Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#67 Senasib


__ADS_3

//*


Wahyu segera mengejar Anita sebelum dia berjalan terlalu jauh.


Saat sampai di dasar bukit, Wahyu menatap sekeliling.Karena sangat ramai sehingga ia sedikit sulit menemukan Anita.


Tetapi,beberapa menit kemudian, netra Wahyu menangkap sosok Anita yang sedang menangis di pinggir trotoar yang dekat dari bukit.


Segera Wahyu menghampiri "Nit".Panggilnya.


Anita yang melihat Wahyu,hendak pergi dari sana tetapi ia kalah cepat. Wahyu segera menahan tangan Anita agar tidak pergi.


"Kamu salah paham Nit".Ucapnya.


Anita menatap Wahyu geram "Salah paham apa? Semua sudah jelas, jadi aku mohon jangan ganggu aku lagi mas, pikirkan juga istrimu".Jawab Anita sambil menitikan air mata.


"Plis jangan menangis".Pinta Wahyu yang tidak tega.


Anita menunduk tak sanggup menatap Wahyu "Istriku sudah meninggal Anita".Jelas Wahyu membuat Anita mendongak.


"Maksud kamu?".


"Iya, aku memang sudah pernah menikah, tapi beberapa tahun lalu ,istriku meninggal".Jelas Wahyu lagi, menampakkan raut kesedihan di wajahnya.


"Kenapa tidak bilang dari tadi".Kini Anita yang merasa bersalah.


"Bagaimana aku mau bilang coba? sedangkan kamu langsung marah marah".Ejek Wahyu


Anita jadi salah tingkah sekaligus malu "Maaf".Hanya kata itu yang terlontar dari mulutnya.


Angin malam semakin terasa "Kita ke mobil yuk, di sini dingin".Ajak Wahyu dan Anita hanya mengangguk patuh.


Saat sampai di mobil, Wahyu menatap Anita serius "Kenapa lihat lihat".Protes Anita yang memang sedang menahan malu.


"Kamu jelek tau kalau cemberut gitu".Canda Wahyu mengacak rambut Anita.


Tiba tiba Anita menatap Wahyu serius "Sekali lagi maaf ya, tadi aku salah paham".Ucap Anita memelas.


"Iya, wajar sih kamu marah".


"Oh iya tadi kamu bilang apa pas di bukit?".Tanya Wahyu pura pura memancing


"Apa?".Anita bingung.


"Masa gak ingat sih, tadikan kamu bilang sudah menerima aku dalam hidupmu".Jelas Wahyu dan lagi lagi membuat Anita tersipu mengingat perkataannya sendiri


"Aduh, Anita kamu bodoh banget sih, jadinya malu sendiri kan".Ucap Anita dalam hati merutuki kebodohannya


"Kok diam".Tanya Wahyu.


Anita tersentak "Oh, enggak kok, pulang yuk".Ajak Anita.


"Tapi jawab dulu, emang iya kamu mulai menerima aku dalam hidupmu?".Tanya Wahyu serius.


"Udah lupain aja".


Sepertinya Anita enggan untuk membahasnya, Wahyu memilih tidak bertanya soal itu lagi.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, mereka memilih pulang karena sudah larut malam.


Di tengah perjalanan, tiba tiba Anita meminta Wahyu berhenti "Mas singgah sebentar".


"Kenapa?".Tanya Wahyu masih fokus menyetir.


"Udah singgah aja sebentar, aku mau bicara".


"Yaudah bicara aja".Jawab Wahyu masih enggan menghentikan mobilnya.


Anita menjadi kesal "Aku serius".


Kiiiikkkkkkkkk


Wahyu segera menghentikan mobilnya melihat wajah serius Anita "Yaudah mau ngomong apa?".Tanya Wahyu.


Hufffffgh."Sebenarnya aku juga sudah pernah menikah mas".Ucap Anita langsung.


"Serius?".


"Iya aku serius".


