Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#54 Sedikit sinar


__ADS_3

HALO SAHABAT AUTHOR JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE, VOTE, SERTA KOMEN YANG MEMBANGUN YA, AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT BUAT UP


SELAMAT MEMBACA


//*


Tak ada tugas penting yang mesti Anita lakukan sehingga ia bisa pulang cepat hari ini itupun setelah atasannya pulang duluan.


Setelah memastikan tugasnya benar benar selesai, lalu ia membereskan meja kerjanYa barulah Anita turun lewat lift khusus karyawan.


Masih ada sisa waktu 30 menit untuk jam pulang kantor, sebelum benar benar pulang Anita menyempatkan mengunjungi teman temannya di devisi mereka.


Tok tok tok


Ceklek..


"Haiiiii".Sapanya membuat mereka semua mendongak. "Masih banyak ya".Tanyanya lagi melangkah masuk.


"Lumayan sih...Kamu udah mau pulang?".Tanya balik Rosi.


"Iya...Enggak ada yang penting untuk hari ini, pak Kenan juga udah pulang".Ucapnya masih berdiri tepat di depan meja Anisa.


"Bagus dong".Timpal Rudi dari belakang.


"Yaudah aku duluan ya...Mau mampir jenguk Ayu juga".Kata Anita bersiap pulang.


"Iya salam buat Ayu ya...Nanti kalau sempet kita bakal nyusul".Ujar Anisa.


"Iya....Byeeee".


Sampai di loby perusahaan Anita langsung keluar mengambil mobilnya di parkiran.


Pip pipp.


Suara bunyi klakson mobil Anita, kemudian ia menurunkan sedikit kaca mobil tepat di depan satpam "Sore pak".Sapanya.


"Udah mau pulang bu".Tanya Satpam.


"Iya pak..Saya duluan ya".


Pipp


Karena niat awalnya tak ingin langsung pulang karena akan menjenguk Ayu di rumah sakit, tetapi sebelum itu ia menyempatkan untuk mampir ke toko swalayan membeli parcel untuk Ayu.


Beberapa saat kemudian tibalah Anita di rumah sakit tempat Ayu dirawat.


Dengan sebuah parcel di tangannya ia menyusuri lorong rumah sakit hendak naik ke lantai dua.


Ceklek...


"Permisi".Sapanya


Semua yang ada di sana menoleh menatap Anita yang baru masuk tak terkecuali dokter Wahyu yang juga ada di sana.


Ya beberapa saat yang lalu dokter Wahyu datang mengecek perkembangan Ayu dan tepat saat Anita datang iapun selesai memeriksa Ayu.

__ADS_1


"Nit".Ucap Ayu dengan senyum merekah.


"Baik kalau begitu saya permisi...Nanti ada suster yang akan membawa obat untukmu".Pamit dokter Wahyu kemudian berlalu melewati Anita yang masih diam membeku.


"Nit".Kata Ayu mengagetkan Anita "Siniii...Ngapain di situ".


"Ohh iya...Ini aku bawain buah, aku simpan di sini ya".Ucapnya sambil meletakkan buah di atas nakas.


"Eh tante..Tante apa kabar".Sapanya baru menyadari ada mama Ayu di sana.


"Tante baik".Jawab mama Ayu membalas uluran tangan Anita.


Anita kembali beralih ke Ayu "Yang lain mana?".Tanya Ayu.


"Yang lain belum pulang, katanya kalau sempet nanti mereka mampir".Jelas Anita.


"Oh gitu ya, kamu sendiri kok pulang cepat".Tanya Ayu lagi.


"Enggak ada yang penting sih untuk hari ini, jadi bisa pulang cepet".Jawabnya.


"Oh iya kata dokter, sekarang kamu bagaimana?".Tanya Anita serius.


Sebelum Ayu menjawab, mamanya bersuara "Mama keluar dulu ya, Nit tolong jagain Ayu dulu ya, tante mau ke depan".Ucap mama Ayu.


"Iya tante".


"Gimana".Tanya Anita kembali menatap Ayu.


"Kata dokter kalau besok udah baikan bisa pulang".Jawabnya.


Hingga beberapa jam kemudian karena hari sudah malam, Anita pamit untuk pulang kebetulan beberapa menit yang lalu mama Ayu sudah kembali.


####################//*


Lain halnya dengan Danil yang berada di Negara X.


Sudah beberapa minggu ini danil tak masuk kantor, jadinya Doni lah yang menghandle semuanya.


Penampilan yang acak acakan karena keseringan mabok membuat wajah tampannya kini tinggal kenangan.


Danil seperti tak memiliki semangat hidup.


Dua minggu setelah kejadian itu keluarlah keputusan pengadilan bahwa mereka telah resmi bercerai, dan Sandra pun telah mengetahui akan hal itu, sesekali ia menjenguk putranya di Apartemen karena tak ingin pulang ke rumah.


Untuk kedua kalinya Danil menjadi seorang duda.


Aaghhhhhhhhh.


Wanita sialan


B*e**s*k


Tak tau malu


Kira kira seperti itulah umpatan yang sering Danil lontarkan.

__ADS_1


Sandra yang melihat putra semata wayangnya seperti itu merasa iba, ia juga sangat membenci Jessica karena telah membuat putranya seperti itu.


Sedangkan Doni, semakin hari dirinya semakin sibuk karena harus mengurus perusahaan Danil selama Danil tak sehat akal.


S*a*an lo Nil, gini gini kan gue yang repot


Mau sampai kapan kamu seperti ini


Sudahlah ngapain kamu menyianyiakan hidupmu hanya karena wanita ular seperti Jessica itu


Masih banyak tanggung jawab yang harus kamu pegang.


Perusahaan menunggumu bro


Kurang lebih seperti itulah ucapan yang sering Doni katakan kepada Danil disaat dirinya juga ikut stres melihat Danil yang sangat terpuruk.


Tok tok tok


Doni yang sedang berada di Apartemen Danil beranjak hendak membuka pintu.


Ceklek.


"Tante".Serunya.


"Danil gimana Don".Tanyanya langsung masuk


Setelah menutup pintu, Doni ikut mengekor di belakang Sandra "Ya, gak gimana gimana tan, semakin hari Danil semakin persis orang gila".Jawabnya


"Tante juga merasa seperti itu".Tukas Sandra menuju kamar Danil.


Tok tok tok "Nil, ini mama, mama masuk ya".


Sandra membuka pintu kamar Danil dengan diikuti Doni di belakangnya


Di sana Danil sedang berbaring membelakangi pintu.


Sandra duduk di pinggir tempat tidur, meraih kepala putranya mengusap lembut "Nil, kamu dengerin mama".


"Mama sayang banget sama kamu, melihat kamu seperti ini mama ikut tersiksa nak".Ucapnya lirih.


"Mau sampai kapan kamu seperti ini".Lanjutnya sedikit mengusap air mata yang hampir jatuh.


Tak mendapat respon dari Danil, Sandra kembali berdiri "Baiklah Nil, kalau kamu akan tarus seperti ini, mama tidak akan datang lagi mengunjungimu, carilah duniamu sendiri tidak usah memikirkan mama".Ucap Sandra langsung pergi dan Doni juga ikut keluar.


Selepas kepergian mamanya tak terasa air mata Danil terjatuh membasahi bantal di bawah kepalanya.


"Ada apa ini, kenapa aku seperti ini, banyak orang yang sudah aku kecewakan, termasuk mama ". Batinnya


.


.


.


YANG PENASARAN DENGAN KELANJUTAN CERITANYA JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE AGAR AUTHOR SEMANGAT BUAT NULIS EPISOD SELANJUTNYA.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2