Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#152 Versi Doni


__ADS_3

MAAF YA GUYS TELAT UP


๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


@ijhaaa14


//*


Menjelang sore, Geandra yang baru pulang dari kampus memilih ke kantor bundanya daripada langsung pulang.


Kini ia sudah berada di loby perusahaan bundanya.


"Permisi kak, Bunda ada di ruangannya kan?".Tanya Geandra pada petugas receptionis.


"Ada ko, mau di antar ke ruangan ibu enggak?".Tawar petugas receptionis ramah.


"Eh enggak usah kak, biar Gea sendiri saja".Kata Geandra.


"Kalau gitu, Gea langsung ke atas ya".Ujar Geandra meninggalkan loby menuju lantai paling atas.


RUANG DIREKTUR


Ting


Baru saja Geandra keluar dari lift, Bersamaan dengan Arumi yang baru saja keluar dari ruangan Anita.


"Gea?".Tegur Arumi


Geandra menghampiri seraya melempar senyum manisnya "Hai tante, Bunda ada kan".Tanya Geandra sekedar basa basi.


"Ada ko di dalam, baru pulang ngampus ya".Tebak Arumi.


Geandra mengangguk "Iya tante, yaudah Gea masuk dulu yah".


"Iya, tante juga mau balik ke ruangan".


Arumi meninggalkan Geandra di depan ruangan Anita.


Tok tok tok


Clek....


"Bunda!!".Panggil Geandra setengah memasukkan badannya, mengedarkan pandangan namun tak mendapati bundanya.


Tak berselang lama, Geandra melangkah masuk sepenuhnya mencari keberadaan sang bunda.


"Bunda!!".Panggil Gea lagi, dibarengi dengan suara percikan air dari kamar mandi.


"Oh di kamar mandi".Gumam Geandra memilih mendudukkan bokongnya di kursi kebesaran sang Bunda setelah menaruh tasnya di atas sofa.


Clek...


Pintu kamar mandi terbuka


"Sayang, udah lama ya".Seru Anita menghampiri sang putri.


Geandra memutar badannya tanpa berdiri menghadap sang bunda "Baru aja ko bun".


"Sudah makan?".Tanya Anita seraya mengusap lembut kepala putrinya.


Geandra mengangguk "Udah tadi di kampus".


"Yasudah, sekarang adek mau ngapain biar enggak bosan".Tanya Anita masih dengan posisinya berdiri di samping putrinya yang sedang duduk kursi kebesarannya.


"Paling kerja tugas, bunda lanjut kerja aja".Ujar Geandra seraya berdiri agar memberi ruang untuk bundanya yang akan duduk.


Geandra beralih ke sofa, meraih tas ranselnya kemudian mengeluarkan laptopnya. Tak lama kemudian, tangan lentiknya menekan tombol On hingga muncullah foto keluarga Wijaya sebagai walpapernya. Pergerakan Geandra tak luput dari netra bundanya yang sedari tadi diam dalam duduknya.


"Adek rencana mau wisuda bulan berapa?".Tanya Anita seketika.


Geandra menoleh sejenak "Kalau bisa dua bulan lagi adek harus wisuda".


"Harus konsisten ya dek".Tutur Anita.


"Iya bunda, doain yah".


"Bunda selalu doain yang terbaik buat abang dan adek".


"Makasih yah bunda".

__ADS_1


"Iya sayang".


Hingga keduanya terdiam dalam kesibukan masing masing. Yang sama sama berhadapan dengan komputer.


17:00


Jam kantor telah usai.Anita mengajak putrinya untuk segera pulang. Dengan mengendarai mobil miliknya, Anita membelah jalan yang sudah dipadati kendaraan.


//*


Waktu begitu cepat berlalu, siang yang kini menjemput malam, menghantarkan Doni menuju ke rumah seseorang.


Pip pip


Doni membunyikan klaksong mobilnya berharap seseorang keluar dari rumah tempatnya berhenti


Pip pip


Hingga terlihat dari kejauhan seorang wanita keluar dari rumah kemudian berbalik menutup pintunya dan segera menghampiri sang empunya mobil.


Melihat yang di tunggu sedang menghampiri, Doni membantu membuka mobilnya dari dalam.


"Malam".Sapa Doni setelah Gea masuk.


"Malam".Balas Gea.


"Boleh kita jalan sekarang?".Tanya Doni mendapat anggukan dari Gea.


Barulah Doni melajukan mobilnya menelusuri jalan yang dipenuhi dengan lampu hias membuatnya terlihat begitu indah.


Sesekali Doni melirik wanita di sampingnya tanpa sepengetahuan orangnya.


"Kita mau ke mana".Tanya Gea.


"Lihat saja nanti".Kata Doni.


Tak berselang lama, tibalah mereka di sebuah Restouran mewah khas jepang.


