Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#104 Menceritakannya Lagi


__ADS_3

HALO SAHABAT AUTHOR, TERIMA KASIH YA MASIH SETIA PANTENGIN CERITA AUTHOR.


//*


Danil menuntun mamanya untuk duduk setelah mendapat meja kosong. Terlihat seorang pelayan menghampiri mereka "Mau pesan apa tuan dan nyonya".Tanya pelayan sopan


"Saya mau ini dan ini".Ucap Sandra seraya menunjuk menu makanan yang ada di depannya.


"Samain aja mba".Ucap Danil.


"Baik, mohon tunggu sebentar ya tuan dan nyonya".Ujar pelayan itu meninggalkan meja Danil.


"Ma".Seru Danil.


Sandra yang sibuk dengan handponenya dan enggan untuk menoleh "Hmmm".


"Ma, Danil mau nanya".Kata Danil


"Yaudah, mau nanya apa".Ucap Sandra tanpa menoleh.


"Udah dulu main handponenya ma".Danil mulai kesal.


Mendengar nada kesal dari anaknya, Sandra meletakkan handponenya "Yaudah, kamu mau nanya apa".Kata Sandra menatap putranya.


"Mama pernah ketemu Anita gak".Tanya Danil langsung.


"Pernah, tapi dulu banget. Selama dia pindah ke sini lagi, mama gak pernah ketemu dia lagi".Jelas Sandra.


"Kenapa?".Tanya Sandra balik


"Enggak papa ma"Balas Danil tersenyum tipis.


Tak lama kemudian pelayan datang membawa sebuah nampan yang berisi makanan pesanan mereka "Silahkan dinikmati tuan dan nyonya".Ucap pelayan sambul menata makanan di atas meja.


"Terima kasih".Balas Sandra ramah.


Danil dan mamanya menyantap makanan mereka dengan lahap.


Sedangkan di tempat lain, dua wanita yang juga sedang menikmati makan siangnya di kantin perusahaan.


"Nit".Panggil Gea.


Anita yang sibuk dengan makanannya enggan menoleh "Ada apa".Tanyanya


"Kamu masih punya hutang sama aku".Kata Gea.


"Yaudah, berapa sih entar aku bayar".Balas Anita masih sibuk dengan makanannya.


"Bukan hutang uang Anita".Kesal Gea.


"Ya terus?".Tanya Anita bingung menghentikan makannya


"Tentang pak Danil".Kata Gea


Mendengar nama itu, Anita melanjutkan makannya.


"Kok gak dijawab sih".Kesal Gea


Anita tak menghiraukan ucapan Gea hingga makanannya habis. Anita meraih minumannya kemudian mengambil selembar tisu dan itu tak luput dari penglihatan Gea.


"Apa yang ingin kamu tau".Tanya Anita berubah serius


Mendapat kesempatan itu,Gea memperbaiki duduknya menghadap Anita.


"Apakah kamu kenal dengan pak Danil sebelumnya?".Tanya Gea pelan agar tak terdengar oleh lainnya


"Ya".Dengan yakin Anita mengiyakan


"Kenapa kemarin kamu seolah olah tak mengenalnya?".Gea


"Ceritanya panjang".Anita


"Yaudah cerita sekarang".Gea


"Jangan di sini".Anita

__ADS_1


"Kenapa?".Gea


"Waktunya gak cukup".Anita


"Yaudah dikit aja".Gea


"Gak bisa, entar aja pulang kantor".Ucap Anita seraya berdiri.


"Mau kemana?".Tanya Gea mendongak


"Lihat jam tuh".Ujar Anita menunjuk jam yang ada di sana dengan dagunya.


Gea menoleh menatap jam yang ditunjuk Anita "Ya ampun, cepet banget sih".Kesal Gea ikut berdiri


"Ayo".Ajak Anita.


"Janji ya, pulang kantor kamu harus cerita".Ucap Gea serius.


"Iya iya".


Lagi lagi Gea kesal karena tak bisa mendapat jawaban dari semua pertanyaan pertanyaannya dari kemarin.


Mereka kembali ke devisinya bergabung dengan yang lainnya kemudian kembali bergelut dengan pekerjaannya.


Ting


Sebuah pesan masuk berasal dari handpone Anita.


"Nit, aku mau ngajakin kamu makan malam nanti.Kamu mau ya"


"Danil".


Melihat siapa yang pengirim pesan tersebut membuat Anita jadi malas.


"*G*ak bisa, aku sibuk".Balasnya singkat


Lagi lagi Danil mendapat penolakan dari Anita.


