Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#153 END


__ADS_3

Dua bulan berlalu


Kebahagiaan dan rasa bangga kini terpancar dari wajah kedua pasangan Danil dan Anita. Setelah beberapa menit yang lalu Geandra putrinya dinyatakan lulus dengan predikat Cumloude.


"Selamat ya sayang".Anita meraih tubuh mungil putrinya dan mengecup keningnya penuh rasa sayang.


Geandra tentu sangat bahagia telah membuat kedua orang tuanya bangga dengan prestasi yang diraihnya.


"Bunda bangga sama Adek".Lanjut Anita tersenyum lebar.


"Ini semua berkat Ayah dan Bunda dan apa yang Gea raih saat ini juga untuk kalian".Ucap Gea dengan bangga seraya meraih kedua orang tuanya untuk berpelukan.


Danil mengusap lembut kepala putrinya dengan rasa yang tak kalah bahagianya melihat sang putri. "Adek memang hebat".Puji Danil.


Beberapa saat berbincang, Geandra tiba tiba mengingat seseorang yang juga tak kalah pentingnya setelah kedua orang tuanya.


"Abang!!! Bunda,Abang mana kok gak datang?".Tanya Gea.


"Abang lagi gantiin Ayah buat meeting dengan kolega Ayah sayang, sekalian agar Abang belajar".Kini Danil yang menjawab.


Tentu Gea tak terima apapun alasannya "Abang udah enggak sayang sama Adek".Katanya dengan bibir yang manyung.


"Eh, enggak gitu sayang...Abang itu sayang banget loh sama Adek".Kata Anita lembut.


///......


Setelah semua rangkaian acara wisuda selesai, Kini Danil mengajak istri dan anaknya untuk pulang terlebih dahulu.


Dengan malas, Geandra melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam rumah. Danil dan Anita yang melihat tingkah putrinya yang sudah beranjak dewasa itu hanya tertawa kecil.


Klek....

__ADS_1


"SURPRISEEEEE".Teriak Andrian dari balik pintu membuat Geandra terkejut.


"Abang,, ih ngagetin aja".Ucap Gea kesal.


Dengan sebuket bunga indah di tangannya, Andrian mendekati sang Adik. "Selamat ya dek, dan maaf abang gak bisa hadir karena ulah ayah jadi salahkan ayah ya jangan abang".Jelas Andrian langsung memeluk sang adik tanpa ragu.


Meski sedang merasa kesal dengan abangnya,Gea tetap membalas pelukan sang Abang.


"Abang bangga sama adek, adek memang the best".Kata Andrian melepas pelukannya.


Tanpa kata,Gea menaikkan sebelah tangannya seolah meminta sesuatu.


Andrian yang tak paham hanya menatap telapak tangan sang adik "Apa?".Tanya Andrian tanpa mengeluarkan suara.


"Hadiah".


Ternyata Adiknya meminta hadiah membuatnya tersenyum lebar.


"Soal itu tenang saja, adek mau apa bakal abang turutin".


"Janji".Balas Andrian.


Danil dan Anita yang melihat kerukunan kedua anaknya sangat bahagia dan berharap suasana seperti ini akan tetap hidup di rumah ini.


Setelah melewati hari yang panjang, semuanya kembali ke kamar masing masing untuk beristirahat.


KAMAR DANIL DAN ANITA.


Selesai dengan rutinitas malamnya sebagai seorang perempuan, Anita langsung menghampiri sang suami yang sedang bersandar di kepala ranjang dengan laptop di pangkuannya.


"Lagi ngapain mas".Tanya Anita seraya bersandar di pundak suaminya.

__ADS_1


Tanpa menolah, tangan Danil terangkat mengusap lembut kepala sang istri lalu mengecupnya singkat.


"Lagi mantau kenaikan saham sayang".Anita hanya mengangguk tanda mengerti.


Rasa kantuk yang sudah menyerangnya membuat Anita beringsut dari duduknya untuk merebahkan tubuh.


Merasakan pergerakan sang istri membuat Danil menoleh "Udah ngantuk ya sayang".Tanya Danil


"Iya mas".


Segera Danil menyelesaikan pekerjaannya kemudian menekan tombol off dan menutup laptopnya hendak menyusul sang istri.


Malam berganti jadi siang, mentari pagi menampakkan sinarnya menembus sela sela jendela dari kedua pasangan cemara yang masih terlelap dengan damai.


Anita tersadar dari tidurnya saat merasakan sinar mentari yang menembus jendela kamarnya.


"Hoaaaammm".Anita meregangkan tangannya lalu menoleh ke arah suami tampannya.


Senyum Anita merekah menatap nanar wajah suami tampannya "Aku berjanji sama diri aku sendiri, apapun yang terjadi aku akan tetap di sampingmu dan anak anak sampai takdir yang akan memisahkan kita mas".Anita membatin.


Jika mengingat kembali masa lalu kelam dalam hidup Anita, tentu membuat semakin bersyukur atas segala skenario sang pemilik hidup. Membuatnya jatuh sedalam dalamnya hingga tiba masanya dia diangkat setinggi tingginya sampai fase bahagia.


Tentu kita perlu merasakan sakit untuk mencapai titik bahagia. Pepatah lama yang mengatakan "bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian". Terdengar sangat biasa namun memiliki makna yang luar biasa.


Tetap bersyukur dan jangan lupa tersenyum


**SALAM LITERASI


END


Info Author**

__ADS_1


Untuk kisa Danil dan Anita cukup sampai di sini yah teman teman. sedangkan kisah Andrian dan Geandra masih dalam analisa author apakah akan di lanjut di sini atau di pisah.Jadi tetap pantengin profil author yah.


Terima kasih dan sampai jumpa di karya author selanjutnya🥰🥰🥰🥰


__ADS_2