"Kita makan di sini?".Tanya Gea menatap kagum sekeliling.


Doni mengangguk "Kamu suka?".


Setelah keduanya turun dari mobil, Tanpa sadar Doni meraih tangan Gea dan mengajaknya masuk.Sepanjang jalan masuk, pengunjung lain menatap kagum ke arah mereka


"Pasangan serasi".Seruan pengunjung lain


Gea yang di gandeng terus sepanjang jalan hanya bisa tertunduk malu.


Langkah mereka terhenti di depan sebuah ruangan yang diketahui ruang Vip. Doni menekan salah satu tombol hingga tam lama,pintu terbuka lebar.


"Ayo duduk".ajak Doni.


Kini mereka duduk berhadapan dengan sebuah meja bundar di tengah. Terdapat dua buah lilin dan satu buah bunga figura.


Plok plok


Doni menepuk tangannya hingga muncullah seorang pelayan menyerahkan sebuah buku menu dan dua gelas minuman.


"Pesan saja semau kamu".Pinta Doni.


Tangan Gea terangkat membuka lembaran menu di hadapannya. Pergerakannya tentu tak luput dari Netra Doni.Terlihat Gea memilih beberapa menu.


"Semuanya dua porsi ya".Pinta Doni.


"Baik, sambil menunggu silahkan dinikmati minuman yang telah di sediakan tuan, nyonya".Ujar Pelayan sebelum melenggang pergi


Hening...


"Khmmmm".Dehem Doni memecah keheningan.


Gea masih memilih diam bertarung dengan pikirannya sendiri.


Beberapa menit kemudian, pesanan mereka telah tiba.


"Selamat menikmati tuan nyonya".Kata Pelayan sopan.


Tak butuh waktu lama tuk mereka menghabiskan makanan yang tak begitu banyak mereka pesan.


Gea yang menyelesaikan makannya terlebih dahulu memilih memainkan ponselnya seraya menunggu Doni menyelesaikan makanannya.

__ADS_1


"Mau cake?" Tawar Doni hampir selesai.


Gea menggeleng "Enggak deh, udah kenyang".Tolaknya.


"Buah?".Tanya Doni lagi.


Terlihat Gea berfikir "Boleh deh".


Doni kembali memesan beberapa buah untuk Gea.


"Gea".Panggil Doni setelah meletakkan tissue bekasnya.


"Hmmm, kenapa?".Balas Gea yang sibuk memakan buah.


"Aku mau nanya serius".Kata Doni membuat Gea seketika menghentikan suapannya.Gea meneguk air putih terlebih dahulu kemudian meraih selembar tissue untuk mengelap mulutnya.


"Apa?".


Doni memperbaiki duduknya menatap serius wanita di hadapannya. Gea yang mendapat tatapan seperti itu tak bergeming malah membalas tatapan Doni hingga keduanya saling tatap.


Hening....


3 menit...


"Kalau aku mau serius sama kamu, apakah kamu mau?".Kalimat yang keluar dari mulut Doni terdengar sangat lancar.


Gea terdiam.


"Jawab Ge".


"Hah!!".Gea ngelag.


Terlihat Doni menarik nafas panjang kemudian menghambuskannya perlahan.


"Gea, Aku mungkin bukan lelaki yang kau impikan, aku mungkin bukan lelaki yang romantis, aku tidak pandai merangkai kata gombalan, apa yang kau lihat selama ini maka itulah aku, satu hal yang harus kau tahu belum ada wanita yang bisa membuatku goyah selain wanita di hadapanku saat ini, aku tidak bisa berbohong dengan perasaanku Gea, I really like you".


Doni menghentikan ucapannya sejenak untuk mengambil nafas.


"Maukah kau menjalankan ibadah terpanjang bersamaku?".


Tes...


Setetes air mata Gea mengenai pipi ranumnya.


"Aku butuh jawaban kamu sekarang Gea".Ujar Doni.


Hening....


Hal yang membuat Doni seketika tersenyum, terlihat Gea mengangguk tanpa ragu.


"Iya, aku mau".Kata Gea.


Bukan Doni kalau tidak jahil sedikit pun "Mau apa nih".Alis Doni naik turun membuat senyum Gea berubah menjadi bibir manyum.


"Ih ngeselin banget sih".


"Hehehe".Doni terkekeh kemudian berdiri menghampiri Gea.


Gea ikut berdiri setelah Doni menghampirinya. Keduanya saling mendekap seolah berbagi energi.


Dalam suasana ruangan yang remang remang,diikuti dengan launan musik yang entah dari mana asalnya, dekapan keduanya berlangsung cukup lama, menggambarkan keduanya tengah merasakan bahagia.


.


.


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE, VOTE DAN KOMEN


Love you guys

__ADS_1


To be continue๐Ÿ˜Šโค


__ADS_2