
HALLO GUYS, TERIMA KASIH MASIH SETIA DENGAN CERITA KHA, TETAP SUPORT AUTHOR HINGGA AKHIR YAH.
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIVE DAN VOTE PADA EPISODE SEBELUMNYA.
HAPPY READINGđ©đ©đ©
//*
Untuk memastikan wanita yang ia lihat adalah orang yang dikenalnya, pria itu tanpa segan menghampiri.
"Permisi, boleh ikut gabung?".Ujarnya.
Merasa tak asing dengan wajah pria di depannya itu, meski sedikit ragu Gea tetap mengangguk "Oh boleh, silahkan".
"Terima kasih".
Keduanya seketika terpaku dengan pikiran masing masing.
"Apa kita pernah bertemu?".Tanya Doni memastikan.
Yah, pria itu tak lain adalah Doni.
Gea sejenak berfikir."Mmm, mungkin".Balasnya sedikit ragu.
"Kamu.....".
"Permisi, silahkan dinikmati hidangannya".Ucap pelayan tiba tiba memotong pembicaraan Doni.
"Oh, terima kasih mba".Balas Gea ramah.
"Mba, saya pesan kopi yah".Kata Doni.
Karena sudah merasa lapar, Elen langsung menyantap makanan yang ada di hadapannya, berbeda dengan Gea memilih mendiami makanannya.
"Kenapa enggak di makan?".Tanya Doni.
"Bapak eh...mmm mas eh, anda gak pesan makan juga?".Tanya Gea canggung.
"Heheh".Doni malah terkekeh melihat kecanggungan wanita di depannya itu.
"Santai aja, gak usah setegang itu saya tidak akan makan kamu kok".Ujar Doni santai
"Kopinya pak".Ucap pelayan tiba tiba.
"Terima kasih".
Doni langsung menyerup kopinya "Kamu serius tidak mengenal saya?".Tanya Doni memastikan.
Gea menggeleng "Memangnya bapak kenal saya?".Tanya Gea balik.
"Ayolah jangan panggil bapak, saya bukan bapak kamu".
"Terus saya harus manggil apa?".
"Kenalin, Doni...".Ujarnya seraya mengangkat tangannya.
Mendengar nama Doni, membuat Gea terkejut pasalnya tak ada yang tidak mengenal sosok Doni, tangan kanan seorang Danil Wijaya namun bodohnya Gea tak mengenalinya padahal mereka pernah satu ruangan bahkan satu meja.
Tak mendapat sambutan dari tangannya, Doni menaikkan sebelah alisnya "Tangan saya dianggurin nih".Celetuknya.
"Eh, maaf maaf pak...tapi serius kamu Doni?".Tanya Gea tak yakin.
"Balas dulu uluran tangan saya biar dia gak kecewa?". Gea langsung membalas uluran tangan Doni yang tak rela dianggurin.
"Saya pikir tadi kamu cuman bercanda tidak mengenali saya tapi ternyata kamu memang pikun".Celetuk Doni santai.
"Bapak ngatain saya pikun?".Gea protes.
"Iya pikun, masih muda kok udah pikun".Sepertinya Doni mencoba memancing emosi Gea.
"Saya gak pikun yah, memang bapak yang gak terkenal jadi gak perlu di ingat".Balas Gea tak mau kalah.
"Halah, bilang aja gak mau mengakui kalau kamu itu memang pikun".Ledek Doni lagi.
"TERSERAH!!!".Seru Gea kesal
"Hehehe, bercanda" Doni terkekeh.
"Makan dulu makanan kamu, nanti dingin jadinya gak enak".Pinta Doni.
Karena sudah merasakan lapar, tanpa kata, Gea langsung menyantap makanannya tanpa menghiraukan pria yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Om siapa?".Tanya Elen tiba tiba.
Sungguh keterlaluan, mengapa Doni melupakan bocah yang ada di sampingnya "Hei cantik, nama kamu siapa?".Tanya Doni sedikit menunduk.
"Elen, kalau om?".Tanya Elen balik.
"Doni".
Gea sangat menikmati makanannya tanpa menghiraukan ponakannya dengan Doni.
Mengapa Doni bisa berada di kota tempat Gea, karena baru saja ia mendapat tugas tiba tiba untuk segera memantau proyek yang sedang berjalan di kota itu.
//*
RUANGAN DIREKTUR
"Abang mau ikut les gak?".Tanya Danil saat sedang duduk berdua dengan putranya.
Jika ada yang bertanya kemana Anita dan putrinya? Selepas makan siang bersama suaminya,mereka memilih berkeliling di sekitar kantor sekaligus menyapa para karyawannya.
"Menurut ayah, Abang bagusnya ikut les apa?".Tanya Andrian balik.
Danil memegang dagunya seraya berfikir "bisnis, mau?.
Andrian langsung mengangguk antusias, tentu berhasil membuat Danil tersenyum lebar, pasalnya melihat putranya tertarik dengan dunia bisnis.
"Serius abang mau?".Tanya Danil memastikan.
