
YUK MUTUALAN DENGAN AUTHOR CEK @IJHAAA14
TERIMA KASIH
SELAMAT MEMBACA
//*
Seminggu berlalu
"Bagaimana Nit,apa semuanya sudah siap?".Tanya Arumi di sela sela makan malam mereka.
"Udah semua kok".Balas Anita
Setelah menyelesaikan semua urusan yang berkaitan dengannya, besok pagi ia dan Arumi akan terbang ke Negara X.
Mengenai rumahnya,karena belum ada yang membeli jadinya ia titipkan ke temannya jika sewaktu waktu ada yang berminat dengan rumah itu.
"Teman kamu sudah tau kan kalau kita akan berangkat besok?".Tanya Arumi lagi.
"Iya,tadi aku sudah mengabari mereka, katanya nanti ketemu di bandara aja".Jelas Anita.
"Oh yasudah kalau begitu".Kata Arum
Suami Arumi yang beberapa hari lalu berniat menyusul istrinya ke Negara K ia urungkan karena ada urusan mendadak dan Arumi juga sudah mengabarinya bahwa ia akan segera kembali.
"Aku ke atas duluan ya,mau lanjut beres beres".Pamit Anita selesai membereskan bekas makanan mereka.
"Yaudah,nanti aku nyusul".Kata Arum.
Anita naik ke kamarnya,berniat melanjutkan mengemasi barang barang yang ingin ia bawah.
Setelah selesai,Anita meraih ponselnya kemudian berjalan menuju balkon kamarnya.Anita berdiri menyangga tubuhnya dengan kedua sikunya bertumpu pada besi kemudian menatap lurus ke depan
"Dulu, aku ke sini karena sebuah luka, dan sekarang aku akan kembali karena luka juga".
"Mungkin semua ini sudah menjadi suratan takdir yang harus aku lewati".Tanpa sadar Anita menitikan air mata.
Anita medongak berusaha menahan perih yang ia rasakan.Tanpa sadar sepasang mata yang memperhatikannya dari belakang.
Arumi yang hendak menemui Anita tetapi tak mendapatinya di dalam kamar.Kemudian ia beralih menatap pintu balkon yanh terbuka dan ia yakin bahwa Anita berada di sana.Ia melangkah berusaha tak mengeluarkan suara dan benar saja Anita berada di sana yang ia yakin Anita sedang menangis meski tak bersuara.
Arumi berjalan mendekat,lalu memeluk Anita dari belakang "Aku yakin kamu kuat".Ucap Anita tulus.
Anita sempat tersentak tetapi tak berselang lama,ia menunduk menatap tangan yang kini melingkar di pinggangnya.Kemudian ia memutar tubuhnya lalu masuk ke pelukan sahabatnya "Sakit Rum,sakit banget".Ucap Anita lirih.
"Kamu yang sabar ya, semuanya akan baik baik saja".Kata Arumi.
"Tuhan tau kamu kuat,makanya ia menguji kamu seperti ini".Lanjutnya.
Anita menangis sesegukan dalam dekapan Arumi "Hiks, kenapa harus aku".Ucap Anita lirih.
"Berkali kali aku dibuat kecewa oleh perasaan, disaat aku mulai membuka hati kepada seseorang secara bersamaan aku harus terluka..Hiks".Kata Anita
Arumi melepas pelukannya kemudian memegang kedua bahu sahabatnya itu "Shutt, kamu gak boleh ngomong gitu ya, setelah ini kamu gak boleh lagi menangis kecuali karena bahagia, oke".Ucap Arumi menghapus air mata sahabatnya dengan jarinya.
Anita mengangguk kemudian berusaha untuk tersenyum "Aku pasti bisa".Ucapnya menyemangati dirinya.
"Ya, kamu pasti bisa".Seru Arumi memeluk Anita lagi.
Hingga beberapa saat berpelukan,Arumi melepas pelukannya "Yasudah,kamu istirahat ya besok kita akan melakukan perjalanan jauh".Ucap Arumi.
"Iya, kamu juga ya".
__ADS_1
"Oke,kalau gitu aku keluar ya, selamat malam..Ummuach".Ucap Arumi mengecup singkat pipi Anita kemudian langsung pergi begitu saja.
Melihat kelakuan sahabatnya,Anita hanya menggeleng lalu tersenyum.
Selepas kepergian Arumi, Anita berjalan menuju tempat tidur untuk istirahat. Tak lupa ia mematikan lampu utama kamarnya dan menghidupkan lampu tidur hingga tak lama kemudian ia pun terlelap.
Suasana malam yang sunyi, menemani tidur semua insan yang sedang berlabuh dalam mimpi mereka.
Singkat...
Menjelang pagi.
Suara kicauan burung dengan cahaya sang fajar menembus jendela kamar seorang wanita yang masih enggan membuka mata.
Merasa terusik dengan cahaya matahari,dengan terpaksa Anita membuka matanya.
