Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#47 Kerja


__ADS_3

APA KABAR SAHABAT KHA, TETAP JAGA KESEHATAN YA DENGAN MENERAPKAN 3M


SEBELUM LANJUT BACA JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN VOTE UNTUK DUKUNG AUTHOR


SELAMAT MEMBACA


***


Keesokan harinya di kota Liverpool, sesuai yang dikatakan Kenan kemarin ia akan datang meninjau perkembangan proyeknya di kota itu tepatnya di sebuah desa terpencil.


Anita yang terlebih dahulu siap memilih menunggu atasannya itu di loby hotel.


"Kamu di mana".Tanya Kenan mengirim pesan.


"Saya di loby pak".Balas Anita tak mendapat balasan dari Kenan.


Tak berselang lama muncullah Kenan dari arah pintu lift.


"Ayo".Ajaknya melewati Anita.


Dengan sabarnya Anita hanya mengekor ke mana atasannya pergi.


"Kita akan sarapan dulu".Ucapnya tanpa menoleh.


"Baik pak".Jawab Anita dengan patuh.


Sampailah mereka di restoran dekat dari hotel.


Tanpa sepatah kata Kenan menyantap makanannya dan Anita pun ikut diam.


Setelah sarapan barulah mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat yang di maksud Kenan.


"Khmmmmm".Deheman Anita


Kenan menoleh mendengar deheman Anita menautkan alisnya dan Anita yang paham itu seolah mengerti maksud bosnya yang bertanya ada apa.


"Mm anu pak,,emang proyek apa yang akan kita kunjungi nanti".Tanyanya sedikit takut.


"Rumah sakit, karena desa itu sangat jauh dari jangkauan rumah sakit di kota".Jawab Kenan fokus menyetir.


"Oh gitu ya pak".


Seketika hening kembali.


Beberapa jam kemudian mobil yang mereka kendarai telah memasuki daerah yang ditumbuhi dengan banyak pepohonan sesekali mereka melewati rumah warga dengan jalan yang sedikit bebatuan.


Hingga tibalah mereka di kawasan pembangunan proyek di pelosok desa.


Anita mengikuti Kenan yang akan menemui seseorang yang sedang memantau para pekerja.


"Pak Kenan selamat datang".Ucap pria itu menyambut sopan kedatangan Kenan.


"Sudah sampai mana pembangunannya".Tanya Kenan tanpa menghiraukan sapaan dari pria itu.


"Sudah 65% pak".Jawabnya.


"Bagus, apa ada kendala?".Tanyanya lagi.


"Sejauh ini tidak ada pak".


Dengan memakai topi khusus lapangan mengelilingi bangunan melihat satu persatu kinerja para pekerja di sana, begitupun dengan Anita hanya mengekor di belakang.

__ADS_1


Tut tut tut


Suara deringan telepon berasal dari handpone Anita.


"Maaf pak saya permisi dulu mau angkat telepon".Izin Anita hanya anggukan yang diberi oleh Kenan.


"Ya halo...Dengan siapa ini?".Ucap Anita kepada penelpon yang tak dikenal.


"Ini mama Nit".


Anita berfikit sejenak mencerna ucapan wanita itu. Mama??.


"Mama Sandra!!!".Tebaknya. "Ya ampun ma maafin Anita kirain siapa".Lanjutnya tidak enak.


"Heheh iya gak papa, kamu gimana kabarnya sekarang".Tanya penelpon yang diketahui mantan mertua Anita.


"Aku baik ma, kalau mama sendiri bagaimana".


"Mama baik kok".


"Oh ya maa aku turut bahagia ya dengan pernikahan mas Danil".Ucapnya yang merasa sakit dengan ucapannya sendiri.


"Iya,mama harap kamu juga segera cari pendamping ya sayang".


"Insya allah ma".


Setelah beberapa saat berbincang dengan mantan mertuanya, Anita memilih mengakhiri karena takut membuat atasannya menunggu lama.


