
ASSALAMUALAIKUM SAHABAT AUTHOR, TETAP JAGA KESEHATAN YA DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE,VOTE, DAN KOMEN YANG MEMBANGUN
TETAP PANTENGIN CERITANYA YA,TERIMA KASIH
SELAMAT MEMBACA
//*
Di tengah pekatnya malam kota Jakarta, seorang pria yang masih setia bergelut dengan pekerjaannya. Suasana kantor yang sepi tak membuatnya bangkit dari tempatnya.
Ditemani oleh secangkir kopi, Danil masih sibuk dengan kegiatannya. Itulah Danil, selama ia pulang dari Negara K, hanya pekerjaan yang menjadi prioritasnya.
Bekerja dengan keras untuk menghilangkan segala pikirannya tentang sosoknya, siapa lagi kalau bukan Anita.
Selalu lembur meski pekerjaannya tidak terlalu penting bahkan bertemu mamanya masih bisa terhitung jari.
Seringkali ia tertidur di kantor, Doni selalu menegurnya tetapi Danil tak menghiraukannya.
Hingga menjelang subuh, barulah Danil berdiri hendak pulang ke Apartemennya.
Danil membawa mobilnya menembus jalan yang sudah sepi. Menerawang jauh entah kemana.
"Andaikan kau ada di sisiku,hidupku tak mungkin seberantakan ini Nit"
"Aku merindukanmu".
"Tidakkah kau juga merindukanku?".
"Aku sungguh dibuat gila jika mengingatmu"
Merasakan kerinduan yang mendalam, membuat Danil menutupinya dengan bergelut dalam pekerjaan.
Jalanan yang sepi membuat Danil bisa sampai dengan cepat. Danil memarkirkan mobilnya terlebih dahulu, barulah ia naik ke Apartemennya.
Klikk...
Danil masuk setelah memasukkan acses cardnya. Tanpa membersihkan diri,Danil langsung merebahkan dirinya di atas kasur king size.Hingga tak lama kemudian iapun terlelap.
Singkat
Malam menjemput pagi, membuat Danil yang baru terlelap harus bangun untuk kembali ke kantor.
Meski sering lembur tak membuat Danil harus terlambat saat datang ke kantor.
Segera Danil bangun untuk membersihkan diri terlebih dahulu lalu ia menuju dapur untuk membuat sarapan untuknya.
Selama Danil memutuskan tak tinggal lagi bersama mamanya, membuat Danil menjadi pria yang mandiri. Tak jarang ia memasak untuknya dibanding harus keluar mencari makan.
Danil membuat satu buah sandwich dengan segelas susu, kemudian dia melahapnya dalam diam.Setelah selesai sarapan, barulah Danil berangkat menuju kantor.
Danil sangat menikmati perjalanan menuju kantor yang mulai macet,hingga tiba saat lampu merah, Danil berhenti sejenak.
Tak sengaja netranya menangkap sosoknya, sosok yang selama ini membuatnya hampir melupakan dunianya sendiri. "Anita!!".Gumam Danil semakin memperjelas penglihatannya.
Sayangnya orang yang ditatap sama sekali tidak menoleh.Hingga saat lampu berubah menjadi hijau mengharuskan Danil menjalankan mobilnya.
Danil menepikan mobilnya sebentar lalu menengok "Kemana ya, aku yakin itu pasti Anita".
Tak mendapati lagi,Danil memilih melanjutkan perjalanannya.
"Kalau itu memang Anita, apa yang ia dilakukan di sini".Tanya Danil pada dirinya.
__ADS_1
Setelah sampai di depan perusahaan, Danil memarkirkan mobilnya di tempat khusus CEO.
Danil masuk dengan wajah datarnya tanpa membalas setiap sapaan para karyawan yang ia lalui.
Saat sampai di ruangannya, Danil segera menghubungi seseorang.
Tuuuutt
"Halo Don, ke ruanganku sekarang".Ucapnya langsung memutuskan sambungan telepon.
Clek..
Tak lama kemudian, muncullah Doni tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
"Ada apa?".Tanyanya langsung duduk tanpa diperintahkan.
