yang dicarinya membuat Anita yakin dengan ucapan Danil "Kamu benar mas mungkin aku memang salah lihat".Ujarnya
Mereka segera meninggalkan sekolah anaknya menuju Wijaya group.
Waktu sudah menunjukkan pukul 07:45, 20 menit lagi Rapat para pemegang saham akan segera di mulai namun Danil dan Anita belum juga tiba di kantor.
Terlihat beberapa kali Doni berusaha menghubungi Danil menanyakan posisinya saat ini.
Pip pip piiiippppp
Sering kali Danil membunyikan klaksong untuk pengendara di depannya berharap diberi jalan namun tetap saja, Danil dan Anita kini terjebak macet.
30 menit kemudian
"Don, gue dan Anita terjebak macet lo coba kasih pengertian kepada mereka".Pinta Danil di balik sambungan telepon.
"Oke, gue harap lo cepat sampai, karena gak mungkin kan gue cari alasan terus buat nahan mereka".
"Gue akan segera tiba, sampaikan maafku buat mereka".
Tut...
Danil adalah tipikal orang yang disiplin dan juga sangat menghargai rekan kerjanya.Namun, pagi ini keadaan tak memihaknya ia harus terjebak macet di saat yang tidak tepat.
Para pemegang saham sudah berkumpul di ruang meeting tinggal menunggu Danil dan Anita selaku pemegang saham tertinggi dan kedua. Membuat rekannya menunggu sungguh membuat Danil sangat tak enak hati.
.
.
.
.
.
.
.
..."Perlakukan seseorang sebagaimana kamu ingin diperlakukan"....
JANGAN LUPA LIKE,VOTE,DAN KOMENš¤š„°
__ADS_1