
HAI SOBAT KHA,
TETAP BANTU SUPORT KARYA INI YAH SAMPAI TAMAT, JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DI KOLOM KOMENTAR, LIKE DAN VOTE.
TERIMA KASIH MASIH BERTAHAN SAMPAI TITIK INI YAH
... "*Di dunia ini banyak sekali orang baik, jika kamu tak menemukannya maka jadilah salah satunya"....
@ijhaaa14*
HAPPY READINGš„°ā¤
//*
Beberapa hari berlalu selepas membuat janji temu, Danil mendapat kabar dari Siska bahwa Benny sudah berada di kantornya.
Danil dan Doni yang sedang berada di luar kantor karena suatu urusan langsung kembali agar segera menemui sahabatnya yang sudah lama tak bertemu.
"Kata Siska Benny sudah di kantor".Ucap Doni fokus menyetir.
"Yasudah, kita langsung ke kantor".Pinta Danil langsung mendapat anggukan dari Doni.
DI TEMPAT ANITA.
Toko baju yang selama ini Anita tekuni beberapa tahun lalu kini selalu ia serahkan kepada tangan kanannya. Sangat jarang Anita turun tangan,hanya saja cukup memantau dari jauh.Tak dipungkiri dari tahun ke tahun tokonya semakin berkembang dengan pesat hingga sudah memiliki pabrik kain sendiri sehingga bisa memproduksi baju sendiri tanpa tangan pertama maupun ke dua.
Setelah cukup lama tak turun langsung ke lapangan, kini perdana Anita akan berkunjung ke toko pusat karena dua bulan lagi toko yang awalnya hanya toko biasa akan menjadi sebuah perusahaan karena ketekunan pemiliknya, bahkam sudah memiliki banyak cabang.
Setelah mengantar anak anaknya ke sekolah, Anita langsung bersiap menuju tokonya.
"Selamat datang kembali bu".Sapa Ainun selaku tangan kanan Anita yang telah menggantikan posisi Arumi beberapa tahun lalu karena harus ikut dengan suaminya.
Selama ini, beberapa orang hanya tau nama pemiliknya namun belum tau bentuk rupanya.
"Terima kasih Nun".Balas Anita ramah.
Dengan setia, Ainun menemani Anita yang hendak ke ruangannya.
"Saya mau lihat laporan mulai 3 tahun lalu Nun".Pinta Anita seraya duduk di kursi kebesarannya.
Dengan sigap Ainun menyerahkan sebuah dokumen yang di minta Anita.Lembar demi lembar Anita memeriksanya dengan teliti.
Hingga entah lembar ke berapa terlihat kening Anita berkerut semakin memperjelas penglihatannya.
"Ada apa bu".Tanya Ainun heran,pasalnya sebelum Anita datang ia sudah mengecek semua laporan toko.
Anita mendongak "Coba kamu lihat ini deh".Ujar Anita. Ainun mencondongkan tubuhnya sedikit mendekat.
"Apa ada kesalahan bu?".Tanya Ainun bingung.
"Di bulan Oktober, pemasukan masih terbilang 45% tapi kenapa awal bulan November sangat naik drastis menjadi 90%".Tanya Anita heran.
"Terus apa yang salah bu, malahan lebih bagus kan".Tanya balik Ainun semakin bingung.
"Sangat mengejutkan loh Nun, dari sekian banyaknya laporan pemasukan, baru kali ini saya melihat kenaikan drastis dalam jangka waktu yang sebentar". Tutur Anita terkejut.
"Iya bu, jujur sih awalnya saya juga sempat terkejut melihat laporan tahun itu, tapi saat saya dengar langsung dari manager di kantor cabang di Surabaya baru deh saya benar benar yakin".Jelas Ainun membuat Anita mangguk mangguk.
Anita kembali meneruskan memeriksa laporan lainnya.
__ADS_1
"Oh ya, persiapan untuk peresmian nanti sudah berapa persen".Tanya Anita menutup dokumen terakhir yang ia periksa.
"Sudah 80% bu, kami tinggal menunggu informasi dari pihak pak Danil mengenai kerja sama awal kita nanti bu".Jelas Ainun.
"Kalau soal itu, nanti saya bicarakan langsung dengan pihak sana".
Mengenai pengalihan pabrik menjadi perusahaan tidaklah mudah, namun demi mendukung usaha istrinya, tentu perusahaan Danil yang notabenenya perusahaan yang memiliki perngaruh besar harus ikut andil membantu.
Setelah beberapa jam kunjungan, Anita harus kembali menjemput anak anaknya di sekolah.
