Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#116 Koma


__ADS_3

INSTAGRAM @IJHAAA14


//*


"Keluarga korban".Seru dokter


Semua mendekat "Bolehkah kami memastikan dulu dok?".Tanya Danil.


"Boleh, tapi pasien harus dipindahkan dulu ke ruang icu".Kata dokter


"Bagaimana keadaannya dok".Tanya Danil


"Kami belum bisa menjelaskan kepada kalian jika belum pasti bahwa pasien adalah keluarga kalian".Jelas Dokter.


"Setelah dipindahkan, kalian boleh memastikan tapi hanya satu orang yang masuk".Lanjut dokter.


"Baik dok".


"Saya permisi".Dokter meninggalkan mereka.


Selepas kepergian dokter, mereka berunding terlebih dahulu "Siapa yang ingin masuk".Tanya Benny.


"Aku".Kata Danil langsung


Benny dan Mega terlihat bingung "Kamu?".Tanya Mega memastikan.


"Biar aku saja".Kata Doni menengahi


"Tidak boleh, aku yang akan masuk".Ucap Danil semakin membuat Benny dan Mega bingung


"Kenapa seolah olah kamu mengenal dekat Anita, kamu terlihat panik".Selidik Mega


"Iya Nil, apakah sebelumnya lo mengenalnya?".Tanya Benny


Danil terdiam sejenak "Jawab Danil".Pinta Mega.


"Iya, Anita adalah mantan istriku".Jelas Danil berhasil membuat Benny dan Mega terpaku.


"You are serious".Mega memastikan


"Ya, aku serius".


"Gimana ceritanya Anita adalah mantan istri lo".Tanya Benny bingung


"Gue gak bisa jelasin sekarang".Ucap Danil lemas


Benny dan Mega tak mampu berkata apa apa lagi.


"Biar aku yang masuk".Ucap Doni tiba tiba dan langsung menuju ruang icu tanpa meminta persetujuan dari mereka


Akan lebih aman jika Doni yang masuk pikirnya.


Melihat Doni sudah pergi, mereka langsung tersadar dan ikut menuju ruang icu namun hanya sampai depan.


Doni langsung masuk, terlihat dari kejauhan seorang wanita yang terbaring lemah masih belum sadarkan diri dengan perban di kepalanya tak lupa selang oksigen di mulutnya.


Pelan tapi pasti Doni mendekat.


Deg...


"Anitaaa".Gumamnya


"Gadis yang malang, aku yakin kamu kuat Nit".


Setelah memastikan, Doni langsung keluar menemui lainnya.


Clek...


"Gimana?".Tanya mereka serempak


Doni terdiam "Jawab Don".Teriak Danil


"Anita".Kata Doni singkat.


Tes.......


Seketika air mata Danil lolos jatuh, tak bisa menopang tubuhnya sehingga Danil terduduk lemas.


"Sabar bro, Anita wanita yang kuat".Doni berusaha menguatkan


Tak lama kemudian, dokter kembali menghampiri mereka. "Bagaimana? apakah kalian kenal dengan pasien?".Tanya dokter langsung


"Iya dok kami mengenalnya, dia sudah tak punya keluarga dan biarkan kami yang bertanggung jawab dengannya".Jelas Mega.


"Baik, satu orang bisa ikut dengan saya".Kata dokter


"Biar aku saja".Kata Doni


"Gak papakan Nil".Doni meminta persetujuan.


Danil hanya bisa mengangguk lemah.

__ADS_1


Sedangkan Gea hanya bisa menangis di pelukan Mega.


Tak lama kemudian, muncullah Karin dengan sedikit berlari.


"Gimana dengan Anita kak".Tanya Karin panik.


"Kamu siapa?".Tanya Benny yang memang tak mengenali Karin.


"Dia yang tinggal dengan Anita mas".Ucap Mega.


"Anita belum sadarkan diri, untuk lebih jelasnya kita belum mengetahuinya".Jelas Mega


RUANGAN DOKTER


"Siapa nama pasien?".Tanya dokter


"Anita dok".Kata Doni


"Begini, Anita mengalami benturan keras di kepalanya yang sangat beresiko tinggi terjadinya Amnesia Retrograde".Kata Dokter


"Saya tidak mengerti dok".


"Kemungkinan besar, Anita akan mengalami amnesia sehingga kehilangan sebagian memori di masa lalunya".Jelas Dokter.


"Hilang ingatan maksud dokter?".


"Iya kurang lebih seperti itu, beruntungnya Anita cepat keluar sebelum mobil meledak. Jika tidak, kita tidak tau apa yang akan terjadi dengannya.


"Apakah akan berlangsung lama dok?".


