Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#70 Sebentar saja


__ADS_3

"Waktu dapat mengubah semuanya, termasuk perasaan". -St khadijah


TETAP JAGA KESEHATAN YA, DENGAN MEMATUHI ATURAN PROTOKOL KESEHATAN


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE NYA YA


SELAMAT MEMBACA


//*


Menjelang malam, barulah Anita sampai di rumahnya setelah seharian menghabiskan waktu bersama para sahabatnya.


Segera ia membersihkan diri kemudian memesan makanan karena tidak sempat memasak.


Setelah makan malam, Anita memilih bersantai di balkon kamarnya sambil menikmati secangkir kopi.


Anita menengadah ke atas, menatap langit langit malam yang sangat indah "*Malam yang sunyi,masih seperti biasanya.Menghadirkan diam diam seseorang dalam kepala".


"Apakah aku sudah menyimpan rasa kepadanya? bagaimana jika dia tidak.Aku belum sanggup merasakan yang kedua kalinya*".


Seseorang yang sedang mengganggu pikiran Anita, hingga tanpa sadar ia sudah duduk di sana sampai larut malam.


Angin malam yang mampu menembus relung hati Anita yang tengah gundah, tak mampu membuatnya beranjak dari sana.


Hingga beberapa saat kemudian "Ternyata sudah sangat larut".Katanya melihat jam, kemudian bangkit menuju tempat tidur dan tak menunggu lama, akhirnya Anita berlabuh dalam mimpi indahnya.


Pagi Tiba


Suara kucauan burung menjadi alarm pagi Anita, segera ia bangun untuk kembali melakukan rutinitasnya.


Sedangkan Danil, juga sedang bersiap untuk pergi ke tempat yang kemarin ia datangi yaitu rumah Anita.


Seakan memiliki sebuah harapan yang besar, dengan semangat, Danil menuju rumah Anita dan tak lupa Doni yang dengan setianya mengikuti.


"Yang cepat pak, takut orangnya sudah pergi lagi".Pinta Danil kepada supir.


"Siap tuan".


Doni melirik Danil tanpa bicara hanya menggeleng.


Hingga beberapa menit kemudian, Danil sudah berada di depan rumah Anita.Tanpa sabar Danil segera menekan bel.


Ting tong


Ting tong


Anita yang sedang berada di dapur menoleh mendengar suara bel.


Ting tong


"Iya sebentar".Teriak Anita


Clek...


Deg.......

__ADS_1


Seketika jantung Anita seakan berhenti berdetak.Orang yang berada di depannya adalah orang yang sama di masa lalunya.


Mulut Anita seakan terkunci tak mampu berkata.Anita hendak menutup pintu kembali "Mau apa kalian ke sini".Teriak Anita


Danil berusaha menahan pintu yang hampir tertutup "Aku mohon Nit, aku ingin bicara sebentar saja".Pinta Danil.


"Gak ada lagi yang bisa dibicarakan diantara kita mas, jadi pergilah dari sini".Teriak Anita mulai terisak.


"Aku mohon sebentar saja".


Anita terdiam sejenak, Danil yang tak mendengar jawaban Anita kembali bersuara "Anita, apa kamu masih ada di sana? Aku mohon buka pintunya, aku ingin bicara sebentar saja".Pinta Danil memohon


1 menit


2 menit


Clek


Setelah mengusap air matanya, Anita kembali membuka pintu


"Masuklah".


Anita berusaha setenang mungkin seakan tak pernah terjadi apa apa diantara mereka.


Setelah tamunya duduk, Anita beralih ke dapur membuat minuman.


Sedangkan Danil, jauh jauh hari ia sudah memantapkan hatinya untuk bertemu Anita, tetapi tak dipungkiri bahwa saat ini ia juga sedang merasakan detakan jantung yang tak karuan.


Tak lama kemudian, Anita datang membawa nampan di tangannya "Silahkan di minum".