Beberapa jam kemudian, Anita bersiap untuk pulang karena jam kantor telah usai.


"Iya, gak sabaran banget sih".Gerutu Anita.


Setelah selesai membereskan meja kerjanya, Anita diikuti Gea keluar dari perusahaan menuju mobil Anita.


"Kita kemana?".Tanya Gea setelah masuk ke mobil Anita


"Ke taman aja".Kata Anita melajukan mobilnya menuju taman yang tak jauh dari tempat kerjanya.


Hingga tak lama kemudian, sampailah mereka di sebuah taman.


Mereka berjalan menuju sebuah kursi kosong yang berada di tengah tengah taman itu.


"Sekarang jelasin semuanya".Pinta Gea tak sabar.


Sebelumnya, Anita sudah yakin untuk menceritakan tentang Danil kepada Gea karena menurutnya Gea bisa dipercaya.


"Aku mau cerita ini karena aku percaya sama kamu.Aku harap setelah kamu mendengarnya, cukup sampai di telinga kamu saja ya".Pinta Anita.


"Iya aku janji, tidak akan menceritakan kepada siapapun".Kata Gea


"Jadi, sebenarnya mas Danil itu adalah mantan suami aku".Ucap Anita


"APAAA!!!".Pekik Gea tak percaya.


"Kamu serius?".Tanya Gea


"Iya aku serius, beberapa tahun yang lalu".Kata Anita.


"Terus kenapa kalian pisah?".


"Kita menikah karena dijodohkan oleh omanya".


"Nyonya Susi maksud kamu?".Tanya Gea yang sedikit mengetahui tentang keluarga Wijaya


"Iya oma Susi. Setelah beliau meninggal mas Danil semakin menampakkan ketidaksukaannya denganku".

__ADS_1


"Padahal aku lihat kemarin kayaknya dia ada rasa deh sama kamu".Timpal Gea


"Ya mungkin sekarang iya".Celetuk Anita


"Terus gimana caranya kok sampai pisah".Tanya Gea belum puas dengan penjelasan Anita.


"Dia selingkuh dan menceraikan aku".Jawab Anita


"APA!!! jahat banget sih".Pekik Gea lagi


"Hehe, udah lewat".Kata Anita tersenyum


"Hingga suatu ketika selingkuhannya pergi, dan katanya sih dia menyesali perbuatannya dulu dan dia menghampiriku di Negara K".Jelas Anita lagi


"Kayaknya dia benar benar menyesali deh Nit, caranya memandang kamu tuh beda banget.Aku melihat ada cinta di sana".Celetuk Gea


"Kamu berlebihan tau gak".Kata Anita


"Emang gitu yang aku lihat. Terus pas di nyamperin kamu apa yang dia lakuin".Tanya Gea lagi


"Ya gitu deh, minta maaf terus minta aku balik dengannya dan jelas aku gak mau dong secara saat itu aku belum sepenuhnya memaafkannya".Jelas Anita


"Tapi sekarang kamu sudah memaafkannya kan?".


"Mungkin. Aku hanya berusaha bersahabat dengan takdir. Aku dan dengannya sudah tak ada urusan lagi". Tutur Anita menatap lurus ke depan.


"Kalau suatu ketika, dia ngajak kamu balik lagi gimana?".Tanya Gea


"Aku gak tau".Balas singkat Anita.


"Yaudahlah kalau gitu, sumpah aku gak nyangka loh, ternyata kamu pernah memiliki hubungan dengan seorang Danil Wijaya".Ucap Gea berbinar


"Biasa aja, kalau aku disuruh milih mending gak usah mengenal dia daripada harus sakit hati kan".Kata Anita malas


"Ya juga sih, jahat banget ya dia".Ucap Gea berubah kesal


"Hehehe".Anita cengengesan


"Kok ketawa?".Tanya Gea


"Ya kamu lucu aja, tadi kamu semangat banget memuji dia tapi tiba tiba kok jadi kesel gitu".Ejek Anita


"Memang sih aku tuh fans banget sama dia, tapi mendengar cerita kamu kok aku kesel ya".Celetuk Gea


"Sudahlah, sebenarnya dia orangnga baik kok cuman khilaf aja kali".Kata Anita sedikit bercanda.


"Cie cie ada yang ngakuin mantan baik".Ejek Gea


"Apaan sih, pulang yuk udah malam".Ajak Anita


Tanpa sadar mereka mengobrol hingga langit sudah gelap dan tentunya taman sudah sepi, tinggal mereka berdua yang ada di sana.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2