
HALO SAHABAT AUTHOR, MAAF YA BARU BISA UP LAGI KARENA SUATU HALANGAN
SEBELUM LANJUT LIKE DULU YA
TERIMA KASIH
//*
1 BULAN KEMUDIAN
Semenjak pertemuan yang tak terduga itu, berkali kali Danil mengajak Anita untuk bertemu walau hanya sekedar makan, namun Anita tetap kekeh untuk menolaknya.
Seperti pagi pagi sebelumnya, Anita bersiap untuk berangkat ke kantor dengan mengendarai mobil mewahnya.
"Aku berangkat ya Rin".Teriak Anita dari dalam mobil.
"Iya hati hati".Balas Karin melambaikan tangan
Pip pip
Anita membunyikan klakson mobilnya kemudian keluar dari halaman rumah minimalis yang terlihat sangat asri itu.
Membelah jalan kota Jakarta yang tak pernah terhindar dari kemacetan. Hingga beberapa saat kemudian, barulah Anita tiba di perusahaan tempatnya bekerja.
Setelah memarkirkan mobilnya di parkiran khusus karyawan, Anita melangkah menaiki anak tangga menuju pintu utama.
Tak tak tak
"Bu Anita".Teriak seseorang dari belakang berhasil menghentikan langkah Anita.
Anita menoleh, terlihat pak satpam sedang berlari tergesa gesa dengan sesuatu di tangannya.
"Ada apa ya pak".Tanya Anita heran.
"Huh hah huh, huu, ini bu".Pak satpam menyerahkan sebuket bunga mawar yang sedari tadi ia bawah sambil berlari.
"Buat saya pak?".Tanya Anita heran seraya menunjuk dirinya sendiri.
"Iya bu, ini untuk ibu".Kata pak satpam
Meski heran, Anita tetap menerima buket bunga tersebut "Dari siapa ya pak".Tanya Anita.
"Saya kurang tau bu".
"Bapak dapat dari mana".Tanya Anita lagi.
"Tadi ada kurir yang datang bu, katanya buat ibu Anita".Jelas pak satpam.
"Yasudah, makasih ya pak".Anita melanjutkan langkahnya dengan perasaan heran membawa buket bunga tersebut.
Anita tiba di depan ruangannya.Tanpa pikir panjang ia melangkah masuk ke dalam.Terlihat belum ada siapapun di sana.
Untuk mengurangi rasa penasarannya, Anita duduk di mejanya kemudian membuka surat kecil yang terselip di bunga tersebut.
"Semoga harimu bahagia". Isi surat tersebut yang tak mencantumkan nama pengirimnya.
"Siapa sih, kok gak ada namanya ya".Anita membolak balikkan kertas kecil itu namun hasilnya nihil.
Tak lama kemudian, muncullah Gea "Pagi Anita".Sapanya langsung duduk di mejanya.
Tak sengaja mata Gea menangkap sesuatu yang membuatnya berbinar "Wahhh, dari siapa tuh".Bisik Gea ke telinga Anita.
"Cie cieee, kenalin dong".Ejek Gea lagi.
Anita melirik sejenak bunga itu lalu menghadap penuh ke Gea "Aku gak tau itu dari siapa".Katanya Serius.
"Widihhh, pake bohong lagi. Jujur ajalah Nit aku bisa jaga rahasia kok".Canda Gea.
"Aku serius Gea, tadi pak satpam yang kasih katanya ada kurir yang bawa bunga untuk aku".Kata Anita
__ADS_1
Gea yang tadinya berbinar berubah serius "Kenapa?".Tanya Anita heran.
Gea nampak manggung mangguk seolah berpikir "Kayaknya kamu punya pengagum rahasia deh".Tebak Gea.
"Apaan sih, gak mungkin lah".Elak Anita.
"Mungkin ajakan, secara kamu itu cantik, karir bagus, belum ada yang punya apa lagi coba udah paket komplit".Tutur Gea
"Kamu mikirnya ketinggian deh".Kata Anita merendah
Cukup lama mereka berbincang membahas bunga yang masih misterius itu hingga sudah masuk jam kantor.
Hingga beberapa lama mereka bergelut dengan pekerjaan, waktu kembali menunjukkan jam pulang kantor.
