Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#93 Kenapa Kamu Pergi?


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


//*


Menempuh perjalanan yang cukup jauh, tak membuat Anita beralih menatap jauh keluar jendela pesawat dengan tatapan yang kosong.


"Aku benar benar kembali".Batin Anita


Arumi yang tiba tiba terbangun,tak sengaja menoleh menatap Anita "Nit, kamu baik baik saja kan".Tanya Arumi memegang sebelah tangan Anita.


Anita menoleh lalu mengangguk "Iya, aku baik baik saja".Ujarnya dengan senyum dipaksakan.


"Yasudah, yakinlah semuanya akan baik baik saja oke".Ucap Arumi


Anita mengangguk "Iya". Anita kembali menatap keluar jendela.


Hingga tiba saatnya, pesawat telah mendarat di bandara Soekarno Hatta.


Sesuai arahan dari para crew, Anita dan Arumi ikut turun seperti penumpang lainnya.


Setelah turun, Anita menatap sekeliling "Akhirnya aku kembali menginjakkan kaki di tanah ini".


"Ayo Nit".Ajak Arumi.


Mereka berjalan beriringan menuju tempat pengambilan barang.


Setelah mengambil barang, mereka langsung menuju rumah Anita menggunakan taxi.


"Mau mampir makan dulu gak?".Tanya Arumi.


"Kayaknya kita langsung pulang aja, aku mau istirahat".Ucap Anita.


"Yasudah kalau gitu, pak ke jalan X ya".Kata Arumi.


"Baik bu"


Singkat...


Mobil taxi yang membawa mereka kini berhenti tepat di depan sebuah rumah sederhana namun terlihat sangat asri.


"Terima kasih ya pak".Ucap Arumi


Mereka mendekat ke arah pintu.


Tok tok tok


Belum ada tanda tanda seseorang akan membuka pintu.Sekali lagi.


Tok tok tok


Clek..


"Kalian!! kok gak bilang bilang kalau udah pulang".Pekik Karin


"Ayo masuk dulu".Ajaknya lagi.


Mereka duduk di ruang tamu setelah Karin mengambilkan air minum untuk mereka berdua


"Apa kabar Nit".Ucap Karin.


Anita tersenyum "Aku baik kok".


"Syukurlah, yang lalu gak usah dipikirkan ya, itu tandanya dia bukan yang terbaik untukmu".Ucap Karin serius.


Anita mengangguk "Iya,makasih ya".


"Yasudah,mending kalian istirahat aja dulu pasti capek kan".Ajak Karin.


"Aku langsung pulang aja, kayaknya suamiku sudah ada di depan".Kata Arumi hendak berdiri.


"Ya, kok cepet banget sih Rum".Melas Anita.

__ADS_1


Arumi mendekat "Besok aku akan mampir, sekarang aku harus pulang dulu kangen ama suami hehe".Ucap Arumi.


"Yaudah deh, salam sama ibu ya".Kata Anita sedikit dipaksakan.


"Iya,kalau gitu aku pulang ya...Rin titip Anita ya".Pamit Arumi


"Siap kak".


Selepas kepergian Arumi,kini tinggal Anita dan Karin di sana.


"Yaudah, aku masuk dulu ya...Selamat malam".Kata Anita menarik kopernya.


Tinggal dirinya sendiri,Karin juga memilih masuk ke kamarnya untuk istirahat karena hari sudah malam.


//*


Di Negara X


Seseorang yang sedang termenung di balkon kamarnya seorang diri. Siapa lagi kalau bukan Wahyu.


Setelah pernikahannya dengan Dini, kini ia tinggal di rumah orang tuanya karena paksaan dari papanya.


Selama itu pula, ia selalu menghindari Dini dan itu membuat Dini kesal karena sangat sulit mengambil hati Wahyu.


"Kenapa sih mas, kamu selalu menghindar dariku".Suara itu tiba tiba mengejutkan Wahyu.


Wahyu menoleh, dan benar saja istrinya tengah berdiri tepat di depannya.


"Kenapa mas?".Tanya Dini lagi.


Pelan tapi pasti, Wahyu melangkah semakin mendekat ke arah Dini membuat Dini melangkah mundur.


"Kenapa?".Tanya Wahyu serius melihat Dini semakin menjaga jarak


"Kamu mau ngapain mas?".Tanya Dini merasa takut.


Wahyu mendekatkan wajahnya ke telinga Dini "Kamu dengarkan ini baik baik, sampai kapan pun kamu hanya orang asing yang tiba tiba masuk dalam hidupku".Katanya langsung melenggang pergi.


