
MAAF BARU BISA UP LAGI YA TEMAN TEMAN KARENA ADA SUATU HAL YANG ENGGAK BISA AUTHOR CERITA DI SINI.
SEBELUM LANJUT BACA JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN VOTE YA SERTA ISI KOLOM KOMENTAR DENGAN KATA YANG MEMBANGUN YA
TERIMA KASIH
SELAMAT MEMBACA
//*
Kini Sandra sedang berada di sebuah restoran tempatnya membuat janji dengan Doni.
Beberapa menit kemudian,muncullah Doni dari arah pintu utama "Siang tante".Sapanya menyalami Sandra.
"Siang Don, ayo duduk".Balas Sandra.
Kini mereka duduk saling berhadapan,melihat wajah serius Sandra membuat Doni sedikit gugup.
"Pesan makan dulu Don".Ajak Sandra.
"Oh iya tante".
Mereka memesan makanan terlebih dahulu. "Gimana keadaan kantor Don".Tanya Sandra.
"Baik kok tante".
"Apa Danil tau kalau tante ajak kamu ketemu?".Tanyanya lagi.
"Tadi hampir ketahuan tante,soalnya saat aku mau turun tiba tiba Danil keluar".
Sandra menatap sekeliling mencari sesuatu yang mencurigakan "Tapi dia tidak mengikutimu kan".Ucapnya sedikit berbisik.
"Enggak kok tan".
Hingga makanan pesanan mereka datang, sebelum melanjutkan pembicaraan, mereka makan terlebih dahulu.
Beberapa menit kemudian.
"Don, apa kau tau jika Anita tidak tinggal lagi di Negara ini?".Tanya Sandra serius setelah selesai makan.
Doni mendongak "Gue bilang juga apa, pasti ada kaitannya dengan Anita".Batin Doni.
"Jawab Don".Ucap Sandra melihat Doni terdiam.
"Iya tante, saya tau".Jawabnya sedikit gugup.
"Sejak kapan kau mengetahuinya".
"Aku gak tau tante, udah lupa".Ucap Doni sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Berarti kau mengetahuinya sudah lama, dan kau sama sekali tidak cerita sama tante".Geram Sandra.
Doni menjadi salah tingkah "Kenapa Don, kenapa kamu tidak bilang ke tante".Desak Sandra.
"Mmm, maafin Doni tan, Doni pikir gak perlu cerita sama tante".Ucap doni sedikit pelan.
"Apa kamu bilang? enggak perlu, kurang ajar kamu yah".Geram Sandra menjentik kening Doni.
"Aduhhh".Doni meringis mengusap keningnya.
"Apa kamu juga tau jika Anita akan segera menikah?".Tanya Sandra lagi.
__ADS_1
Lagi lagi Doni menggaruk kepalanya yang tak gatal itu "Kalau soal itu, Doni juga baru tau tante".
"Apa Danil mengetahuinya?".
"Enggak tante, Danil belum aku kasih tau sama sekali".
"Yaudah kalau begitu, kami cerita ke Danil, biarkan dia mengetahuinya".Pinta Sandra serius.
"Bisa gila Danil kalau tau ini tante".
"Kita lihat bagaimana reaksinya".Ucap Sandra tersenyum sinis.
Doni menggeleng melihat kelakuan Sandra.Jelas jelas Sandra tau jika Danil sangat menyesal telah meninggalkan Anita tetapi ia masih ingin membuat anaknya itu cemburu.
Sandra menatap sekilas jam yang ada di tangannya"Yaudah, sudah mau masuk jam kantor, Kamu pergilah jangan sampai Danil curiga"
"Baik kalau gitu tante, Doni duluan ya".Ucapnya seraya berdiri menyalami Sandra.
"Iya hati hati ya".
Kini tinggal Sandra di sana, suasana restoran tidak seramai tadi.
"Biarlah Danil tau bahwa sebuah kesalahan karena telah melepas Anita begitu saja".Kata Sandra menatap lurus keluar.
Berselang lama saling beradu pada pikirannya sendiri, Sandra memilih pergi dari sana.
Sedangkan di tempat Anita, setelah pulang dari jalan jalan dengan Arumi, ia memilih kembali ke rumahnya.
Saat sedang bersantai di depan televisi,seseorang menghubunginya.
Tuutt tuut
"Lagi ngapain?".Tanya seseorang dari seberang sana.
"Gak lagi ngapa ngapain".
"Sekarang kamu di mana".Tanya orang tersebut.
"Lagi di rumah, baru aja pulang dari ketemu Arum".Kata Anita.
"Besok jadi pulang kan?".
"Iya, jadi...Kenapa?.Tanya balik Anita.
"Aku kangen".
"Hahaa,baru juga beberapa hari udah kangen".Anita tertawa kecil.
"Sehari aja gak ketemu kamu, aku udah kangen apalagi lebih dari sehari".
"Hehe iya deh iya, besok udah pulang kok".
"Yaudah, hati hati di sana ya".
"Iya....Kamu tidur gih, udah larut malam di sana".Pinta Anita.
"Yaudah aku tutup ya...Daa".
Tut.
Setelah menerima telepon dari Wahyu, Anita berdiri hendak ke dapur untuk masak.
__ADS_1
Anita menikmati kegiatan memasaknya hingga tak menyadari seseorang mengetuk pintu.
Hingga sudah beberapa kali ketukan, Anita baru tersadar.
"Iya sebentar".Teriaknya.
Clek..
Nampak Karin tengah cemberut di sana "Tuh muka kok ditekuk gitu".
"Ngapain sih, dari tadi aku di sini tau".Gerutunya melenggang masuk.
Anita mengekor di belakang ".Hehe maaf, aku lagi masak jadi gak kedengeran".
"Yaudah dari pada cemberut gitu, mending kita makan".Ajak Anita
"Ayo,kebetulan aku laper banget".Ucap Karin tiba tiba berubah semangat.
"Yeeey, giliran makan mah cepat".Sindir Anita.
"Makan itu kebutuhan tau".Timpalnya sambil mengunyah.
Setelah selesai makan, mereka kembali ke kamar masing masing.
Anita merapikan pakaiannya untuk kembali besok.
//*
"Kamu hati hati ya".Ucap Arumi mengantar kepergian Anita.
"Iya, jangan lupa datang ya bulan depan".
"Iya".
"Karin entar kamu berangkat sama Arum ya, kamu jaga diri baik baik di sini".Anita beralih menatap Karin.
"Iya, kamu juga jaga diri baik baik".Ucap Karin.
"Yaudah kalau gitu, aku pergi ya....Daaa".Ucapnya seraya melambaikan tangan.
"Daaaaa".Seru mereka serempak membalas lambaian tangan Anita.
Kini Anita telah berada di atas pesawat yang akan membawanya ke Negara K.
Sedangkan Arumi dan Karin,selepas kepergian Anita mereka memilih meninggalkan bandara Soekarno Hatta.
"Sekarang aku udah di pesawat".Tulis Anita mengirim pesan kepada Wahyu.
Setelah mengirim pesan, Anita menyimpan handponenya ke dalam tas, kemudian menatap lurus ke luar pesawat.
Hingga beberapa saat kemudian, Anita terlelap begitu saja.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1