"Hoaaaam".Anita terduduk kemudian meregangkan semua otot ototnya yang masih kaku.
"Cepet banget, udah pagi aja".Ucap Anita malas kemudian menyibakkan selimutnya lalu berjalan menuju balkon.
Anita menatap sekeliling yang nampak masih sepi "Hari ini aku harus meninggalkan Negara ini".Ucapnya fokus menatap sekeliling.
"Semoga ini awal yang baik".Lanjutnya kemudian kembali masuk tak lupa ia menutup kembali pintu balkon.
Anita menatap jam sebentar lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk bersiap.
Sedangkan Arumi,sudah lebih dulu bersiap dan kini ia sedang menyiapkan sarapan untuknya dan Anita.
Beberapa menit kemudian,turunlah Anita dengan sebuah koper di tangannya tak lupa sebuah tas di bahunya.
Tak tak tak
"Pagi Rum".Sapa Anita setelah meletakkan barangnya di ruang tengah.
"Yes,I am okey".Balas Anita seraya menarik kursi lalu duduk.
"Nih,makan dulu".Ucap Arumi menyerahkan sepiring nasi goreng
"Terima kasih".
"Apa barang barang kamu sudah turun semua?".Tanya Arumi di sela sela makan mereka
"Iya sudah, aku tidak membawa semuanya".Ucap Anita
"Iya,barang yang penting aja".Ucap Arumi.
Hingga setelah selesai makan, mereka bersiap untuk ke bandara mengenakan taxi.Mengenai mobil Anita, beberapa hari yang lalu sudah ia jual.
Sebelum naik,Anita menoleh menatap rumahnya sejenak.Banyak kenangan di sana.
"Ayo Nit".Ucap Arumi yang sudah lebih dulu masuk.
"Oh iya".
Kini mereka meninggalkan rumah Anita,kemudian menuju bandara.
BANDA UDARA HEATWORD
"Terima kasih ya pak".Ucap Anita menyerahkan beberapa lembar uang.
"Sama sama mba".
Anita dan Arumi masing masing menarik koper berjalan menuju tempat barang untuk menyerahkan koper mereka.
__ADS_1
"Anita".Teriak seseorang.
Anita dan juga Arumi menoleh "It mereka".Kata Arumi.
"Hei, sini".Panggil Anita melambaikan tangan.
Terlihat kelima temannya mengenakan setelan kantor berjalan kearah mereka.
"Aaa,Nit aku akan merindukanmu".Ayu langsung memeluk Anita.
"Akupun, aku akan merindukan kalian semua".Ucap Anita.
"Jangan lupakan kami ya Nit".Timpal Rendi.
Anita beralih menatap Rendi kemudian tersenyum "Aku tidak akan pernah lupa dengan kalian semua, kita kan sahabat".Seru Anita.
"Kamu jaga diri baik baik ya".Kata Anisa.
"Iya pasti,kalian juga ya".Balas Anita.
Mereka berpelukan sejenak,sedangkan Arumi hanya diam membiarkan mereka melepas salam perpisahan
"Kamu wanita hebat, aku bangga mengenal kamu".Ucap Rosi
"Kalian juga wanita wanita hebat".Balas Anita
"Aku enggak dong".Timpal Rudi mengundang gelak tawa mereka.
"Kecuali kalau kamu mau jadi wanita".Canda Anita.
"Amit amit deh".Ucap Rudi mengedikkan bahunya.
Hingga beberapa saat kemudian,terdengar suara pemberitahuan menginformasikan bahwa penumpang yang akan menuju Negara X diharapkan segera naik ke pesawat.
"Yasudah,kalau begitu aku pamit ya".Pamit Anita berusaha menahan air matanya.
Semua temannya tak terkecuali Arumi sudah menitikan air mata. "Semoga kamu bahagia Nit".Ucap Ayu mewakili.
"Terima kasih ya atas semuanya".Ucap Anita kemudian memeluk satu per satu temannya tak terkecuali Rendi dan Rudi.
"Kamu berhak bahagia,kita semua berharap setelah ini tak ada lagi air mata kesedihan, oke".Ucap Anisa.
Anita mengangguk seraya menghapus air mata yang sudah jatuh begitu saja.
"Terima kasih ya, karena selama Anita di sini kalian selalu ada untuknya".Ucap Arumi tiba tiba.
"Anita wanita baik, jadi dia pantas diperlakukan dengan baik.....Titip Anita ya".Ucap Anisa mewakili.
"Pasti".
"Aku pergi ya, daaaaa".Ucap Anita melambaikan tangan dan dibalas lambaian tangan juga oleh mereka.
Hingga Anita dan Arumi tak terlihat lagi, mereka semua masih belum beranjak dari tempatnya.
"Hiks, semoga kamu bahagia Nit".Ucap lirih Ayu tak mampu membendung air matanya
.
.
.
To be continue
__ADS_1