
LANJUT YA
//*
Satu bulan berlalu
Berhari hari Anita hanya berdiam diri di rumah. Danil sangat protektif terhadapnya meski hanya hal kecil apapun seperti saat akan mengambil air minum di dapur.
Danil tak membiarkan Anita melakukan pekerjaan apapun sehingga itu membuat Anita bosan.
Namun, hari ini Anita berniat untuk kembali ke kantor. "Mau kemana?".Tanya Danil tiba tiba dari kamar mandi melihat Anita sudah rapi.
Anita menoleh "Ke kantorlah, mau kemana lagi".Balas Anita seraya merapikan kerah bajunya di depan cermin.
"Tidak boleh".Tukas Danil
"Kenapa?".Tanya Anita menghadap penuh kepada Danil.
"Kamu di rumah aja, kamu baru sembuh sayang".Melas Danil
"Tapi aku bosan di rumah terus, lagian aku udah lama gak ketemu Gea dan lainnya juga".Ucap Anita memelas
"Kamu bukan lagi karyawan di kantor Benny".Kata Danil datar.
"WHAT!!".Pekik Anita.
Danil menutup kedua telinganya mendengar pekikan istrinya "Jangan teriak teriak sayang".
"Kenapa bisa aku bukan lagi karyawan di sana".Tanya Anita serius.
"Beberapa hari yang lalu aku mengirim surat pengunduran diri kamu".Jelas Danil begitu saja.
"Enggak bisa begitu dong, itukan tanpa sepengetahuan".Ucap Anita kesal.
"Buat apa kerja di kantor orang kalau suami kamu punya kantor sendiri".Kata Danil
"Lagian kamu punya hak atas sebagian saham aku sayang".Lanjut Danil.
"Tapi....."
"Enggak ada tapi tapi oke, kamu istirahat saja di rumah biar aku yang kerja".Potong Danil
Anita memajukan bibirnya membuat Danil tersenyum geli "Kamu makin cantik deh kalau kayak gitu".Danil mengacak rambut istrinya membuat Anita semakin kesal.
"Iih kebiasaan deh, berantakan kan jadinya".Kesal Anita seraya merapikan kembali rambutnya.
"Udah, sekarang kamu ganti baju. Aku ingin mengajak kamu ke suatu tempat".Pinta Danil
"Mau kemana?".Tanya Anita penasaran.
"Entar juga kamu tau sendiri, sana ganti baju dulu. Enggak usah dandan ya".Ucap Danil.
"Kenapa gak usah dandan".Tanya Anita lagi
"Kamu suka kalau kamu natural, yaudah sanah".
"Iya".Dengan malas Anita melangkah masuk ke walk in closet.
Danil tersenyum kecil melihat tingkah gemas istrinya itu.
########
"Kita mau kemana sih".Tanya Anita saat berada di dalam mobil.
Kini kedua pasutri itu sedang berada di dalam mobil hendak menuju ke suatu tempat.Sebelumnya Danil sudah menghubungi Doni bahwa ia tak masuk hari ini.
__ADS_1
"Udah tenang saja, kamu bakan tau nanti".Balas Danil tersenyum.
Mobil mereka kini melewati jalan yang dikelilingi pepohonan yang sangat rindang, hanya beberapa rumah warga yang mereka lalui.Suasana yang sangat tenang sangat jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Beberapa jam mereka lalui membuat Anita tertidur pulas dalam mobil. Sesekali Danil mengusap kepala istrinya seraya tersenyum simpul.
Hingga mobil mereka berhenti di sebuah rumah sederhana yang dikelilingi taman bermain. Beberapa anak anak yang sedang bermain di sana.Di depannya terlihat jelas papan yang bertuliskan Pondok Kasih.
"Sayang bangun, kita sudah sampai".Pelan Danil membangunkan istrinya sebisa mungkin tidak mengejutkannya.
"Ayo bangun".Danil menepuk pelan pipi istrinya.
Hingga Anita terbangun "Sudah sampai ya".Anita menatap sekeliling merasa asing dengan tempat itu. "Kita di mana?".Tanyanya.
"Ayo kita turun dulu".Ajak Danil
Akhirnya mereka turun, seketika mereka dikerumuni anak anak yang sedang bermain di taman "Papa baik, papa baik".Teriak mereka girang.