Tes


Tes


Sedangkan Wahyu, ia keluar membawa mobilnya entah ke mana tanpa arah dan tujuan.


"AAGGGGHHHHH".Teriak Wahyu memukul stir mobil.


"Kenapa? kenapa ini harus terjadi".Ucapnya sambil mengacak rambutnya prustasi.


"Anita!! ya aku harus menemuinya".Kata Wahyu berniat memutar arah laju mobilnya


Wahyu membawa mobilnya menuju rumah Anita, hingga beberapa menit kemudian, kini ia tiba di depan rumah besar yang terlihat elegan.


"Apa Anita ke kantor ya?".Gumam Wahyu.


Wahyu tak mengetahui bahwa Anita telah resign dari kantor Kenan, dan sepertinya Kenan tak berniat memberitahu Wahyu sebelum Wahyu sendiri yang bertanya.


Tak sampai disitu, Wahyu memilih menekan bel yang ada di sana.


Ting tong


Ting tong


Ting tong


"Tuan cari siapa ya?".Tanya seorang wanita paruh baya entah dari mana asalnya


Wahyu menoleh "Eh bu,saya mencari yang punya rumah".Kata Wahyu


"Oh mba Anita ya".Tebak wanita itu


"Iya bu".Kata Wahyu

__ADS_1


"Aduh baru saja kemarin dia meninggalkan rumah ini tuan".Jelas Wanita itu


"Kalau boleh tau, tuan siapa ya?".Tanya Wanita itu


"Oh saya temannya bu, oh iya kalau boleh tau dia ke mana ya".Tanya Wahyu


"Saya tidak tau pasti tuan, tapi mba Anita hanya bilang katanya dia sudah tidak tinggal lagi di rumah ini dan rumah ini akan dijual".Jelas Wanita itu lagi


"Begitu ya bu, kalau begitu saya pamit ya, terima kasih bu atas informasinya".Pamit Wahyu kemudian meninggalkan tempat itu.


Wahyu membawa mobilnya dalam keadaan bingung sekaligus takut.


"Kamu ke mana sih Nit".Gumam Wahyu.


Tiba tiba ia mengingat sesuatu "Kenan!!, ya Kenan pasti tau ke mana Anita".Kata Wahyu menuju kantor Kenan.


Beberapa menit kemudian, kini Wahyu telah berada di depan gedung yang menjulang tinggi itu.


Tak tak tak


"Permisi, Apa Kenan ada?".Tanya Wahyu kepada petugas receptionis.


"Ada pak, pak Kenan ada di ruangannya".Jawab petugas receptionis.


"Baik".Tanpa pikir panjang,Wahyu naik menuju ruangan Kenan.


Ting


Pintu lift terbuka, dengan langkah cepat Wahyu segera keluar, sebelum masuk ia menoleh menatap meja kerja Anita yang kosong. Karena sudah tak sabar Wahyu langsung masuk.


Clek..


Kenan mendongak menatap datar Wahyu karena sudah tau maksud kedatangan sahabatnya itu.


"Anita ke mana?".Tanya Wahyu langsung


"Dia sudah resign".Jawab Kenan


"Kenapa? dan kenapa lo gak bilang ke gue".Protes Wahyu.


Kenan tersenyum sinis "Peduli apa lo dengan dia, dia mau resign atau tidak juga sudah bukan urusan lo kan".Jawab sinis Kenan.


Wahyu terlihat sedang menahan emosi "JAWAB, kenapa Anita resign dan di mana dia sekarang".Teriak Wahyu.


Kenan masih dengan gaya santainya "Anita sudah tidak di Negara ini lagi".


"APAAA!!".Pekik Wahyu tak percaya.


"Kenapa lo tidak bilang ke gue, sialan".Maki Wahyu


Kenan bangkit dari duduknya kemudian berjalan ke arah jendela ruangannya "Sudahlah, sekarang lo sudah punya istri jadi lo dan Anita sudah tidak ada urusan lagi"


"Tapi.....".


"Biarkan dia bahagia".Ucap Kenan memotong ucapan Wahyu.


"AAGGGGHHHH".Teriak Wahyu prustasi.


Kenan menoleh "Kenapa? apa lo nyesel? semuanya sudah terlambat. Sekarang mending lo fokus dengan istri baru lo".


"Dan lupakan Anita, dia berhak bahagia".Lanjut Kenan


Wahyu menunduk, tanpa sadar mengeluarkan air mata yang selama ini tak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun. "Kenapa kamu pergi Nit".Batin Wahyu


"Sudahlah bro, semua sudah jalannya, kamu dan Anita memang tak ditakdirkan untuk bersama".Ucap Kenan menatap sahabatnya itu.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2