Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#149 Babak baru


__ADS_3

HALLO SAHABAT KHA, TERIMA KASIH SELALU SUPORT AUTHOR HINGGA SAAT INI.


PANTENGIN TERUS YA


@ijhaaa14


HAPPY READINGā¤šŸ„°


//*


Kedua sahabat yang telah terpisah oleh jarak dan waktu kini dapar bersatu kembali. Keadaan yang memaksa untuk berpisah,namun takdir yang kembali menyatukan mereka.


Arumi dan suami, mengiyakan ajakan Danil dan Anita untuk tinggal satu kompleks dengan mereka sehingga sangat menguntungkan bagi kedua wanita tersebut.


"Rum, jalan yuk mupung wekeend nih".Tulis Anita dalam sebuah pesan untuk sahabatnya.


Seraya menunggu balasan dari pesannya, Anita menuruni anak tangga menuju dapur hendak membuat sarapan untuk keluarganya.


Tak


Tak


Tak


"Pagi Nyonya".Sapa Bi Marni sedang mencuci piring.


"Pagi Bi".Balas Anita langsung menuju kulkas.


"Mau masak apa nyonya, biar saya bantu".Tanya Bi Marni yang masih sibuk dengan piring piringnya.


"Nasi goreng aja bi, sekalian saya mau buat banyak agar semuanya kebagian".Kata Anita yang sedang mengeluarkan beberapa bahan dari kulkas.


Melihat itu, Bi Marni langsung menghentikan cucian piringnya dan hendak mengambil alih bahan bahan yanh ada di tangan Anita.


"Biar bibi saja nyonya".Ujar Bi Marni.


"Gak usah bi, bibi tolong ambilin sosis sama telur aja di kulkas yang satunya".Kata Anita seraya meletakkan bahan makanan di meja.


"Baik nyonya".


Dengan telaten, Anita bertempur di dapur tanpa takut tangannya lecet sedikit pun.Bi Marni hanya membantu menyiapkan bahan bahannya dan sisanya Anita yang mengerjakan.


Setelah beberapa menit membuat nasi goreng dengan porsi besar, Anita segera mencuci tangannya kemudian melepas apron yang melekat di tubuhnya.


"Saya ke atas dulu ya bi, bibi panggil yang lain buat sarapan".Ucap Anita hendak menemui suami dan anak anaknya.


"Siap nyonya".


Sebelumnya, sarapan untuk Anita dan keluarga sudah di tata di meja makan sedangkan untuk para pelayan dan lainnya dipersilahkan untuk mengambil sendiri kemudian kembali ke belakang untuk makan bersama di sana.


Anita menemui kedua anaknya terlebih dahulu.


Clek...


"Abang".Seru Anita mengedarkan pandangan ke dalam kamar putranya.


"Kok gak ada".Gumam Anita


Tak mendapati sosok yang di carinya, Anita beralih ke kamar putrinya


Tok tok tok


"Adek".Panggil Anita dari luar.


Clek...


Pintu kamar putrinya terbuka


"Loh, abang".Kening Anita berkerut mendapati putranya yang membuka pintu.


"Pagi bunda".Sapa Andrian.


"Iya sayang, sejak kapan abanh di kamar adek".Tanya Anita lembut


"Baru aja kok bunda, tadi abang mau ngajakin adek turun biar bunda gak capek capek lagi panggil kita".Jelas Andrian.


Anita mangguk mangguk seraya tersenyum mendengar penuturan putranya "Baik banget anak bunda, yasudah adek mana?".


"Adek di sini bunda".Muncullah Geandra dari belakang abangnya dengan rambut yang masih sedikit basah di biarkan terurai membuatnya terlihat semakin manis.


"Udah mandi ternyata".Tangan Anita terangkat mengelus pipi gembul putrinya.


"Udah dong, tadi abang yang maksa biar adek cepat mandi".


"Adek malas mandi bunda".Celetuk Andrian


"Iih abang, adek gak malas mandi loh ya".Protes Geandra.


"Tadi aja, susah banget di suruh mandi".Ucap Andrian tak mau kalah.


"Abang aja tuh yang suka maksa maksa".Kekeh Geandra.


"Adek yang....."

__ADS_1


"Ko ribut sih".Belum sempat Andrian melanjutkan ucapannya, tiba tiba Danil muncul di samping istrinya.


Anita menoleh tersenyum ke arah suaminya "Mereka ngeributin apa sayang".Tanya Danil meraih mesra pinggang istrinya.


Geandra dan Andrian yang melihat kedua orang taunya sedang bermesraan serempak menutup kedua matanya dengan telapak tangan.


"Ayah sama bunda jahat banget sih".Celetuk Geandra masih dalam mode menutup mata.


Danil dan Anita saling tatap "Jahat kenapa sayang".Jawab keduanya serempak.


"Mesra mesra di depan jomblo".Kini Andrian yang bersuara.