"Iya ayah, abang mau kayak ayah".Balas Andrian yakin.
"Yasudah, nanti ayah bicara dulu sama bunda yah setelah itu baru kita atur jadwal oke!!!".
"Oke ayah".
BACK TO ANITA...
"Selamat siang bu Anita, non Gea".Sapa karyawan devisi humas.
"Siang, bagaimana kerjanya lancar?".Balas Anita ramah.
"Alhamdulillah lancar bu".
"Yasudah, silahkan di lanjut lagi, saya mau keliling dulu".
Anita meninggalkan devisi humas menuju ke devisi lainnya.
"Om Doni!!!".Panggil Geandra tiba tiba
Mendengar namanya di sebut, Doni langsung menoleh.
"Gea!!, mba Anita".Seru Doni menghampiri mereka.
Doni yang baru saja tiba di kantor beberapa menit setelah jam istirahat usai "Telat Don?, tumben!".Timpal Anita heran. Pasalnya Doni tidak jauh berbeda dengan suaminya sangat disiplin waktu.
Mendapat pertanyaan yang seharusnya mudah namun entah mengapa membuat Doni salah tingkah "Mmmm, maaf mba tadi kejebak macet hehe".Balas Doni canggung malah membuat Anita curiga.
"Hmmm habis ketemu siapa hayo".Ledek Anita.
"Enggak ada kok mba, baru saja saya dari kota A mba makanua telat sampai kantor".
"Halah saya gak percaya".
Sebelum membalas ucapan Anita,handpone Doni tiba tiba berbunyi pertanda ada pesan masuk. Doni langsung mengecek pesannya.
"Danil mba, aku harus ke atas".
"Yasudah, sana entar bos kamu ngamuk lagi".
"Duluan yah mba".Pamit Doni namun langkahnya terhenti ketika sepasang tangan yang menarik jaznya.
"Om, Gea ikut!!".Seru Gea
"Loh, katanya mau ikut Bunda keliling".Potong Anita.
"Gea mau sama abang".Melas Gea.
"Jadi bunda sendiri nih".Kata Anita pura pura bersedih.
"Kan bunda sudah besar jadi gak papa kalau jalan sendiri".Celetuk Gea.
"Iya deh iya, sanah ikut om Doni".
__ADS_1
Dengan riang, Gea ikut Doni kembali ke ruangan ayahnya.Sedangkan Anita memilih lanjut berkeliling.
"Siang bu Nit".Sapa salah satu karyawan tak sengaja berpapasan dengan Anita.
"Siang".
Langkah Anita terhenti saat netranya menangkap sebuah taman di balik dinding kaca. Tanpa ragu, Anita memutar arah memilih ke taman.
Anita langsung mengambil tempat di tengah tengah taman menikmati suasana kantor dengan beribu karyawan yang berlalu lalang.
Sesekali ia memotret sesuatu yang ia anggap unik dengan kamera handponenya.
Ting....( Notif pesan masuk).
My husband†:*Lagi di mana sayang?
Anita : Taman kantor mas.
My husband†: Taman kantor banyak sayang!!
Anita :Taman yang ada di tengah kantor.
Mu husbandâ€: Ngapain di situ sayang?
Anita : Gak ngapa ngapain mas, cuma duduk aja menikmati besarnya perusahaan suamikuđđ
My husband†: Baru sadar yah, suami kamu itu kaya raya sayang
Anita : Idih sombong amat
My husband†: Sekali kali gak papa kanđ
Anita :Tetap gak boleh
My husband†: Iya deh iya, maaf ya Ibu Negara
Anita :đ€§đ€§
My husband†: Jangan jalan terlalu jauh yah sayang, entar kamu capek aku mau meeting dulu".
Anita :Anak anak mana?
My husband†: Aku tinggal di ruangan aku
Anita : Yaudah kalau gitu mas, semangat yahâ€đ„°
My husband†: Kalau di semangatin sama kamu mah, walau mengelilingi samudra dengan jalan kakipun aku gak bakal capek sayangđ
Anita : Halah, mana bisa kamu jalan kaki keliling samudra..gak mungkin percaya aku
Anita :Yaudah gih mas, katanya mau meeting.
My husband†: Yang bos kan aku, jadi yang ngatur waktu, aku
Anita : Iya deh iya sipaling bos.
My husband†: Heheh love you sayangâ€
Anita: Love you toâ€*
( Begitulah isi pesan mereka).
Setelah mengakhiri pesan dari suaminya, Anita memilih kembali ke ruangan Danil. Mengingat anak anak mereka sedang berada di sana tanpa Danil.
.
.
.
.
.
.
.
MAAF YAH JIKA MASIH BANYAK TYPO ATAUPUN PENGUCAPAN KATA YANG SALAH, AUTHOR JUGA MASIH TAHAL BELAJAR JADI SUPORT KALIAN SANGAT DIBUTUHKAN...
Stay tune ya guys
__ADS_1
Tunggu part selanjutnya
THANK YOU AND HAPPY READINGâ€đ„°