
TERIMA KASIH SELALU DUKUNG AUTHOR
@ijhaaa14
//*
"Nun, kopi hitam satu yah buat bapak".Pinta Anita dari seberang telepon.
Beberapa menit yang lalu, Danil tiba tiba ingin menghabiskan waktu di ruangan istrinya dengan menikmati secangkir kopi tanpa berniat kembali ke kantor setelah meeting selesai.
Setelah meletakkan telepon genggam di tempatnya, Anita menghampiri Danil yang sedang duduk di sofa.
"Mas".
"Iya sayang". Balas Danil seraya menepuk sofa sebagai isyarat agar Anita duduk di sampingnya.
"Bentar lagi anak anak pulang".Tutur Anita setelah mendudukkan bokongnya di samping sang suami.
"Iya sayang, nanti biar Doni yang jemput mereka yah".Ujar Danil.
"Memangnya kenapa? Aku sendiri yang akan jemput mereka".Tolak Anita
"Untuk kali ini aja, aku pengen kamu tetap di sini okey".Pinta Danil.
Ting....
(Suara pesan masuk terdengar dari saku celana Danil)
Segera Danil merogoh sakunya melihat siapa pengirim pesan tersebut.
"Arumi dan suaminya sudah sampai, beberapa menit lagi dia akan tiba di depan ruangan Anita". Pesan dari Doni.
Sebelum Anita melihat isi pesannya, segera Danil mengantongi kembali handponenya.
"Siapa mas?".Tanya Anita sedikit curiga dengan gelagat suaminya
Danil menggeleng "Bukan siapa siapa sayang".
Tok tok tok...
Belum sempat Anita mengeluarkan suara, terdengar ketukan dari luar.
Sejenak Anita melupakan pesan masuk dari handpone suaminya
"Masuk ajak Nun".Pinta Anita sedikit berteriak.
5 menit.....
Tak ada pergerakan sama sekali dari luar membuat Anita menatap heran ke arah suaminya, sedangkan yanh di tatap hanya menghedikkan bahu pertanda tak tahu.
Tak ingin menunggu lama, Anita memilih mengecek ke luar.
Langkah demi langkah, Anita mengendap endap semakin mendekat ke arah pintu. Seperti layaknya seseorang yang akan menangkap basah seorang pencuri begitulah yang di lakukan Anita saat ini.
Clek.....
Pintu seketika terbuka
"SURPRISE!!!!!!!!".
Deg.....
Detak jantung Anita seakan berhenti saat itu juga. Netranya menangkap seseorang yang membuatnya seketika berkaca kaca dengan penuh kerinduan.
Tak mampu bergerak, Tubuhnya seakan kaku namun air mata sudah tak terbendung lagi.
Hal yang sama dilakukan oleh wanita di depannya saat ini.
1 menit
2 menit
3 menit
5 menit
"Nit".
"Rum".
__ADS_1
Dengan suara bergetar dari keduanya saling menyapa.
"Huaaaaa...Rum".Tangis Anita seketika pecah dalam dekapan sahabatnya.
"Aku enggak mimpi kan, benerkan kau Arumi sahabatku".Racau Anita masih dalam tangisnya.
"Enggak Nit, apa yang kamu lihat sekarang itu nyata".Kata Arumi tak kalah kuasa menahan air mata kerinduannya.
"Aku merindukanmu".Gumam Anita kembali memeluk sahabatnya.
"Aku juga sangat sangat merindukanmu Nit".Balas Arumi.
Cukup lama mereka saling berpelukan menumpahkan segala rasa kerinduan setelah beberapa tahun tak bertemu. Keduanya bahkan tak menyadari para suami yang sedari tadi sedang menyaksikan drama mereka.
Setelah beberapa saat saling mendekap, barulah Anita menyadari bahwa ada orang selain mereka di ruangan itu.
"Ayo duduk dulu".Ajak Anita masih dengan mata sembabnya seraya meraih tangan sahabatnya.
"Dito ayo duduk".Pinta Anita.
"Halo apa kabar, silahkan duduk".Sapa Danil mengulurkan tangan ke arah Dito.
"Terima kasih".Balas Dito.
Anita memesan minum untuk mereka terlebih dahulu.
"Bagaimana mungkin kalian kembali tetapi tak mengabariku".Protes Anita.
Arumi hanya tersenyum ke arah sahabatnya itu "Bukan surprise dong kalau di kasih tahu dulu".Ujar Arumi.
"Pak Danil tahu kok, iya kan pak".Lanjut Arumi seketika membuat Danil mendapat pelototan mata dari istrinya.
"Mas!!!".Geram Anita.
"Sayang, entar aja yah marahnya".Kata Danil lembut.
Anita yang tadinya bersiap mengomeli suaminya seketika terhenti kemudian kembali menoleh ke arah sahabatnya.
"Rum".Panggil Anita
"Hmmm, ada apa?".