"Hahahahaha".Seketika tawa mereka pecah mendengar ucapan putranya.


"Tau apa kalian soal jomblo jombloan hah".Tanya Danil sebisa mungkin menahan tawanya.


"Belum punya pasangan kan".Kata Andrian begitu saja.


Niat Anita hanya ingin mengajak suami dan anak anaknya untuk sarapan harus tertunda karena tingkah konyol mereka.


Setelah beberapa menit, barulah mereka turun untuk menyantap sarapan yang sudah mulai dingin.


Ting...


Suara pesan masuk dari handpone Anita di sela sela makannya.


"(Boleh, aku tunggu di rumah ya)".Balasan pesan dari Arumi.


Setelah membaca pesan dari sahabatnya, Anita kembali meletakkan handpone dan melanjutkan makannya.


"Mas, aku mau izin keluar bareng Arumi boleh yah".


"Mau ke mana sayang".Tanya Danil.


"Paling keliling kulineran atau enggak belanja".


"Yasudah boleh, tapi enggak boleh sampai malam".


"Iya mas".


Setelah menyelesaikan sarapannya, Anita kembali membereskan meja makan bekas mereka dengan di bantu oleh kedua anaknya.


Berhubung karena weekand, Anita membiarkan para pelayan dan lainnya istirahat.


"Hari ini abang sama adek, ada kegiatan apa?".Tanya Anita


Andrian dan Geandra yang sedang sibuk menata piring bersih di tempatnya langsung menoleh ka arah bundanya.


"Di rumah aja deh bunda, adek banyak pr".Kata Geandra.


Kening Anita berkerut "Belajar apa bang?".


"Bisnis".Jawab Andrian singkat.


Mata Anita seketika membulat, bagaimana mungkin di usia anaknya yang masih sangat muda sudah tertarik dengan dunia bisnis "Abang serius?".


Andrian mengangguk yakin "Dua rius bunda".


"Sejak kapan bang".Tanya Anita masih terkejut.


"Baru sih bun".


Meski sempat terkejut mendengar pengakuan dari putranya namun tak di pungkiri Anita tentu senang anaknya tertarik dalam dunia bisnis.Meskipun begitu, Danil dan Anita akan membiarkan anak anaknya memilih bidangnya masing masing tanpa paksaan dari mereka.


"Yaudah kalau kalian maunya di rumah, bunda yang mau jalan jalan bareng tante Arumi".


Setelah menyelesaikan masalah dapur, Anita menuju ke kamarnya untuk bersiap membiarkan kedua anaknya melakukan kegiatannya masing masing.


//*


HOME ARUMI...


Tak butuh waktu lama, Anita sudah tiba di depan rumah Arumi.


Pip pip...


Anita memilih menunggu di dalam mobil agar tidak buang waktu pikirnya. Hingga tak berselang lama, Arumi keluar dengan setelan santainya langsung menuju ke arah Anita.


Brak...


"Mau kemana nih".Tanya Arumi setelah masuk ke dalam mobil.


"Keliling dulu aja, sambil mikir".


"Yaudah lets go".Seru Arumi.


Dengan santai, Anita menancap gas mobilnya meninggalkan kompleks perumahan elit itu menuju ke jalan besar.


Di sela sela perjalanan mereka, Anita memutar musik kesukaannya dengan Arumi saat masih awal meniti karir.


BAHAGIA


cinta kita terlukiskan sempurna

__ADS_1


Yakinkan ku tuk selamanya


Tak pernah terbayangkan


Bahwa pada akhirnya


Usai sudah kisah kita


Kukira aku akan jadi satu satunya


Ternyata aku bukan hanya salah satunya


Haruskah ku bahagia


Melihat kau bahagia


Sementara tak kurasa bahagia


Mana mungkin bisa


Haruskah kupaksa bahagia


Bila hati tak merasa bahagia


Tak pernah terbayangkan


Bahwa pada akhirnya


Usai sudah kisah kita


Kukira aku akan jadi satu satunya


Ternyata aku bukan hanya salah satunya


Haruskah ku bahagia


Melihat kau bahagia


Sementara tak kurasa bahagia


Mana mungkin bisa


Haruskah kupaksa bahagia


Bila hati tak merasa bahagia


Senyum yang kau lihat


Semata ku buat


Hanya untuk menutupi lukaku ini


Kau tinggalkan pergi ku patah hati


Kau ingin Kembali ku jatuh lagi


Berkali kali


Haruskah ku


Melihatnya


Sementara tak kurasa Bahagia


Mana bisa


Sementara yang kurasa kecewa


Haruskah ku bahagia


Melihat kau bahagia


Sementara tak kurasa bahagia


Mana mungkin bisa


Haruskah kupaksa bahagia


Bila hati tak merasa bahagia


Ku pasang raut bahagia


Biar kau anggap ku bahagia


.


.


..


.


Hayo siapa yang ikutan nyanyi bareng Anita dan Arumi, tukia di komen ya

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2