"Kok sama ya, jadi suami kamu juga udah meninggal?".Tanya Wahyu lagi


Hahahhaa.Tawa Anita pecah


Wahyu yang melihat Anita tertawa jadi tersenyum "Enggak lah, dia masih hidup, kita memang memutuskan bercerai".Jelas Anita setelah berhenti tertawa.


"Oh kirain udah meninggal juga".


Wahyu kembali melajukan mobilnya "Sudahlah, masa lalu biarkan jadi kenangan dan pelajaran".Ujarnya.


Wahyu menoleh sejenak lalu kembali fokus menyetir "Ya, mungkin itu cara Tuhan mempertemukan hambanya".


"Gitu ya".


"Iya"


"Setiap orang itu memiliki masa lalu, begitupun aku dan juga kamu, tugas kita sekarang menata masa depan".Ujar Wahyu lagi dan Anita hanya menyimak.


"Kau tau? aku juga pernah hampir memiliki anak, tapi dia juga memilih meninggalkanku, dia pergi bersama dengan ibunya".Cerita Wahyu.


Anita menoleh melihat raut kesedihan di wajah Wahyu "Mas kuat banget sih".Ucap Anita terharu.


"Kamu sendiri?".Tanya Wahyu balik.


"Apa?".


"Kok bisa pisah sama mantan suami kamu?".Tanya Wahyu penasaran


Anita kembali menatap lurus ke depan "Pernikahan kami memang berawal dari perjodohan, hingga berjalan beberapa bulan, Jessica hadir menghancurkan semuanya".Jelas Anita tak kalah sedih.


"Jessica?".Tanya Wahyu mengingat sesuatu


"Iya Jessica, kau mengenalnya?".


Wahyu jadi gelagapan "Oh tidak tidak, aku tidak mengenalnya".

__ADS_1


"Seketika semuanya hancur, termasuk perjuanganku mempertahankannya".Lanjut Anita.


"Kau mencintainya?".Tanya Wahyu.


"Itu dulu, tapi seiring berjalannya waktu, aku berusaha untuk melupakannya termasuk cintaku padanya".Tutur Anita.


"Sudahlah, dia sudah punya dunianya sendiri, dan kaupun begitu".Kata Wahyu.


Beberapa saat saling menceritakan masa lalu, kini mobil Wahyu berhenti tepat di depan rumah Anita.


Saat hendak turun "Nit".Panggil Wahyu.


Anita menoleh lalu menatap tangan Wahyu yang menggenggamnya "Aku hanya ingin kamu selalu tersenyum dan tak ada lagi kesedihan ya".Pinta Wahyu serius.


Anita mengangguk "Kamu juga".Kemudian keluar dari mobil.


Setelah mobil Wahyu melenggang pergi, Anita masuk ke dalam rumahnya langsung membersihkan diri.


Saat selesai membersihkan diri, Anita duduk termenung di depan cermin "Mas Wahyu orang yang baik".


Sedangkan Wahyu, setelah mengantar Anita pulang, ia singgah sebentar di rumah sakit karena ada pasien yang harus ia periksa.


Wahyu masuk ke dalam ruangannya


Tok tok tok


"Masuk".


"Permisi dok, pasien yang ada ICU ingin diperiksa".Kata suster


"Baik, saya akan ke sana".Balas Wahyu.


Setelah mengambil peralatannya, Wahyu menuju ruang ICU.


Segera Wahyu memeriksa pasiennya "Sus, pasien sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat".


"Baik dok".


Saat akan keluar, tiba tiba Wahyu berpapasan dengan dokter Dini "Malam dokter Wahyu".Sapa dokter Dini.


"Malam".


"Lembur ya dok".Tanya dokter Dini lagi.


"Enggak kok, habis ini saya mau pulang".Jelas Wahyu merasa risih.


"Boleh aku numpang dengan dokter gak?".Tanya Dini tak tau malu.


Wahyu menjadi bingung "Aduh maaf ya dok, tapi saya mau mampir ke suatu tempat dulu".Bohong Wahyu.


Mendapat penolakan dari Wahyu membuat Dini kesal. "Susah amat sih di deketin ni dokter".


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2