Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#117 Koma 2


__ADS_3

LANJUT YA


//*


Sehari berlalu, Anita masih dalam keadaan koma.Dengan sabarnya Danil menemani dan urusan perusahaan tentunya ia serahkan kepada Doni.


Sekalipun ia tak pernah jauh dari Anita.Sesekali ia meneteskan air mata.


"Nit, bangun ya".Ucapnya menggenggam sebelah tangan Anita


"Maafin aku yang gak bisa jagain kamu".


"Maafin aku yang terlalu bodoh di masa lalu".


"Maafin aku".


"Aku janji, aku akan menebus semua kesalahan kesalahan aku tapi kamu bangun ya".


Tak mendapat respon apapun membuat Danil menunduk lesuh.


"Aku adalah laki laki paling bodoh di dunia ini".Batin Danil


Tetesan air mata Danil sesekali mengenai kulit putih Anita.


Hingga menjelang sore, Muncullah Gea yang baru pulang dari kantor.


Danil memberi ruang untuk Gea dan memilih menunggu di depan.


Gea duduk di tempat bekas Danil tadi.Melakukan hal yang sama, ia meraih tangan itu, tangan yang pucat terpasang selang infus.


"Hei Nit, aku datang lagi".Sapanya tersenyum meski tak mendapat respon


"Bangun dong, aku pengen cerita banyak nih"


"Kamu tau gak Nit, Rio tidak lagi kerja di tempat kita. Tadi pagi dia menyerahkan surat pengunduran dirinya akupun gak tau apa alasan dia mengundurkan diri".


"Dia sebenarnya suka sama kamu tapi aku gak mau kamu disakitin lagi makanya aku gak mau kalau dia terus ikut bareng kita".


Mengajak orang yang sedang terbaring kaku karena tak akan mendapat respon sungguh hal yang menyedihkan. Namun Gea tak pernah menyerah demi kesembuhan Anita ia akan melakukan itu.


"Oh ya, anak anak kantor sudah tau kalau kamu sekarang di rawat mereka doain semoga kamu cepat sembuh, makanya kamu cepat bangun ya semuanya kangen cerewetnya kamu".


Sejenak Gea menghembuskan nafas kasar kemudian menunduk. Tubuhnya mulai bergetar menandakan ia sedang menahan tangis


"Bangun Nit hiks, aku kangen cerewet kamu, kangen kejahilan kamu, kangen keceriaan kamu, kangen semua tentang kamu Nit hiks".


"Sepi banget di kantor gak ada kamu, rasanya tuh pengen cepat pulang terus nemuin kamu".


Tak bosan Gea mengajak bicara wanita yang tertidur di depannya itu


Setelah berbicara panjang, Akhirnya tangis Gea pecah begitu saja.


Cukup lama menumpahkan kesedihannya, Gea berdiri hendak pulang untuk mengambil baju ganti dan akan kembali lagi nanti.


Gea berjalan keluar


Clek...


Danil yang sedang memejamkan matanya dikejutkan oleh suara pintu terbuka "Saya akan kembali lagi nanti".Ucap Gea langsung pergi tanpa menunggu respon Danil.


Setelah mengetahui masalah Danil dan Anita membuat Gea sedikit kesal dan enggan untuk terlalu dekat dengan Danil.


Tak lama setelah kepergian Gea, muncullah Karin.


//*


Hari berlalu begitu cepat, kini adalah hari ke tiga Anita terbaring kaku di rumah sakit.


Dokter selalu datang memeriksanya secara berkala, namun sama sekali tak menunjukkan perkembangan.


"Bagaimana dok".Tanya Gea


Dokter hanya menggeleng menandakan tak ada perubahan. Gea tertunduk lesuh begitupun dengan yang lainnya.


"Kenapa bisa seperti itu dok".Tanya Mega


"Hal seperti ini adalah hal yang wajar, bahkan ada orang yang koma selama berbulan bulan bahkan bertahun tahun".Jelas dokter.


Mendengar penuturan dokter membuat semuanya semakin panik "Apa yang harus kita lakukan dok".Tanya Danil

__ADS_1


"Tetap ajak dia bicara itu sudah lebih dari cukup akan membantu".Kata dokter


"Kalau begitu saya permisi".Pamit dokter


"Terima kasih dok".


Selepas kepergian dokter, seketika hening.


1 menit


2 menit


3 menit


Semua terhenyut dalam pikiran masing masing.