Beberapa menit terdiam, tak ada yang memulai pembicaraan.


"Bicaralah, saya tidak punya banyak waktu".Ucap Anita datar sebisa mungkin menahan sesuatu yang hendak terjatuh.


"Aku mau minta maaf".Kata Danil serius.


"Saya sudah memaafkanmu".Jawab Anita singkat


Danil bingung mau bicara apalagi,melihat Anita yang sangat jauh beda dari beberapa tahun yang lalu.


Tak ada lagi Anita yang lemah


"Aku sadar, bahwa aku salah, tidak seharusnya aku memperlakukanmu seperti itu".


"Sudahlah mas, fasenya sudah lewat. Kamu juga sudah bahagia dengan wanita pilihanmu dan biarkan aku hidup tenang".


Danil menatap nanar Anita, ada kerinduan yang enggang ia tunjukkan di sana "Aku sudah tak bersamanya lagi, dia selingkuh dari aku".Jelas Danil.


Anita tersenyum sinis "Kalau begitu, apa yang membawamu datang ke sini".Tanya Anita serius.


"Aku hanya ingin meminta maaf sama kamu, aku menyesal Nit".Ucap Danil lirih


"Saya kan sudah bilang, saya sudah memaafkanmu, jadi tidak ada lagi alasanmu untuk tetap di sini mas".Tukas Anita


"Pulanglah, aku ingin berangkat kerja".Usir Anita.

__ADS_1


"Apakah kamu tidak ingin kembali bersamaku Nit".Tanya Danil menyimpan sebuah harapan


Anita menatapnya intens "Kamu gak salah? dulu kau yang membuangku, sekarang dengan mudahnya kau datang dan mengajakku untuk kembali".Geram Anita


"Semuanya sudah beda mas, aku dan kamu sudah tidak bisa bersama lagi".Lanjutnya


"Tapi....."


"Sudahlah mas, lebih baik kamu pulang".Usir Anita


Danil seakan berat meninggalkan rumah itu, tapi apalah daya, nasi sudah menjadi bubur.Dengan terpaksa Danil dan juga Doni pergi dari sana.


Selepas kepergian Danil, Anita memilih tak berangkat kerja "Semoga kamu bahagia mas".


Seketika tangis Anita pecah begitu saja, bukannya ia masih mencintai mantan suaminya itu, tetapi saat ia kembali mengingat penderitaannya di masa lalu, ia tak bisa menahan air matanya.


"*Dengan mudahnya kau melukaiku, dengan mudah pula kau datang akan menghapus luka itu.Kamu salah mas, semuanya tak semudah yang kau pikirkan".


"Kau dan aku sudah beda fase dan tak akan bisa bersama lagi*".


Setelah merasa sudah tenang,Anita menghapus sisa air katanya kemudian hendak kembali ke kamarnya.


Untuk mengisi waktu kosongnya, Anita memilih mengerjakan pekerjaan kantor yang bisa ia kerjakan dari rumah.


Sedangkan Danil, selepas dari rumah Anita, ia tak langsung pulang ke hotel.


"Don, lo bisa pulang duluan...Entar gue nyusul".Katanya hendak ke suatu tempat.


"Lo mau kemana?"Tanya Doni.


"Adalah pokoknya".


Danil meninggalkan Doni sendirian, kemudian ia menuju ke suatu tempat.


Disinilah Danil, di sebuah taman yang sangat jauh dari keramaian ia duduk seorang diri.


"Aku salah telah menyuruhmu pergi Nit, aku salah telah memilih orang lain dari pada kamu"


"Aku tak tau, seberapa sakit yang kau rasakan karenaku"


"Aku menyesal, sungguh menyesal, akulah orang yang paling bodoh".


"AAAAAAHHGHHHHHHHHHH". Teriak Danil prustasi mengusap kasar wajahnya


Apakah mereka akan kembali bersatu? tetap ikuti ceritanya


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2