Semua karyawan MC bersiap untuk pulang ke tempat persinggahan mereka masing masing. Begitupun dengan wanita cantik yang sudah beberapa tahun menjanda masih memilih untuk sendiri siapa lagi kalau bukan Anita.
"Aku duluan ya".Pamit Anita kepada teman teman sedevisinya.
"Hati hati Nit".Teriak Gea
Anita berjalan menuju mobilnya kemudian membawanya masuk ke jalanan besar yang sangat kental dengan suasana macet itu.
Pippp
Piippp
Piippp
Suara hiruk pikuk kendaraan yang saling bersahutan masing masing ingin cepat sampai ke tempat tujuan mereka.
"Huuuff, gak bisa apa, sehari aja gak macet kayak gini".Gerutu Anita.
Anita menatap sekelilingnya, hingga tak sengaja netranya menangkap seseorang yang beberapa waktu belakangan ini sangat ia hindari "Mas Danil".Batin Anita.
Namun orang yang ditatap sama sekali enggan untuk menoleh.Hingga mobil Anita maju sedikit ke depan membuat matanya tak melihat Danil lagi.
Menjelang magrib, barulah Anita sampai di kediamannya.
"Hai, aku ke dalam dulu yah".Pamit Anita melenggang pergi.
"Iya".
Sampai di kamarnya, Anita langsung merebahkan dirinya tanpa melepas sepatu hilsnya.
"Hari yang melelahkan".Gumam Anita menengadah menatap langit langit kamarnya.
Tak lama kemudian, Anita terlelap begitu saja, tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.
30 menit berlalu
Tok tok tok
Suara ketukan dari luar.
Tok tok tok
"Nit, makan yuk".Teriak seseorang dari luar yang pasti itu adalah Karin.
"Nit".Teriak Karin lagi.
Karin yang tak mendapat sahutan dari dalam menjadi heran "Kok gak ada suara ya".Karena penasaran, Karin memilih membuka pintu kamar Anita
Clek...
"Ya ampun, gimana mau dengar coba kalau lagi enaknya tidur".Kata Karin menggeleng.
Karin melangkah pelan mendekati Anita "Nit, bangun ganti baju dulu".Ucap Karin pelan membangunkan Anita.
"Nit, bangun".
__ADS_1
Usaha Karin ternyata membuahkan hasil, terlihat Anita bergerak
"Uuummmmhhhhh, Rin".Tegur Anita dengan suara serak khas bangun tidur.
"Ganti baju dulu sanah".Pinta Karin
"Ya ampun aku ketiduran".Kata Anita
"Kamu udah makan gak".Tanya Karin.
Anita meraba perutnya kemudian menggeleng "Belum".
"Yaudah, kamu ganti baju dulu habis itu makan".
"Iya aku ganti baju dulu ya".Ucap Anita hendak berdiri.
"Kalau begitu, aku keluar ya".Karin melangkah keluar dari kamar Anita, membiarkan Anita membersihkan diri terlebih dahulu.
Tak menunggu waktu lama Anita hanya mencuci muka kemudian mengganti baju setelah itu barulah ia keluar menuju meja makan.
Di sana terlihat Karin sedang menata makanan di meja makan "Ayo makan dulu, makananya sudah aku panasin tadi".Ajak Karin.
Anita langsung duduk kemudian mengambil piring kosong dan mengisinya dengan nasi beserta lauknya "Kamu gak makan".Tegur Anita yang melihat Karin hanya diam.
"Aku udah tadi".Kata Karin.
Dengan lahapnya, Anita menyantap makanan buatan Karin "Kamu memang jago masak Rin".Puji Anita
"Kamu bisa aja Nit, aku kan belajar dari kamu hehe".Kata Karin.
Setelah makanan di piringnya habis tak tersisa, Anita meraih segelas air minum yang sudah tersedia di sana "Kita tuh sebagai wanita harus pandai masak".Ucap Anita.
"Hehe iya Nit".Balas Karin cengengesan.
Setelah membereskan meja makan, kedua wanita itu masing masing kembali ke kamarnya.
"Selamat malam Karin".Ucap Anita sebelum melangkah masuk ke kamarnya
"Selamat malam Nit".Balas Karin
Tuk
Kedua pintu kamar itu tertutup secara serempak.
Suara jangkrik menghiasi suasana malam yang sepi menghantarkan semua insan yang sudah lelah beraktivitas seharian untuk segera istirahat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue