
ASSALAMUALAIKUM SEMUA,JANGAN LUPA JAGA KESEHATAN YA.
UNTUK DUKUNGANNYA JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN VOTE SERTA KOMENTAR YANG POSITIF
TERIMA KASIH
SELAMAT MEMBACA
//*
Pagi yang cerah menghantarkan Anita bangun dari pembaringannya untuk segera bersiap melakukan kembali rutinitasnya.
Berbeda dengan Wahyu yang tampak tak memiliki semangat untuk beranjak dari tempatnya.
Mengingat insiden kemarin,membuat wahyu tak ingin ke rumah sakit apalagi akan bertemu dokter Dini.
Sedangkan dokter Dini, tak hanya sampai di situ, hari ini ia kembali ingin menemui keluarga Wahyu.
Bermodalkan alamat yang telah diberikan oleh orang suruhannya, Dini menyalakan mesin mobilnya menuju alamat tersebut.
"Semuanya belum selesai sebelum aku benar benar mendapatkan Wahyu".Ucap Dini tersenyum devil.
Saat mendapati lampu merah, Dini menghentikan mobilnya.Tanpa sengaja ia melihat wanita yang sangat dikenalnya.
Seperti mendapat angin segar, Dini hendak menghubungi seseorang.
Tuuuttt
"Halo, saya punya tugas untuk kamu".Pintanya masih menatap ke arah wanita tersebut.
"Kirimkan pesan ke nomor wanita itu, suruh dia pergi ke rumah keluarga Wahyu.Katakan saja ini perintah dari mama Tari".Lanjutnya.
"Baik bos, serahkan kepada kami".Balas seseorang dari seberang sana dengan patuh.
"Kerja bagus".
Tut.
Bersamaan dengan berubahnya lampu merah menjadi hijau,Dini segera menancap gasnya begitupun wanita yang berada di sebelahnya tadi.
Beberapa menit kemudian, Tibalah Dini di sebuah rumah yang terbilang mewah. Setelah dibukakan pintu gerbang oleh satpam, ia memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu rumah itu.
Tok tok tok
Tok tok tok
Clek..
Nampak seorang pelayan membukakan pintu "Ada yang bisa saya bantu nona".Tanya pelayan tersebut.
"Saya mau bertemu yang punya rumah, orangnya ada kan."
"Oh iya,kebetulan tuan dan nyonya masih ada di dalam, mari saya antar".Ucap pelayan sopan.
Dini mengikuti pelayan itu untuk masuk kemudian dipersilahkan untuk duduk "Sebentar saya panggilkan tuan dan nyonya".
"Iya".
Tok tok tok
"Permisi tuan, nyonya".Ucapnya pelan dari luar.
Clek..
"Iya ada apa bi".Tanya Tari.
"Di bawah ada perempuan yang ingin bertemu tuan dan nyonya".Jelasnya.
"Siapa ya bi".Tanya Tari
"Saya kurang tau nyonya".
"Yaudah, saya dan mas Rizal akan segera turun".Ucap Tari kemudian kembali masuk hendak menemui suaminya.
"Ada apa ma?".Tanya Rizal.
"Katanya ada yang ingin bertemu di bawah".Balas Tari.
__ADS_1
"Siapa?"
"Aku juga kurang tau, ayo kita turun tidak baik membuat tamu menunggu".Ajaknya.
Tari dan Rizal menuruni anak tangga, kemudian menghampiri Dini.
"Pagi om, tante".Sapa Dini sopan seraya berdiri menyalami.
"Iya pagi, silahkan duduk".Ucap Tari
"Oh iya kalau boleh tau,ada apa ya kamu mencari kami".Tanya Tari heran
Dini tersenyum "Begini tante,om perkenalkan nama saya Dini, saya adalah rekan sesama dokter dibrumah sakit tempat Wahyu".Ucap Dini.
"Jadi kamu temannya Wahyu?".Kini Rizal yang bertanya.
"Iya om saya teman Wahyu"
"Terus apa yang membuat kamu sehingga datang ke sini, Wahyu enggak tinggal di sini".Jelas Tari.
"Enggak tante, saya memang ingin menemui tamte dan om".
"Yasudah ada apa kalau begitu".
"Huufffff, saya ingin meminta pertanggung jawaban Wahyu".
"Maksud kamu?".Tanya orang tua Wahyu serempak.
"Kemarin saat acara peresmian rumah sakit, Wahyu melecehkan saya".Jelas Dini.
"APAA!!".Pekik tari tak menyangka. "Enggak mungkin, kamu pasti bohong kan".
"Enggak tante, saya berkata jujur".
"Ma, panggil Wahyu datang ke sini".Pinta Rizal dengan wajah datar.
Tanpa pikir panjang,Tari segera menghubungi putranya itu.
Tuuuuut tuuut
"Kamu ke rumah sekarang".Pintanya serius.
