Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#72 Bertemu Mama Tari


__ADS_3

ASSALAMUALAIKUM SAHABAT AUTHOR, TETAP JAGA KESEHAYAN YA.


DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN VOTE


SELAMAT MEMBACA


//*


Sinar jingga berangsur memudar, kini telah terganti dengan sinarnya rembulan malam.


Wahyu bersiap hendak menjemput Anita di rumahnya. "Kamu siap siap ya, aku sudah di jalan".Tulis Wahyu mengirim pesan.


Anita yang menerima pesan Wahyu, segera bersiap "Aduh kok aku jadi degdegan ya".Guman Anita.


Pip pip


Beberapa menit kemudian, suara klakson mobil berasal dari luar. Anita yang sudah menebak, langsung keluar menemui Wahyu.


"Kita langsung jalan aja ya".Ucap Wahyu


"Iya"


Wahyu membawa mobilnya menuju kediaman orang tuanya.


Tari yang mendapat kabar dari putranya, bahwa akan membawa wanitanya, sangat antusias memasak berbagai macam menu makanan "Ma, kok banyak makanan".Tanya Rizal menghampiri istrinya yang tengah sibuk menata makanan.


Tari menoleh melempar senyum manisnya "Kan kita mau kedatangan calon menantu kita pa".Ujarnya


"Calon menantu?".


"Iya pa, Wahyu akan membawa wanita pilihannya ke sini.Mungkin sekarang mereka sudah dalam perjalanan".Jelasnya lagi kembali sibuk menata meja makan.


"Ini adalah moment yang mama tunggu tunggu pa".


"Syukurlah kalau Wahyu sudah menemukan wanita lain".Timpal Rizal


Sambil menunggu kedatangan Wahyu, Tari dan Rizal memilih bersantai di ruang keluarga.


Beberapa menit kemudian


Ting tong


"Mungkin itu mereka".Seru Tari seraya bangkit


Ting tong


Clekk..


Tari menatap Anita sebentar kemudian beralih kepada putranya "Ayo masuk".Ajaknya sambil menarik tangan Anita.

__ADS_1


"Jadi ini, wanita kamu maksud nak?".Tanya Tari


"Iya ma"


Tari memegang bahu Anita "Siapa namamu nak?"


"Nama saya Anita tante".Balas Anita menyalami Tari.


"Yaudah, kita langsung makan aja ya, mama udah masak banyak".Serunya.


Kini,mereka berempat berada di meja makan "Ayo di makan, gak usah malu malu, anggap aja rumah sendiri".Pinta Tari kepada Anita


Anita yang mendapat perlakuan baik dari mamanya Wahyu hanya bisa tersenyum."Iya tante".


Tari sangat tertarik dengan kepribadian Anita, sama halnya Wahyu, Tari melihat plagiat Devi pada diri Anita. "Jadi, sudah berapa lama kalian pacaran".Tanya Tari tiba tiba.


"Uhuuk uhukk".Mendengar pertanyaan Tari, Anita jadi tersedak.


Wahyu segera menyodorkan air minum kepada Anita "Minum dulu".


"Terima kasih".


Tari dan Rizal menatap Anita yang tengah meneguk air yang disodorkan oleh Wahyu "Kamu gak papa kan nak".Tanya Tari.


"Iya tante, saya gak papa".Balas Anita tersenyum kecut.


"Maaf ya kalau pertanyaan tante salah".


Setelah makan malam, mereka memilih berbincang sejenak di ruang keluarga. Hingga malam semakin larut, Anita pamit pulang "Kapan kapan,mainlah ke rumah tante ya, walaupun tidak ada Wahyu".Ucap Tari.


"Iya tante".


"Ma, pa kami pamit ya".Ucap Wahyu menyalami kedua orang tuanya diikuti oleh Anita.


"Kalian hati hati ya".Ucap Rizal


Wahyu dan Anita pergi.Selepas kepergian mereka,Rizal mengajak istrinya untuk masuk "Ayo ma, kita masuk".


Sampai di ruang keluarga "Menurut papa,Anita gimana?".Tanya Tari.


Rizal menoleh "Dia gadis yang baik, persis seperti Devi".


"Mama juga gitu, semoga hubungan mereka tetap berlanjut ya pa".Harap Tari.


Sedangkan Wahyu, setelah mengantar Anita pulang,iapun kembali ke Apartemennya. "Kamu lagi ngapain?".Tulis Wahyu saat tiba di Apartemennya.


Di kamar Anita,setelah membersihkan diri, ia hendak merebahkan diri tetapi ia urungkan saat mendengar pesan masuk dari handponenya.


"...........".Wahyu

__ADS_1


Segera Anita membalasnya "Baru aja,aku mau tidur".


"Yaudah...Selamat istirahat".Tulis Wahyu


Anita memilih tak lagi membalas pesan Wahyu dan meletakkan handponenya di atas nakas.Hingga tak lama kemudian, diapun terlelap.


Berbeda dengan Danil yang masih berada di hotel tempatnya menginap beberapa hari belakangan ini.


Terlihat Danil sedang termenung seorang diri menatap langit langit malam melalui balkon kamarnya.


"*Anita...."


"Gadis yang baik, sungguh kau tak pantas kuperlakukan seperti itu, tetapi dengan teganya aku menyakitimu. Maafkan aku Nit, sungguh aku menyesal".


"Waktuku di sini tinggal dua hari lagi, sedangkan Anita masih saja menghindariku, aku ingin sekali kau ikut bersamaku Nit, aku ingin membawamu kembali ke tempatmu yang seharusnya Nit*".Batin Danil tanpa sadar menitikan air mata.


"Aku adalah orang yang paling jahat di dunia ini".Ucap Danil mengacak rambutnya prustasi.


"AAAAAGHHHHHHHHHHHHH".Teriak Danil seraya menangis sesugukan.


Sangat miris bukan, dulunya Danil dengan angkuhnya menyakiti Anita kini nampak Danil yang sedang menangisi orang yang sama.


Keinginan Danil untuk mengajak Anita kembali sangatlah besar, Danil ingin menebus semua kesalahannya di masa lalu, tetapi sepeetinya itu sangatlah sulit.


Melihat Anita yang selalu menghindarinya membuat Danil putus asa.


Sedangkan dua hari lagi,dirinya harus kembali ke Negara X, karena suatu tanggung jawab yang tak bisa ia tinggalkan.


"Mungkin aku memang tak pantas untukmu Nit, aku tidak malu mengakui bahwa aku benar benar mencintaimu".Ucap Danil lirih.


Dengan penampilan yang berantakan, Danil memilih masuk karena sudah tak tahan dengan rasa dinginnya angin malam kota Landon.


Menjelang subuh, barulah Danil bisa tidur nyenyak.


Setiap orang pernah melakukan kesalahan, tetapi setiap orang juga berhak untuk memperbaiki kesalahannya. Meminta maaf dan memperbaiki adalah hal yang semu bagi mereka yang benar benar merasakan yang namanya penyesalan.


Anita, sudah pernah mengatakan bahwa ia telah memaafkan Danil, tetapi sepertinya ia masih belum mampu untuk kembali lagi kepada mantan suaminya itu.


Meskipun dalam hati kecilnya mengatakan ia sangat merindukan sosok itu,tetapi logikanya seakan lebih besar sehingga ia tak mampu mendengar suara jeritan di hati kecilnya.


Tak ada yang tau akan seperti apa seseorang di masa yang akan datang.


Jadi buat sahabat setia author, tetap pantengin ya ceritanya. Untuk sementara biarlah kita sama sama penasaran bagaimana kelanjutan kisah mereka.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2