"Kalau ada sesuatu, langsung saja kabari saya yah, saya percaya sama kamu".Ucap Anita langsung meninggalkan tempat.
BACK TO DANIL..
"Hei bro lama banget enggak lihat wujud loh apa kabar men".Seru Danil langsung memeluk sahabatnya.
"Seperti yang lo lihat".Ujar Benny membalas pelukan Danil.
Kemudian bergantian dengan Doni melakukan hal yang sama.
"Bagaimana kabar anak istri loh".Tanya Doni
"Mereka baik, anak gue udah dua lo Don sedangkan loh emaknya aja belum ada".Kata Benny
"Masih betah sendiri lo Don".Ejek Benny lagi
"Belum nemu yang cocok".Timpal Doni santai.
"Kelamaan lo, Nil sanah cariin buat dia".Pinta Benny
"Gue udah suruh bini gue buat comblangin ke teman temannya".Kata Danil.
"Padahal banyak banget loh yang nawarin diri jadi pacar dia Ben".Celetuk Danil tak hentinya memojokkan sahabatnya.
"Jangan jangan lo gak suka sama cewek yah".Ujar Benny penuh selidik.
"Sialan lo, gue masih normal".Bantah Doni mendapat gelakan tawa dari keduanya.
Terlepas dari Doni yang selalu menjadi bahan candaan mereka, kini bisnis yang menjadi topik utama.
"Bagaimana dengan perusahaan loh yang di sana?".Tanya Doni.
"Enggak tau sih, gue cuman pengen fokus yang di sini aja".Jelas Benny.
"Yaudah kita lanjutin kerja sama yang kemarin, bagaimana?".Tawar Danil tentu tak mendapat penolakan.
"Tujuan gue emang itu sih".Benny.
"Tentunya sangat menarik juga jika Benny menjadi salah satu penanam saham di perusahaan Anita nanti".
Senyum Danil seketika terbit "Ide yang bagus".
"Anita sudah punya perusahaan?".Tanya Benny memastikan.
"Bentar lagi".Ujar Danil
"Maksud loh?".Benny merasa bingung.
"Bentar lagi Anita mengadakan peresmian pengalihan perusahaan".Jelas Doni
__ADS_1
Benny malah semakin bingung
"Tunggu tunggu, gue gak ngerti deh".
"Jadi begini.......".Dengan rinci, Danil menceritakan awal mula hingga akan menjadi sebuah perusahaan yang bergerak di bidan fhasion.
"Wow, istri lo hebat".Takjub Benny setelah mendengar penuturan dari Danil.
"Iyalah, suaminya aja hebat masa istrinya enggak".Seru Danil sedikit menyombong.
"Pamer lo".Celetuk Doni menjitak kening Danil membuat sang empunya meringis.
"Sialan lo Don, mau gue pecat hah".Ancam Danil seraya mengusap keningnya.
Mendengar ancaman dari Danil malah membuat Doni melipat kedua tangannya dengan santai "Emang gue pikirin".
"Oh jadi benar, lo mau gue pecat".
"Pecat aja, gue gak takut".Tantang Doni seketika bantal sofa melayang ke arahnya mendarat tepat di wajahnya.
Cukup lama mereka berbincang, tanpa sadar waktuu makan siang tiba.
Mereka berencana ingin makan siang di luar kantor, namun sebelum itu Danil menyempatkan tuk mengabari istrinya karena takutnya Anita akan menyusulnya bersama anak anak ke kantor.
"Sayang, aku makan siang di luar bareng Doni dan Benny yah kamu gak usah ke kantor, langsung pulang aja kalau habis jemput anak anak".Tulis Danil dalam sebuah pesan.
Ting..
Tam butuh waktu lama untuk Anita membalas pesannya
"Iya mas, kalau gitu aku langsung pulang yah".Balas Anita dalam sebuah pesan
"Satu lagi mas,tolong bilang ke pak Benny aku titip salam buat kak Mega yah".Tulisnya lagi
Setelah mengirim pesan ke istrinya, kini mereka meninggalkan Wijaya Group.
"Lama banget yah kita gak jalan bertiga kayak gini".Ujar Benny di tengah perjalanan mereka.
"Elo sih, malah pindah ke Luar Negeri".Celetuk Doni.
Tak berselang lama, tibalah mereka di sebuah restoran khas Jepang.
.
.
.
.
.
.
SAMPAI JUMPA DI EPISODE BERIKUTNYA
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE, VOTE, DAN KOMEN YAH
THANK YOU AND HAPPY READINGš„°ā¤
__ADS_1