
SELAMAT MEMBACA
//*
Pagi yang cerah dengan burung burung yang terbang bebas di udara mengeluarkan suara kicauannya.
Entah angin segar dari mana, pagi ini tampak Danil yang sudah rapi dengan setelan kantornya.
Wajah tampan dan aura wibawanya kembali terpancar berbanding terbalik dengan Danil beberapa minggu belakangan ini.
Hari ini Danil berniat akan ke kantor setelah beberapa minggu berdiam diri tidak jelas di Apartemen. Sebelum berangkat ia hendak menghubungi sekretaris pribadinya siapa lagi kalau bukan Doni.
Tuuuuuuuuut
"Halo Don, kamu di mana sekarang".Tanyanya.
"Masih di Apartemen, baru aja gue mau ke kantor tapi loo nelpon, ada apa?".Ucap Doni.
"Ohh jemput gue sekarang".Sarkasnya singkat.
"Tapi......"
Tut
Belum sempat Doni menjawab Danil sudah menutup teleponnya.
Doni yang masih di Apartemen hendak ke kantor harus mampir dulu ke tempat Danil karena perintah bosnya itu.
Sedangkan Danil sudah siap menunggu Doni di ruang tamu Apartemennya.
Tak lama kemudian datanglah Doni.
Clek.
"Lo ma....".Kembali Doni dikejutkan dengan penampilan Danil yang sudah rapi.
"Ayo cepat kita berangkat".Ajak Danil berdiri
"Haaaa....".Doni masih tak percaya dengan apa yang dilihat di depan mata kepalanya "Lo seriuss?".Tanyanya menelisik.
"Emang kenapa??....Ah kelamaan lo".Kata Danil melenggang pergi meninggalkan Doni yang masih diam mematung.
1 detik
2 detik
3 detik
"Lo mau tinggal disitu atau ikut gue ke kantor".Teriak Danil dari luar.
Barulah Doni tersadar dari keterkejutannya setelah mendengar teriakan Danil "HAH...Apa gue gak salah dengar?".Tanyanya pada diri sendiri.
Doni menoleh tetapi sudah tak menemukan sosok Danil di sana "Sialan gue ditinggal".Ucapnya melenggang pergi dari sana setelah memastikan Apartemen Danil terkunci.
Di mobil
Di sana sudah ada Danil yang duduk diam di samping tempat kemudi dengan santainya.
__ADS_1
Disusul Doni yang baru datang dari atas "Lo serius mau ke kantor?".Tanyanya sebelum menyalakan mesin mobil.
Danil menoleh datar "Emang ada yang salah kalau gue ke kantor gue sendiri".
Doni menelan ludahnya kasar "Ya enggak sih, cuman gue masih enggak percaya aja".Ucapnya lalu menyalakan mesin mobil.
Perlahan tapi pasti Doni menancap gas meninggalkan basement Apartemen membelah jalan yang sudah mulai macet.
"Sudah cukup gue diam seperti orang yang tak memiliki semangat hidup".Ucap Danil tiba tiba.
"Baguslah kalau lo sadar, enggak semestinya lo nyiksa diri lo seperti kemarin kemarin".Kata Doni fokus menyetir.
"Asal lo tau tante Sandra selalu menangis melihat keadaan lo yang seperti itu".Lanjutnya.
"Iya gue sadar...Setelah dari kantor gue rencana mau nemuin mama".Kata Danil.
Hingga beberapa menit kemudian sampailah mereka di depan gedung yang menjulang tinggi
Doni memarkirkan mobilnya terlebih dahulu di parkiran khusus direktur perusahaan.
Beberapa minggu tak masuk kantor membuat para karyawan tercengang melihat kedatangan kembali CEO mereka.
Dengan gagahnya tetapi masih dengan wajah datarnya, Danil memasuki perusahaan melewati para karyawan yang menunduk hormat kepadanya dan tak lupa Doni yang dengan setianya mengekor di belakang.