"Apa kita pindahkan saja Anita ke Singapur".Usul Benny tiba tiba


"TIDAKK!!".Tolak Karin serius


"Kenapa??".Tanya Benny bingung dan yang lainnya hanya menyimak


"Kita tidak berhak mengambil keputusan sejauh itu".Ujar Karin


"Kenapa? bukankah kita akan bertanggung jawab penuh atas dirinya?".Kata Benny lagi.


"Kenapa kita tidak sabar dulu, jangan gegabah".Kata Karin lagi.


"Aku setuju dengan Karin".Timpal Gea


Semua beralih menatap Gea


"Bukankah kata dokter ini hal yang wajar, sebaiknya kita bersabar sebentar lagi, tetapi jika nanti belum juga ada kemajuan barulah kita bertindak seperi apa yang dikatakan pak Benny".Jelas Gea


"Benar kata mereka, jika sudah waktunya nanti baru kita akan melakukannya".Ucap Doni


"Yasudah kalau itu mau kalian".Kata Benny


Tanpa mengucap sepatah katapun, Danil masuk ke ruangan Anita. Tatapan heran dan bingung tertuju kepadanya namun tak ada yang berniat berkata.


Clek...


Danil masuk dan fokusnya langsung tertuju kepada wanita yang masih betah tertidur itu.


"Aku belum menebus kesalahan kesalahanku, jadi aku mohon bangunlah".Pintanya menggenggam erat tangan pucat itu.


"Aku mohon Anita".


Sedangkan di depan ruangan Anita, semua memutar otak berpikir mengenai hal apa yang harus ia lakukan.


Tuutttt tuttt tuuuut


Suara deringan telepon mengalihkan fokus mereka.


"Ya halo, ada apa sus".Tanya Mega setelah menerima telepon


"Halo bu, den Alfin menangis terus bu".Ucap baby sitter Alfin


"Apa sudah dikasih susu sus?".Tanya Mega


"Sudah bu, tapi aden tetap menangis bu sampai sampai badannya panas".


"Yasudah sus, saya akan segera pulang".Kata Mega


tut


"Ada apa sayang".Tanya Benny


"Alfin nangis terus mas, badannya juga panas, kita harus pulang".Jelas Mega.


"Kalian tetap di sini ya, aku harus pulang".Ucap Mega


"Iya kak".


"Kabarin ya kalau ada perkembangan mengenai Anita, ayo mas".


"Kita duluan ya".Pamit Benny


Kini tinggallah mereka bertiga di sana. Tak ada tegur sapa membuat suasana semakin canggung.

__ADS_1


Namun ada sesuatu yang masih menjadi teka teki dalam pikiran Karin, semenjak Anita di rawat ada hal yang membuatnya bingung sekaligus penasaran.


Karin terlihat mondar mandir gelisah dan hal itu tak lepas dari pendangan Gea "Kamu kenapa?".Tanya Gea


Karin menghentikan langkahnya "Boleh kita bicara gak".Tanya Karin


"Bicaralah".Pinta Gea


Mereka seolah olah melupakan keberadaan Doni


"Sebenarnya dari kemarin aku pengen menanyakan hal ini tapi waktunya gak tepat".Ucap Karin


"Yasudah apa yang ingin kamu tanyakan".


Karin terdiam sejenak.


"Mmm, apakah pak Danil adalah mantan istri Anita?".Tanya Karin pelan meski sedikit takut jika pertanyaannya salah


"Kamu belum mengetahui hal itu?".Tanya Gea balik.


Pasalnya Karin adalah orang yang selama ini dekat dengan Anita namun tak mengetahui hal sepenting itu.


Karin menggeleng menandakan ia tak mengetahui. Gea menoleh menatap Doni namun Doni hanya membalas dengan tatapan datar.


"Iya, pak Danil adalah mantan suami Anita".Tutur Gea.


Karin terdiam berusaha mencerna perkataan Gea "Pantes aja dia sekhawatir itu, tapi kenapa mereka pisah ya".Karin membatin


"Kenapa diam?".Tanya Gea


"Oh gak papa, tapi kenapa mereka bisa pisah?".Tanya Karin lagi.


Gea tersenyum "Kalau untuk itu sepertinya aku tidak berhak menceritakannya.Lebih baik kamu tanyakan langsung kepada Anita".Jelas Gea


"Yasudah kalau gitu".


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2