
SEBELUM LANJUT BACA, PASTIKAN TINGGALKAN LIKE,KOMEN DAN VOTE YA
SELAMAT MEMBACA
***
Satu B**ulan Kemudian**
Suara Alarm membangunkan Anita dari tidur panjangnya, hari ini ia enggan untuk masuk kerja karena merasa tidak enak badan dan hendak mengabari teman kantornya.
Tut tut tu..
"Halo Anita, ada apa".Tanya Ayu dari seberang sana.
"Hari ini aku enggak masuk ya, tolong kamu sampaikan ke ibu Rosa ya soalnya aku enggak enak badan nih".Ucapnya sambil memijat pelan dahinya.
"Ya ampun Nit, kamu sakit".Pekik Ayu membuat Anita menjauhkan teleponnya dari telinga.
"Gak usah teriak, aku enggak budek".Ucap Anita datar.
"Yaudah kamu cepat sembuh ya..Nanti aku sampaikan kepada ibu Rosa.
Tut
Huffffff.Anita kembali merebahkan badannya.
Sedangkan di meja makan karin yang sudah jenuh menunggu Anita yang tak kunjung turun hendak mengeceknya.
Tok tok tok
Ketukan pertama tak mendapat sahutan Karin mengetuk berulang kali tapi lagi lagi tak mendapat sahutan dari dalam.
"Nit..Kamu di dalam??..Anita".
Ceklek.
"Astagfirullahh Anittaa".Pekik Karin berlari menghampiri Anita yang tergeletak di samping tempat tidur dengan wajah yang memucat.
Flashback on
Anita hendak ke kamar mandi karena merasa ingin buang air kecil, dengan badan yang masih lemah ia memaksakan diri untuk berjalan
Saat berhasil berdiri tiba tiba ia merasa pusing dan tak lama kemudian ia tak sadarkan diri
Bruggggghhh
Flashback off
Karin berusaha mengangkat tubuh Anita ke atas tempat tidur.
__ADS_1
"Ya ampun Nit badan kamu panas banget".Ucap Karin khawatir mengecek suhu tubuh Anita.
Tanpa fikir panjang Karin menghubungi dokter kenalannya untuk datang memeriksa Anita.
Tak berselang lama dokter datang,Karin langsung memepersilahkan untuk memeriksa Anita.
"Bagaimana keadaannya dok".Tanya Karin yang melihat dokter usai memeriksa Anita.
"Tidak ada yang mengkhawatirkan cuman demam biasa dan juga kelelahan".Ujar dokter.
"Terus kenapa dia belum sadar dok".
"Kamu tidak perlu khawatir sebentar lagi dia akan sadar dan ini resep obat yang harus kamu tebus juga pastikan dia jangan kelelahan dulu".
"Terima kasih dok"
"Sama sama..Kalau begitu saya permisi"
"Mari saya antar sampai depan dok".
Selepas kepergian dokter, Karin memesan obat lewat online karena ia tidak bisa meninggalkan Anita yang masih belum sadar.
Sambil menunggu obat pesanannya datang Karin pergi ke dapur untuk membuatkan Anita bubur.
####
"Bagaimana perasaan kamu Nit".Tanya Karin yang mendapati Anita sudah sadar.
"Yaudah kamu makan ini dulu lalu minum obat ya".Pinta Karin dan Anita pun mengindahkannya.
Setelah selesai meminum obat Anita hendak istirahat dan Karin pun kembali ke kamarnya.
"Kalau ada apa apa kamu telepon aku aja ya".Anita hanya mengangguk lemah menatap punggung Karin yang semakin hilang dari pandangannya.
POV KARIN
Setelah memestikan Anita istirahat akupun juga kembali ke kamarku untuk istirahat.
Beberapa minggu belakangan ini aku sudah memikirkan untuk tidak menyusahkan Anita lagi mungkin dengan pergi dari sini
Semenjak aku bersamanya sudah banyak kebaikan yang ku dapat tapi tak setitikpun aku membalasnya malah menambah bebannya.
Anita adalah malaikat tak bersayap yang Tuhan hadirkan untuk menyelamatkan hidupku dari kerasnya kehidupan
"Sebenarnya aku tidak sanggup meninggalkanmu Nit, tapi keputusanku sudah bulat cukup sampai di sini aku menyusahkanmu sudah saatnya aku mandiri".Gumamku
Melihat Anita terbaring lemah karena terlalu keras bekerja membuatku semakin yakin bahwa keputusanku sudah benar
"Bebanmu sudah banyak Nit, aku tak mau terlalu jauh bergantung hidup denganmu".
__ADS_1
"Sungguh berat rasanya melihatmu jatuh sakit sedangkan aku tak bisa berbuat apa apa".
Mungkin setelah kamu sembuh aku akan membicarakan ini,semoga saja semua berjalan sesuai ekspektasiku
Bantulah aku Ya Allah.
***
Menjelang malam Karin kembali ke kamar Anita untuk membawa bubur serta ingin mengecek suhu tubuh Anita.
Ceklek
"Hai Nit,bagaimana keadaanmu sekarang".Tanyanya lembut
"Aku sudah mendingan daripada tadi siang".Jawab Anita masih lemah.
"Yaudah kamu makan dulu terus minum obat ya".
"Terima kasih".
Karin masih enggan untuk beranjak dari sana memperhatikan Anita yang menyuapi dirinya sendiri hingga bubur buatannya habis tak tersisa.
Sungguh wanita luar biasa.Batin Karin
"Kok bengong".Tanya Anita membuat Karin tersentak
"Ohh..Eng..gak kok gak papa".Jawabnya terbata.
"Yaudah kalau selesai aku keluar ya...Sekarang kamu istirahat".Kata Karin menarik selimur Anita sampai ke leher kemudian mematikan lampu kamar.
Sebelum keluar Karin sempat menoleh kemudian benar benar keluar.
Setelah dari kamar Anita, Karin menuju dapur untuk membersihkan bekas makan Anita barulah ia juga makan malam.
Hari sudah semakin larut tetapi Karin masih enggan untuk memejamkan matanya, entah apa yang tengah dipikirkan wanita itu.
Mampu tidak mampu aku harus pergi dari hidup Anita karena tak ingin terlalu jauh membebaninya. Pikir Karin.
Hingga tak lama kemudian ia merasakan kantuk tanpa sadar iapun terlelap begitu saja.
.
.
.
SEGITU DULU YA UPNYA, KALAU SUKA JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE,KOMEN DAN VOTE
TERIMA KASIH
__ADS_1
TUNGGU EPISODE SELANJUTNYA