##################################//*
Di tempat lain di Negara K, di mana Anita beradu nasib tuk melanjutkan hidup.
Terlihat beberapa karyawan sedang berkumpul berbisik bisik terutama bagi para kaum wanita.
"Oh ya, masa sih".Tanya Rosi tak mau kalah.
"Kamu tau dari mana Nis".tanya Ayu ikut menimpali.
Ya hari ini adalah hari pertama Ayu masuk kantor setelah beberapa hari terbaring lemah di rumah sakit.
"Emang kalian gak tau, beberapa hari lalu dokter Wahyu datang ke sini".Ujarnya.
"Kok aku gak tau ya".Ucap Rosi.
"Ya itu sih derita lo, yang jelas dokter Wahyu itu sahabat pak Kenan".Ucapnya.
Disela sela perbincangan mereka, tiba tiba muncul seseorang dari depan pintu "Bicarain apa sih, seru banget".Ucap Anita langsung masuk.
"Nit, sejak kapan kamu di sini".Tanya Ayu.
"Sejak kalian bergosip tak tau tempat".Katanya memutar bola mata jengah.
Saat tak ada tugas yang penting, Anita memustuskan menemui teman temannya saat tau Ayu sudah masuk lagi.
"Gimana keadaan kamu Ayu".Tanyanya beralih menatap Ayu.
"Aku udah baikan seperti yang kamu lihat".Balas Ayu tersenyum.
"Emang kamu enggak ada kerjaan ya Nit".Tanya Rendi tiba tiba.
Anita menoleh "Iya, makanya aku turun".
__ADS_1
"Oh".Jawab singkat Rendi.
"Yaudah kalian lanjut kerja ya, aku mau ke atas lagi".Kata Anita dibalas anggukan oleh mereka yang ada di sana.
"Siap bu".Canda Rudi.
Anita kembali ke meja kerjanya yang berada di depan ruangan direktur.
Kembali beradu dengan tugas tugas yang harus ia kerjakan.
Truuuuuut truuuutt
Disela sela kesibukannya Anita dialihkan dengan suara deringan telepon yang ada di atas mejanya, segera ia mengangkatnya.
"Ya halo, dengan Anita di sini...Ada yang bisa saya bantu?".Kata Anita profesional.
"Maaf mengganggu, saya cuman mau nanya apa Kenan ada di kantor?.... Soalnya saya hubungi tapi teleponnya enggak aktif".Tanya seseorang di seberang sana.
"Kalau boleh tau dengan siapa saya berbicara".Tanya Anita.
"Dokter Wahyu".
Deg..
Entah kenapa mendengar nama itu membuat Anita sulit berkata
"Halo...Apa Kenan ada di sana?".Tanyanya lagi mengejutkan Anita.
"Oh maaf maaf, iya pak Kenan sedang berada di kantor".Jawabnya sedikit gugup.
"Oh terima kasih kalau begitu".
Tut.
Huffffffh....Dengan susah payah Anita membuang nafas berat "Ada apa aku ini, mendengar namanya saja sudah membuat jantungku hampir copot".Katanya.
//*
Sedangkan di tempat dokter Wahyu sudah membuat janji dengan Kenan yang akan menemaninya ke suatu tempat, tetapi saat akan menghubungi Kenan tiba tiba nomor Kenan tidak aktif.
Karena waktu yang sangat mepet, Wahyu memutar otak bagaimana ia bisa menghubungi sahabatnya.
Tak kehilangan akal, Wahyu keluar menuju tempat receptionis rumah sakit lalu meminta nomor telepon kantor Kenan.
Hingga jadinya ia menghubungi sekretaris Kenan yang tak lain adalah Anita.
.
.
.
Segitu dulu ya upnya, maaf jika masih banyak typo maklum author baru pertama kali nulis soalnya.
Untuk yang penasaran kelanjutan ceritanya tetap pantengin terus ya, jangan lupa tekan tombol like agar author lebih semangat lagi.
bersambung💚
__ADS_1