"Kamu punya banyak hutang penjelasan sama aku".Kata Anita
"Pokoknya setelah ini, kita harus bicara banyak.. hanya berdua".
"Iya iya tuan putri".
Beberapa waktu kemudian, jam makan siang sudah tiba, Danil mengajak mereka untuk makan siang di luar.
"Sayang,kamu telepon Doni agar anak anak ikut makan siang sama kita yah".Pinta Danil langsung diiyakan oleh Anita.
MAKAN SIANG
Di sebuah Restouran yang tak jauh dari sekolah Geandra dan Andrian, ke empat pasangan halal itu sedang mengobrol di sebuah meja Vip seraya menunggu makanan pesanan mereka.
"Mas, kata Doni anak anak sudah di depan".Ucap Anita.
"Suruh langsung masuk aja".Kata Danil mendapat anggukan dari Anita.
Tak butuh waktu lama, makanan pesanan mereka tiba. Dengan telaten beberapa pelayan sedang menata berbagai macam makanan di atas meja bundar tersebut.
"Silahkan di nikmati hidangannya tuan dan nyonya".Ucap Salah satu pelayan sebelum meninggalkan tempar.
"Terima kasih".Balas mereka serempak.
"Ayah Bunda".Teriak kedua bocah dari arah lain.
Dengan seragam sekolah yang masih melekat di tubuh mereka, Andrian dan Geandra berjalan beriringan dengan Doni yang berada di belakang menghampiri ayah dan bundanya yang telihat sedang bersama seseorang.
"Sini sayang".Panggil Anita.
"Duduk Don, kamu ikut makan juga".Pinta Danil
"Ayo sayang, sapa Om dan Tante dulu".Pinta Anita kepada kedua anaknya.
"Anak kamu udah dua Nit".Tanya Arumi.
"Iya dong".Balas Anita
__ADS_1
"Halo sayang, nama kamu siapa".Tanya Arumi kepada Geandra.
Geandra meraih tangan Arumi hendak menyalaminya "Geandra tante, nama tante siapa?".
"Nama tante,Arumi sayang".Balas Arumi tak tahan ingin mencubit pipi gembul Geandra.
"Kalau yang ganteng ini, namanya siapa?".Arumi beralih ke Andrian.
"Andrian tante".Balas Andrian singkat namun tetap sopan menyalami Arumi bergantian dengan Dito
"Kayaknya putra kamu, turunan dari bapaknya deh Nit".Ucap Arumi.
"Iya kali".Timpal Anita.
"Doain yah, biar aku bisa nyusul punya anak kayak kamu".Ujar Arumi sedikit melow.
"Pasti aku doain yang terbaik, kamu sabar aja pasti mereka akan hadir disaat waktu yang sudah tepat, entar langsung kembar tiga".
"Aminn".
Setelah perkenalan singkat Arumi dengan kedua anak Anita, kini mereka menyantap makan siang dengan hikmat.
"Udah ada rencana bakal mau tinggal di mana?".Tanya Danil di sela sela makan mereka.
"Untuk sementara di apartemen dulu".Jawab Dito.
"Mau cari rumah gak?".Tawar Danil.
"Rencananya sih gitu".Kata Dito.
"Kalau mau, di kompleks kita ada satu yang masih kosong, iya kan sayang".
"Iya, di sana aja biar deket sama kita".Usul Anita antusias.
"Aku sih terserah mas Dito aja".Kata Arumi menatap suaminya.
"Boleh boleh, entar yah di cek dulu siapa tahu cocok".Ucap Dito.
"Harus cocok sih".Celetuk Anita mendapat gelakan tawa dari mereka.
Beberapa waktu menghabiskan makan siang di barengi dengan canda tawa, kini mereka berniat kembali ke kantor masing masing.
Sedangkan Arumi dan suami, ingin kembali ke apartemen untuk istirahat sejenak mengingat mereka baru tiba pagi tadi. Doni kembali ke kantor Danil dengan mengendarai mobilnya sendiri
Hingga mereka berpisah di parkiran Restouran
"Abang sama adek, mau pulang atau ikut bunda ke kantor?".Tawar Anita setelah mereka di dalam mobil.
"Abang mau ikut ayah, boleh kan ayah?".Kata Andrian mendapat anggukan dari Ayahnya
"Boleh dong bang".
"Kalau adek?".Tanya Anita kepada putrinya.
Geandra berfikir sejenak..
"Ikut abang".
"Jadi gak ada nih yang mau ikut bunda".Kata Anita menunjukkan wajah sedih.
"Besok ikut bunda, sekarang ikut ayah".Jelas Geandra melihat bundanya bersedih padahal Anita hanya bercanda.
"Bener yah, besok ikut bunda".
"Iya bunda".Jawab keduanya serempak.
Danil hanya tersenyum dalam diam mendengar obrolan kecil antara istri dan kedua anaknya..
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
MAAF YAH GUYS JIKA MASIH BANYAK TYPO
To be continue