
INSTAGRAM @IJHAAA14
//*
Empat mata yang tak sengaja beradu, berhasil membuat detak jantung keduanya berdenyut sangat cepat.
"Mas Danil".Batin Anita
"Anita".Batin Danil
"Dunia memang sempit".Batin Doni
1 detik
2 detik
3 detik
"Anita, sini".Suara itu berhasil membuyarkan lamunan mereka
Anita tersentak begitupun dengan Danil. Anita menoleh menatap Mega lalu tersenyum "Oh iya kak".Anita menghampiri Mega
"Nit kenalin, ini Danil dan ini Doni".Kata Mega menunjuk kedua pria tersebut secara bergantian
Tatapan Danil tidak beralih dari Anita sedetikpun kemudian berdiri hendak menyapa Anita "Kita ketemu lagi Nit".Sapa Danil memberanikan diri seraya mengulurkan tangannya.
Sedangkan ketiga manusia lainnya yang tak lain adalah Mega, Benny dan Gea terlihat heran menatap Danil dan Anita secara bergantian.
"Kalian saling kenal?".Tanya Benny.
"Iyaaa"... "Tidak". Ucap Anita dan Danil serempak membuat mereka semakin bingung.
"Tidak kak, aku tidak mengenalnya".Ucap Anita serius lalu melirik Danil sebentar dan tanpa sengaja tatapan mereka saling bertemu. Dengan cepat Anita mengalihkan penglihatannya.
Begitupun dengan Doni ikut berdiri hendak menyapa Anita "Hai".Sapanya terlihat biasa saja.
"Halo,pak Doni".Balas Anita terlihat ramah
Mendapat respon seperti itu dari Anita, membuat Doni melirik Danil kemudian terlihat tersenyum mengejek "Rasain loh Nil".Batin Doni
"Yasudah kalah gitu, ayo duduk".Pinta Mega.
Terlihat ketiga wanita tersebut saling melempar candaan tanpa menghiraukan ketiga pria yang satu meja dengannya
Sesekali Danil curi pandang ke Anita dan itu disadari oleh Doni "Yaelah, kalau mau ajak ngomong dong".Bisik Doni
"Apaan sih lo".Balas Danil dengan berbisik juga
"Sejak kapan Anita ada di Jakarta".Tanya Danil pelan
"Sejak lo di Amrik".Jawab Doni.
"Sialan lo".Geram Danil menginjak keras kaki Doni "Awwww".Pekik Doni mampu mengalihkan semua yang ada di sana.
"Kenapa sih lo".Tegur Benny
"Oh enggk kok, cuman nyamuk nakal yang mampir ke kakiku".Ucap Doni seraya melirik sinis Danil.
Tampak Anita tak menghiraukan keberadaan Danil di sana dan memilih asik berbincang dengan Mega dan Gea
Berbeda dengan Danil yang tampak gelisah ingin sekali menegur sapa Anita namun ia tak mampu berucap "Ribet amat sih di situasi kayak gini, Nit aku merindukanmu tapi sepertinya kamu seolah olah tak mengenalku".Batin Danil menjerit
Anita menyadari jika Danil selalu memperhatikannya, namun ia memilih tak menghiraukannya
Cukup lama mereka berbincang, hingga tanpa sadar malam sudah sangat larut.
"Kak, kita pulang duluan ya".Pamit Anita seraya berdiri diikuti oleh Gea.
__ADS_1
"Yaudah kalau gitu, kalian hati hati ya".Kata Mega
"Iya kak, mari pak Benny, pak Doni".Sapa Anita kepada mereka kecuali dengan Danil dan dibalas anggukan oleh mereka.
Selepas kepergian Anita dan Gea, kini tinggal mereka berempat yang ada di sana.
"Kita pulang juga yuk sayang, udah larut banget kamu kan lagi hamil".Ujar Benny kepada istrinya.
"Yaudah deh kalau gitu".
"Kalian mau tetap di sini atau pulang".Tanya Benny kepada kedua pria itu
"Kalian duluan saja".Kata Danil
"Yasudah, kita duluan ya".Pamit Benny kemudian memegang tangan istrinya dan menuntunnya untuk meninggalkan tempat itu.