"Ngapain ma".
"Mama gak mau tau pokoknya kamu ke sini sekarang".
Tut
Setelah memutuskan sambungan telepon secara sepihak, Tari kembali menemui suaminya.
"Udah pa".Ucapnya.
"Jadi mau kamu apa?".Tanya Tari serius
Dengan yakin Dini menjawab "Saya ingin Wahyu menikahi saya".
"Apa!!...Itu gak mungkin,Wahyu akan segera menikah".Ucap Tari mulai emosi.
Melihat istrinya emosi,Rizal mengelus lembut bahunya "Mama tenang dulu,kita tunggu sampai Wahyu datang"
Beberapa saat kemudian.
Tok tok tok
"Itu pasti Wahyu".Seru Tari hendak berdiri
Rizal menahannya "Sudah,biar bibi yang buka".Tati kembali duduk.
Tak tak tak
Ketiga pasang mata menoleh menatap seseorang yang baru datang.
Mata Wahyu terfokus kepada Dini "Ngapain dokter Dini ke sini, aduh mampus gus".Batin Wahyu
"Ada apa ya ma,pa?".Tanya Wahyu bingung.
"Duduk dulu".Pinta Rizal.
__ADS_1
Dengan perasaan bingung sekaligus takut, Wahyu hanya menurut.
"Apa kau mengenal wanita ini?".Tanya Rizal.
Wahyu menatap Dini sejanak "Iya pa, dia teman kerja aku".
"Apa kamu benar benar telah melakukan hal yang terlarang dengan dia nak?".Kini Tari yang bertanya.
"Maksud mama?".Tanya Wahyu heran.
"Saat acara peresmian rumah sakit, kamu melecehkannya kan".
Wahyu terdiam,merasakan detakan jantung tak karuan
"Mau kamu apa sih, belum tentu aku menyentuhmu malam itu".Kesal Wahyu kepada Dini.
"Tapi kamu memang melakukannya malam itu, dan aku mau kamu bertanggung jawab".
"APAAAAA!!".Pekik seorang wanita tiba tiba.
Semuanya serempak menoleh "Anita".Gumam Wahyu
Nampak Anita sudah menitikan air mata "Aku mendengar semuanya, kamu jahat mas, aku benci sama kamu".Teriaknya kemudian berlalu pergi dari sana.
"Anitaaaaa!!".Teriak Wahyu dan Tari serempak.
Saat Wahyu hendak mengejar Anita, tangan kekar yang tiba tiba menahannya.Wahyu menoleh.
"Lepasin Wahyu pa, aku harus mengejar Anita".Ucap Wahyu
"Selesaikan dulu masalahmu dengan wanita ini".Ucap Rizal datar.
"Tapi pa, aku gak merasa telah melakukannya malam itu".Tolak Wahyu tegas meski dalam hatinya ia tidak terlalu yakin dengan ucapannya.
"Jadi kamu mau menyangkal, kamu memang melecehkanku malam itu".Ucap Dini tak kalah tegas.
Sedangkan Tari tak mampu lagi berkata hanya bisa menangis di samping suaminya.
"Ayo duduk dulu, kita bicarakan baik baik".Ajak Rizal.
"Tapi Anita pa".
"Biarkan Anita menenangkan pikirannya dulu".Ucap Rizal lagi.
"Apa kamu memiliki bukti bahwa Wahyu benar benar telah menyentuhmu".Tanya Tari tiba tiba.
"Iya tante, saya punya bukti...Sebentar".Ujar Dini seraya mencari sesuatu di tasnya.
"Ini".Ucapnya sambil menunjukkan beberap lembar foto dirinya dengan Wahyu yang tak mengenakan busana dalam kamar hotel yang mereka tempati malam itu.
Tari menutup mulutnya tak menyangka "Hiks, kenapa nak,kenapa kamu melakukan itu".Ucap lirih Tari.
Wahyu mengusap wajahnya kasar "Tapi aku akan segera menikah dengan Anita, jadi tidak mungkin aku menikahimu".Ucap Wahyu serius.
PLAAAAAAAK.Suara tamparan keras memenuhi ruang tamu.
Wahyu memegang wajahnya yang terasa panas akibat tamparan dari sang papa.
"Anak kurang aja, papa tidak pernah mengajarkanmu melakukan hal kotor seperti itu BODOH".Teriak Rizal emosi.
"Kamu harus menikahinya".Ucap Rizal lalu melenggang pergi dari sana.
"Mama kecewa sama kamu".Giliran Tari yang pergi.
Kini tinggal mereka berdua di sana.Wahyu menatap sini ke arah Dini, tanpa berucap sepatah katapun Wahyu memilih pergi dari rumah itu.
"Sekarang aku yang menang".Batin Dini disertai senyum seringai.
Hingga tak lama kemudian,Dini memilih meninggalkan rumah itu.
.
.
.
To be continue
__ADS_1