"Bisa lama bisa cepat, tegantung dari psikologisnya, jika dipaksakan akan berakibat fatal".


"Tapi semuanya belum bisa dipastikan apakah benar benar terjadi seperti itu atau tidak sebelum Anita sadar".Kata dokter lagi


"Apakah masih ada lagi dok".


"Sejauh ini, cukup itu dulu. Selebihnya kita tunggu Anita sadar dulu".Jelas dokter.


"Baik kalau begitu dok, saya permisi".Pamit Doni


Setelah keluar dari ruangan dokter, Doni segera menghampiri semuanya.


"Apa kata dokter Don".Tanya Danil


Semua terdiam menunggu penjelasan dari Doni.


"Beruntungnya Anita bisa keluar dari mobil sebelum meledak. Tapi...".Doni menggantung ucapannnya


"Tapi apa".Tanya mereka serempak


"Apa!!!".Kata mereka serempak


"Iya, tapi belum bisa dipastikan sih, kita tunggu Anita sadar dulu".


"Semoga saja Anita baik baik saja".Kata Mega


"Anita wanita yang kuat".Kata Karin


Semua kembali dalam pikiran masing masing.


1 jam kemudian


Belum ada tanda tanda bahwa Anita akan sadar sehingga menambah kekhawatiran mereka


Sesekali dokter datang memeriksa keadaan Anita.


Hingga menjelang malam, Anita belum sadarkan diri.


Dokter menghampiri mereka "Kenapa Anita belum sadar juga dok".Tanya Danil khawatir


"Anita sudah melewati masa kritisnya".Ucap dokter.


"Alhamdulillahh".Ucap mereka


"Tapi kenapa belum sadar juga dok".Tanya Mega


"Iya dok".Danil


"Beberapa jam yang lalu seharusnya Anita sadar, tetapi sampai saat ini belum ada tanda tanda dia akan sadar sehingga kami menyimpulkan bahwa Anita koma".Jelas dokter


"Apa!!!!!".Pekik Mereka


"Gak mungkin dok".Danil tak terima


"Tapi sudah seperti itu pak".Kata dokter.


"Kalian sering seringlah ajak Anita bicara itu akan memicu ia cepat sadar dari komanya, karena dia tetap bisa mendengar orang orang sekitarnya".Jelas dokter.


"Kalau begitu saya permisi".Dokter meninggalkan mereka


Anita dipindahkan ke ruang rawat dan sebagian alat alat media sudah dilepas dari tubuhnya kecuali selang oksigen.

__ADS_1


"Ben, sebaiknya lo ajak istri lo pulang".Kata Doni.


"Yaudah kalau gitu,kabarin kalau ada apa apa ya".Kata Benny


"Iya pasti".


"Ayo sayang kita pulang dulu, besok kita bisa ke sini lagi".Ajak Benny


"Tapi aku gak bisa ninggalin Gea dan Karin di sini".


"Kakak pulang aja, aku akan tetap di sini".Ucap Gea


"Yasudah kalau gitu aku duluan ya".


Benny dan Mega meninggalkan mereka di depan ruang rawat Anita.


"Kalian juga pulang istirahat".Pinta Doni.


"Saya akan tetap di sini".Kata Gea


"Saya juga".


"Yasudah kalian pulang ganti baju, sekalian bawakan baju untuk Anita".Pinta Doni datar


"Akan ada sopir yang akan mengantar kalian".Lanjut Doni.


Dengan terpaksa Gea dan Karin harus pulang walau hanya sekedar ganti baju dan akan kembali lagi.


Kini tinggal mereka berdua di sana "Lebih baik lo istirahat juga Don".Pinta Danil.


"Gue mau keluar dulu, siapa tau lo mau pesan sesuatu".Kata Doni.


"Baju ganti saja".


"Yaudah gue pergi dulu".


Selepas kepergian Doni, Danil masuk ke ruangan Anita.


Clek....


Seketika air mata Danil lolos membasahi pipinya melihat wanita yang amat sangat dicintainya sedang terbaring lemah di atas ranjang.Perban putih yang masih melekat di kepalanya.


Pelan tapi pasti Danil mendekat lalu meraih tangan pucat Anita yang terpasang selang infus.


Danil menunduk tak mampu berucap, sesekali mengecup tangan itu, tangan yang pernah terpasang cincin pernikahannya.


"Aku mencintaimu".Tangisnya pecah begitu saja.


Sungguh Danil telihat sangat kacau, hatinya teriris melihat wanitanya tak berdaya.


Bayang bayang di masa lalu kembali menghantuinya sehingga ia selalu merutuki kebodohannya di masa lalu


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2