Danil termenung sejenak "Dia ada di sini".Ucapnya
"Siapa?".Tanya Doni bingung.
"Anita".
"Lo serius? Ngapain dia di sini".Tanya Doni tak percaya.
"Makanya gue manggil lo ke sini buat cari tau ngapain Anita di sini".Ucapnya.
Doni menggaruk tengkuknya yang tak gatal "Gue lagi kan".Gerutunya dalam hati.
"Kenapa lo diam".Tukas Danil.
"Oh enggak, entar gue cari tau....Yaudah gue keluar ya".Ucap Doni.
Doni menoleh "Apa?".
"Apa mama menghubungimu?".Tanyanya.
Doni kembali duduk "Setiap hari tante Sandra menanyakan lo, lo gak sadar apa, tante Sandra mau banget ketemu anaknya yang menghilang entah ke mana".Ucap Doni kesal.
"Sebaiknya lo temui dia".Lanjutnya kemudian berlalu.
Danil memijat keningnya."Hidupku gak bakal seperti ini, seandainya dulu aku tak melakukan hal bodoh".Ucapnya merutuki kesalahannya.
Danil mengambil sebatang rokok lalu mengisapnya untuk mengurangi rasa pusingnya.
//*
"Kapan kamu mau balik".Tanya Arumi ditengah kesibukannya memasak kue.
Anita menoleh "Lusa mungkin".Jawabnya singkat.
"Cepat amat sih".Kesal Arumi
"Aku kan harus kerja, mau makan apa kalau gak kerja".
Arumi menghentikan kegiatannya lalu menatap tajam Anita "Gak kerja beberapa hari, gak bakal buat kamu langsung jatuh miskin kali".
"Aku gak mau isin terlalu lama dulu, karena bulan depan aku akan ambil cuti yang lumayan lama".Jelas Anita.
"Iya juga sih".
Hingga beberapa saat, kue yang mereka buat akhirnya jadi.Mereka membawanya ke ruang keluarga untuk mengobrol.
__ADS_1
Di sana hanya ada mereka berdua karena suami Arumi ada urusan penting, ibu ke pasar, Aldi kuliah.
"Kamu datang kan ke pernikahanku nanti".
"Pasti dong".Jawab Arumi .
"Kamu ajak ibu dan Aldi juga, suami jangan lupa,Karin apalagi".Ucap Anita.
"Oke sip".Kata Arumi sambil menautkan jari telunjuk dan ibu jarinya membentuk nol
Mereka berbincang sambil melahap kue yang mereka buat.
Tiba tiba Anita teringat sesuatu "Kamu pernah ketemu mas Danil nggak?".Tanyanya tiba tiba.
Arum menoleh "Pernah beberapa hari yang lalu, kenapa?".
Anita menggeleng "Enggak kok".
Arumi menelisik menatap Anita "Kau merindukannya?".
"Apaan sih, gak lah cuman nanya doang".Sewot Anita.
"Oh aku kirain kangen...Apa kau masih mencintainya?".Tanya Arum serius.
Anita menjitak kening Arumi "Aduh sakit tau".Gerutu Arum mengusap keningnya.
"Lagian kamu nanyanya gitu, ya kali aku masih mencintainya. Aku sebentar lagi mau nikah Rum".Sewot Anita
"Siapa tau kan".Jawab cuek Arum
"Enggak lah".
Cukup lama mereka hanya berdiam diri di rumah,membuat rasa bosan menyerang
"Bosan nih, keluar yuk".Ajak Anita.
"Kemana?"
"Ya, kemana aja gitu"
"Yaudah bentar aku ambil tas dulu".
Kini mereka membelah jalanan tak tau arah. "Kita kemana dulu nih".Tanya Anita yang masih fokus menyetir.
Arum berpikir sejenak "Mmm....Bagaimana kalau kita ke toko dulu".
"Ya ampun aku hampir lupa, iya iya aku mau ketemu anak anak".Anita menepuk jidatnya pelan
"Iya"
Anita melajukan mobil menuju toko.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1