"Papa baik, ke mana aja".Tanya salah satu dari mereka
Danil berjongkok mensejajarkan badannya dengan anak kecil itu "Maafin papa baik ya, baru bisa jengukin kalian lagi".Ucap Danil tulus
"Tapi papa punya hadiah buat kalian".Kata Danil membuat semuanya bersorak.
"YEEAAYYYY, HADIAH".Girang mereka serempak.
Tanpa sadar Anita tersenyum melihat sikap Danil yang sangat dekat dengan anak ank itu.
"Papa baik, kakak cantik itu siapa?".Tanya salah satu dari mereka
Danil menoleh menatap Anita tersenyum "Oh iya, kenalin kakak cantik ini istri papa. Kalian bisa memanggil dia mama Nita".Kata Danil kepada mereka
"Haloo mama Nita".Sapa mereka serempak.
Anita tersenyum "Hei, salam kenal ya semuanya".Balas Anita ramah.
"Ada di dalam papa baik, ayo kita masuk".Ajak mereka
"Ayo sayang".Danil meraih sebelah tangan istrinya dan mengajaknya masuk.
Tiba di dalam, Danil dan Anita langsung duduk. Sementara salah satu dari mereka pergi memanggil pengurus mereka.
"Ehh nak Danil, sudah lama?".Sapa mbo Narti
"Belum lama kok mbo, Oh ya kenalin ini istri saya mbo, sayang kenalin ini mbo Narti dia yang mengurus anak anak di sini bersama dengan suaminya".
"Onde mande, cantik kali kau nak, kenalin mbo Narti".Sapa mbo ramah
"Anita mbo".Balas Anita.
"Gimana keadaan pondok mbo".Tanya Danil
"Seperti yang nak Danil lihat, semua baik baik saja".Jelas mbo Narti
"Syukurlah kalau begitu mbo, oh ya ada sedikit oleh oleh buat anak anak di mobil tolong kasih tau mang dadang buat ambilin ya".Pinta Danil
"Waduh setiap kali nak Danil ke sini pasti bawa sesuatu, yasudah mbo ke belakang dulu panggil mang dadang ya, sekalian mbo mau masak".Pamit mbo Narti.
"Iya mbo".
Selepas kepergian mbo Narti, Danil mengajak istrinya untuk berjalan jalan mengelilingi pondok.
Mereka berjalan beriringan, sesekali menyapa anak anak yang mereka lalui sedang asik bermain.
Anita merasa tenang menatap anak anak yang masih sangat kecil itu tertawa lepas seakan tak memiliki beban.
__ADS_1
Hingga mereka memilih istirahat di sebuah bangku yang berada di bawah pohon.
Anita menatap serius anak anak yang sedang bermain sesekali ia tersenyum ketika melihat tingkah lucu dari mereka.
"Kamu senang berada di sini?".Tanya Danil.
Anita mengangguk "Iya mas, kamu sering main ke sini?".Tanya Anita balik.
Danil tersenyum lalu menatap mereka bermain "Setiap weekend aku selalu menyempatkan diri main ke sini, meski hanya sekedar mampir yang jelas aku menemui mereka".
"Sejak kapan kamu sering main ke tempat seperti ini?".Tanya Anita lagi
"Setelah aku pulang dari Negara K. Saat itu aku bertemu dua anak kecil di bandara yang sedang terduduk di pojok menahan lapar kemudian malamnya aku bertemu mbo Narti dan suaminya di pinggir jalan yang katanya saat itu rumahnya baru saja di sita".
"Mulai saat itu aku berpikir untuk membangun sebuah pondok untuk tempat anak anak yatim piatu yang berada di jalanan, dan mbo Narti dan suaminya sebagai pengasuh mereka.".Jelas Danil
"Jadi pondok ini punya kamu?".Tanya Anita serius
Danil tersenyum "Punya mereka semua sayang, aku hanya membantu mereka untuk memiliki tempat tinggal yang layak".
Anita terharu hingga tak sadar ia mengeluarkan air mata "Kamu kenapa?".Danil panik melihat istrinya mengeluarkan air mata
Anita menggeleng lalu masuk ke dalam pelukan suaminya. Ia tak nyangka suaminya memiliki hati yang sangat mulia.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue