
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN VOTE
HAPPY READING
//*
Seminggu berlalu
Tuuuut tut tut
Suara deringan telepon berhasil mengalihkan fokus Anita yang sedang sibuk dengan layar komputer di depannya.Segera Anita mengangkatnya
"Ya halo kak".Sapa Anita
"Halo Nit, aku gak ganggu kan".Tanya seseorang dari seberang telepon
"Oh enggak kok kak".Kata Anita
"Nanti kamu datangkan, sama Gea juga".Ucap Mega memastikan
"Oh pasti kak, sepulang kantor kita langsung ke tempat kakak".Ucap Anita
"Baguslah kalau gitu, yaudah aku cuman ingin memastikan".
"Iya kak kita pasti datang kok".Kata Anita
"Yasudah kamu lanjut kerja lagi".Pinta Mega
"Iya kak, sampai ketemu nanti".
Tut
Setelah memutuskan sambungan telepon, Anita kembali menyimpan handponenya di atas meja
"Siapa Nit".Tanya Gea
"Kak Mega".Jawab Anita
"Oh".Ucap singkat Gea lalu kembali fokus kerja
Tepat pada hari ini, Benny dan Mega akan mengadakan acara syukuran atas kelahiran putra pertamanya. Mereka hanya mengundang karyawan kantor serta teman dekat mereka.
Oleh karena itu, Mega menghubungi Anita untuk memastikan karena takutnya kedua wanita yang sudah ia anggap adik itu tak datang.
Khusus hari ini, semua karyawan akan pulang lebih awal karena akan hadir di acara syukuran sang CEO. Anita kembali fokus dengan kerjaannya karena harus selesai sebelum jam pulang.
Waktu demi waktu berlalu, tiba makan siang semua menghentikan pekerjaan sejenak dan beralih menuju kantin untuk mengisi perut yang sudah berdemo hingga beberapa menit kemudian jam istirahat usai, mereka kembali fokus ke pekerjaannya.
SINGKAT
Kini Anita dan Gea bersiap menuju rumah Mega sedangkan yang lainnya satu persatu mulai berangkat.
"Ayo Nit".Ajak Gea meraih tasnya
"Yuk".
Mereka berjalan beriringan hendak keluar dari ruangan.
"Aku boleh bareng kalian gak".Tanya Rio tiba tiba
Kedua wanita itu menoleh serempak lalu saling tatap
"Boleh kan?".Tanya Rio sekali lagi
"Mmm, maaf ya Rio tapi kami mau ke suatu tempat dulu, iyakan Nit".Timpal Gea
Melihat Anita hanya diam, Gea menyenggol pelan bahunya.
"Haa, oh mm iya iya".Anita gelagapan menimpali ucapan Gea
"Nah kamu dengar kan, jadi kita duluan ya...Ayo Nit".Ucap Gea buru buru langsung menarik tangan Anita untuk keluat meninggalkan Rio di sana
Anita yang ditarik hanya ikut pasrah hingga kini mereka sudah berada di area parkiran
Sesampai di parkiran Gea langsung melepas tangan Anita "Kamu kok gitu sih, kita kan gak mau mampir kemana mana".Protes Anita
"Iya aku sengaja ngomong gitu supaya dia gak ikut bareng kita".Ucap Gea serius
"Lah biarin aja kalau mau bareng kita".Celetuk Anita
"Aduh Nit, diakan bisa jalan sama yang lainnya kenapa harus ikut dengan kita".Ucap Gea kesal.
"Yakan cuman numpang".
__ADS_1
"Pokoknya aku gak suka dia sering ikut ikut dengan kita".Sarkas Gea melipat kedua tangannya
"Hmm, emang kenapa sih".Tanya Anita penasaran.
"Pokoknya enggak ya, ayo ah kita jalan".Kesal Gea.
"Iya deh iya".Kata pasrah Anita lalu mengambil kunci mobil di dalam tasnya.
Hingga kini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah Mega.
Sebelumnya mereka mampir ke toko perlengkapan bayi untuk membeli hadiah kemudian mereka melanjutkan perjalanannya.
//*
KEDIAMAN BENNY & MEGA
Setelah melewati perjalanan yang cukup melelahkan diakibatkan karena kemacetan yang sangat panjang hingga akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Setelah memarkirkan mobilnya, mereka langsung masuk.
Tampaknya sudah sangat ramai, rumah mewah itu sudah dipenuhi dengan para karyawan serta kerabat dan teman Benny dan Mega. Anita dan Gea langsung fokus mencari keberadaan Mega.
"Kak Mega mana ya".Gumam Gea namun masih terdengar oleh Anita.
"Kita ke sana yuk, mungkin aja kak Mega ada di sana".Tunjuk Anita ke sebuah tempat yang lumayan ramai.
"Yuk".
Mereka mendekati tempat itu, dan benar saja di sana tampak Mega yang sedang menggendong bayinya
"Kak Mega".Pekik mereka serempak
Mega langsung menoleh "Kalian sudah datang".Sambut Mega
"Hei baby boy".Anita beralih mengelus pipi mungil bayi Mega
"Udah ada namanya gak kak".Tanya Anita
"Alfin putra pratama".
"Wow, hay Alfin".Sapa Anita gemas
Sibuk bercanda dengan baby Alfin, hingga ia tak menyadari seseorang yang baru tiba telah menjadi pusat perhatian.
"Hei bro, thanks udah mau datang".Terdengar Benny menyambut kedatangan orang itu
Mendengar suara yang tak asing baginya, membuat Anita menoleh.
Deg.....
"Mas Danil".Batin Anita
Tak ingin menampakkan wajah di depan Danil, segera Anita mengalihkan pandangannya
"Kak toilet mana ya".Tanya Anita
"Oh kamu ke belakang aja". Tunjuk Mega
"Kalau gitu aku ke belakang dulu ya kak".Pamit Anita segera berlalu dari sana
Terlihat Anita berjalan tergesa gesa berharap Danil tak melihat keberadaannya. Namun dugaan Anita salah, sedari kedatangannya pandangan Danil langsung fokus ke satu titik yang tak lain adalah Anita.
Danil yang sedang mengobrol dengan Benny melihat Anita yang berjalan tergesa gesa menuju belakang.
"Gue ke sana dulu ya, lo ngobrol sama Doni dulu".Pamit Danil
"Oke".Balas singkat Benny tanpa curiga
Danil mengikuti arah Anita berjalan
TAMAN BELAKANG
Anita duduk di sebuah kursi kosong yang ada di taman belakang termenung menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong
Tanpa sadar air matanya menetes begitu saja, ia segera mengusapnya namun lagi lagi air matanya tak kunjung berhenti.
1 menit
2 menit
3 menit
"Hei".Seseorang mengejutkannya, Anita segera menghapus air matanya.
Anita menoleh menatap orang yang selama ini ia hindari kini sedang berada di sampingnya.
__ADS_1
Tak ingin berlama lama, Anita langsung berdiri "Mau ke mana".Tahan Danil meraih tangan Anita
"Mau masuk".Jawab jutek Anita
"Bisa bicara sebentar gak, sebentar aja".Pinta Danil memohon.
Anita yang enggan duduk kembali memilih berdiri "Bicaralah".Katanya tanpa menoleh
"Kamu duduk dulu".
Dengan terpaksa Anita duduk kembali namun menjaga jarak dengan Danil
"Gimana kabar kamu".Tanya Danil basa basi
"Langsung saja, mau bicara apa".Ucap Anita datar
"Maaf".Kata singkat Danil
"Aku sudah memaafkanmu".Jawabnya singkat
"Tapi kenapa selama ini kamu berusaha menghindar dari aku".Tanya Danil memelas
"Aku sibuk".Singkat Anita
"Apa karena kamu sudah punya kekasih?".Tanya Danil pelan
"Bukan urusan kamu".
Mendapat perlakuan sinis dari Anita membuat Danil menunduk lesuh
"Apa tidak ada lagi kesempatan buat aku".Tanya Danil serius
Mendengar pertanyaan yang membuatnya geram,Anita tersenyum sinis menatap Danil "Semuanya tak semudah membalikkan telapak tangan".
"Beri aku waktu buat buktiin semuanya".Kata Danil memelas
Anita terdiam
"Nit".Seru Danil
"Sudah tidak ada lagi kan yang perlu dibicarakan, jadi aku mau masuk".Ucapnya seraya berdiri
"Tunggu dulu Nit".Tahan Danil
Anita menghempas tangan Danil lalu pergi begitu saja.
"AAAAAGHHHHHHHHHHH".Teriak Danil mengacak rambutnya prustasi.
Untungnya semua sibuk di depan sehingga tak ada yang mendengar teriakannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUE
__ADS_1