#############


Di tempat Sandra habis menghubungi Anita karena merasa kangen dengan mantan menantunya itu.


"Andaikan Anita masih menjadi menantuku pasti aku tidak akan kesepian seperti ini, sedangkan Jessica selalu sibuk entah apa yang membuatnya sangat sibuk


Tut tut tutuuuuuut......


"Halo Danil".


".........."


"Kamu sibuk nggak...Mama bosen nih di rumah sendiri".


"..........."


"Enggak ahh mama bosen belanja mulu, mama mau ke tempat kamu boleh kan".


"..........."


"Yasudah mama jalan ya daaaaa".


Tut..


Merasa bosan seharian di rumah sendiri meskipun banyak pelayan di sana tapi masing masing sibuk dengan pekerjaannya, Sandra memilih pergi menemui putra semata wayangnya.


Tak


Tak


Tak


Mengenakan dress selutut dengan tas jinjing di tangannya serta hils yang senada dengan bajunya membuatnya terlihat anggun di umur seusianya.

__ADS_1


Diantar oleh supir pribadinya meninggalkan halaman mension mewahnya menuju kantor Danil.


Karena masih jam kantor jalanan tak begitu macet sehingga tak butuh waktu lama ia sampai di depan bangunan pencakar langit milik putranya.


Dengan anggunnya ia memasuki kantor dengan senyumam yang tak pernah lepas dari bibirnya, tanpa sepatah kata ia langsung memasuki lift khusus keruangan Danil.


Ceklek..


"Sayang".Panggilnya.


Danil yang tengah mengerjakan sesuatu mendongak mendengar suara lembut mamanya,segera ia berdiri menyambut wanita terkasihnya itu.


"Mama kenapa tidak menghubungiku dulu jika sudah sampai biar aku menjemput mama di bawah".Ujarnya menuntun sang mama duduk di sofa.


"Kelamaan kalau nunggu kamu".Canda Sandra.


"Mama mau minum apa, biar aku pesankan".Tawar Danil.


"Enggak usah,kamu lanjut kerja aja".


Danil kembali sibuk dengan pekerjaannya sesuai permintaan sang mama, sedangkan Sandra tanpa bosannya menatap raut wajah putranya yang sedang serius.


1 menit


2 menit


3 menit


"Akhir akhir ini mama jarang melihat Jessi".Ucap Sandra tiba tiba berhasil membuat Danil gagal fokus.


"Mmm.... Jessi ya ma, terakhir dia bilang di rumah keluarganya gak tau deh sekarang ma".Ucapnya acuh.


"Kamu gimana sih istri sendiri gak tau di mana".Ucap Sandra kesal.


"Tau deh ma gak usah bahas dia".


"Mama gak mau tau kamu harus cari tau di mana keberadaan istri kamu, biar bagaimana pun dia itu tanggung jawab kamu dan sekarang kemana pun dia pergi akan membawa nama besar keluarga kita".Jelas Sandra sedikit emosi.


"Iya iya ma nanti aku coba hubungi dia".


"Yaudah kalau gitu, mama mau pergi ketemu teman mama".Ucapnya hendak berdiri.


"Lho kok cepat banget sih ma perginya".Tanya Danil ikut berdiri.


"Tau ahh mama lagi gak mood".


"Yaudah aku anter ke bawah ya" Tawar Danil.


"Gak usah,mama bisa sendiri".Ucapnya langsung berlalu.


"Huffffhhhghhh".Danil membuang nafas kasar


"Aku harap kamu gak macem macem di luar Jes". Batin Danil.


.


.


Habis baca jangan lupa like dan vote ya


Ditengah pandemi seperti ini jangan lupa tetap mengikuti aturan protokol kesehatan dengan menjaga 3M

__ADS_1


Salam sehat dari author


Bersambung💚


__ADS_2