Kini tinggal mereka berdua di sana
"Maksud lo apa, HAH".Maki Danil memukul keras lengan Doni
"Aduuhhh, sakit tau Nil".Kata Doni meringis memegang bahunya
"Halah, jawab gak!! maksud lo Hah".Teriak Danil. Karena mereka masih di ruangan vvip itu, jadinya tak ada yang bisa mendengar mereka.
"Apa sih, gue gak ngerti".Elak Doni
"Gue tau lo ngerti maksud gue Doni".Geram Danil sedang menahan emosi
"Gue cuman nurut sama tante Sandra".Ucap Doni datar
"Mama!!!".
"Ya, tante Sandra ya nyuruh gue sembunyiin dari lo".Jelas Doni
Terlihat Danil memijat keningnya sambil "Pasti mama gak setuju kalau aku balik lagi dengan Anita".Danil yang tadinya terbakar emosi, kini terduduk lemas.
"Maksud lo".Tanya Danil tak mengerti
"Masa gitu doang lo gak paham sih, maksud tante Sandra itu lo harus ingat cara lo memperlakukan Anita di masa lalu.Jadi jika lo ingin dia kembali kedalam hidup lo, lo harus berjuang sendiri dong".
Danil terdiam mendengar penuturan dari Doni.
"Kenapa lo diam".Tegur Doni
"Menurut lo, Anita masih mau gak ya sama gue".Tanya Danil begitu saja
"Kalau itu mah, mana gue tau. Kenapa enggak lo tanya aja sama orangnya".
"Gue gak berani".Ucap Danil lesuh
"Halah, pengecut lo".Ejek Doni
Danil menatap tajam kearah Doni "Coba lo di posisi gue".Geram Danil
"Ogah gue, beda lo beda gue kali".Sewot Doni.
Danil kembali terdiam
1 menit
2 menit
"Gimana dengan suami Anita".Tanya Danil
"Mereka gak jadi nikah".Jawab Doni singkat
"Serius lo, kenapa?".Tanya Danil heboh
__ADS_1
"Biasa aja kali, calon suaminya nidurin wanita lain jadi dia harus tanggung jawab".Jelas Doni apa adanya
"Bre*gsek".Umpat Danil
Doni menatap sinis kearah Danil "Apa bedanya sama lo". Ucapan singkat Doni berhasil membungkam Danil.
"Sekarang Anita akan menetap di sini".Kata Doni memberitahu
Tak mendapat respon dari Danil membuat Doni bingung.
"Pulang yuk".Ajak Doni dan benar saja, tanpa berucap Danil bediri dan hendak keluar dari ruangan itu meninggalkan Doni begitu saja
Doni menatap dongkol punggung Danil yang semakin menjauh
Hingga beberapa detik kemudian barulah Doni tersadar. "Sialan gue ditinggal".Doni berlari mengejar Danil yang belum melangkah jauh.
Di Dalam Mobil
Danil masih terdiam membuat Doni semakin bingung "Lo kenapa sih, kesambet ya".Tanya Doni bingung
Danil masih memilih diam
Piiiiiiipppppppppppp
Doni memencet klakson mobil dengan keras "Woii, cari mati lo".Teriak Danil geram
"Alhamdulillah ya Allah".Ucap Doni mengusap dadanya
"Kenapa lo".Tanya Danil heran
"Hehee, akhirnya lo bersuara lagi".Kata Doni cengengesan
"Gak jelas lo".Ucap sinis Danil.
Doni melajukan mobil menuju apartemen Danil.
"Sejak kapan Anita kerja di tempat Benny?".Tanya Danil
"Lo masih di Amrik".Balas Doni singkat
"Gila lo, banyak banget tentang Anita yang gak lo kasih tau ke gue".Kesal Danil.
"Lagian gak ada urusannya juga kan sama lo".Kata Doni memancing emosi Danil.
Dan benar saja, Danil sudah tersulut emosi "Sialan lo, lo tau jelas kalau selama ini gue ngejar ngejar tu cewek".Maki Danil namun Doni memilih tak merespon.
Tak lama kemudian, mobil Doni berhenti di kawasan apartemen elit milik Danil.
Tanpa aba aba, Danil turun begitu saja dan berjalan naik ke tempatnya.
Selepas kepergian Danil, Doni melajukan mobilnya untuk pulang ke apartemennya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
To be continue