Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#43 kenapa harus pergi?


__ADS_3

SEBELUM LANJUT PASTIKAN SUDAH LIKE YA


SELAMAT MEMBACA


***


Langit fajar mulai menampakkan sinarnya meski masih tamaran, seperti pagi sebelumnya Anita bersiap untuk masuk kerja


Berbeda dengan Karin setiap paginya hanya menyiapkan sarapan untuknya dan Anita.


Tak tak tak


Anita menuruni anak tangga melihat Karin tengah sibuk menata piring di meja makan.


"Pagi Nit".Sapa Karin tersenyum.


"Pagi".Anita menarik kursi untuk didudukinya


Kemudian mereka menyantap sarapan tanpa suara.


"Nit kamu buru buru gak".Tanya Karin selesai sarapan.


"Mmm...Gak juga sih emang kenapa".


"Ada yang mau aku omongin sama kamu".Ucap Karin penuh harap.


Anita seperti berfikir "Yaudah kita ke ruang tengah yuk".Anita mengiyakan lalu berjalan ke ruang tengah diikuti Karin.


Sampai di ruang tengah Karin masih belum mengeluarkan kata apapun ia masih diam dengan pikirannya yang sedikit ragu.


"Rin......" Tut tutt tuutt. Belum sempat Anita melanjutkan ucapannya, teleponnya berbunyi.


Menoleh sebentar ke Karin baru ia mengangkat teleponnya "Ya halo.."


"........"


"Harus sekarang ya".


"........"


"Yasudah aku berangkat sekarang".


Tut


Setelah mengangkat telepon Anita menatap Karin dengan tak enak hati "Mmm Rin maaf banget ya aku harus ke kantor sekarang".


"Nanti aja ya ngomongnya..Gak papa kan".Ucapnya menelisik menatap Karin.


Karin yang berusaha memahami pun mengangguk "Iya gak pa pa".


"Yaudah aku pergi ya...Byeee".


Lagi lagi Karin tidak sempat mengatakan kepada Anita


Di Kantor


Sampai di kantor Anita langsung masuk ke ruangan CEO, ya yang menghubungi Anita tadi adalah asisten CEO Tasya.


CEO'S ROOM

__ADS_1


Tasya yang melihat Anita langsung menyuruhnya masuk "Pak Kenan sudah menunggumu di dalam".


Anita hanya mengangguk lalu masuk


Ceklek. "Permisi".


"Langsung duduk saja".Suara baritone dari sang empunya ruangan.


Kenan hadiwinata pria blasteran yang berhasil sukses di usia muda karena hasil kerja kerasnya sendiri, dengan bermodalkan kemampuannya di dunia bisnis ia mampu membangun sebuah perusahaan yang kini berkembang pesat dan beberapa hotel dalam naungannya, jika ada yang bertanya kemana orang tuanya, ya orang tuanya sudah meninggal saat dirinya masih berumur 16 tahun dan saat itu ia di asuh oleh bibinya yang pernah bekerja pada orang tuanya, umurnya memasuki 32 dan masih betah belajang


Dipikirannya hanya kerja dan kerja, belum ada wanita yang mampu mengikat hatinya.


"Kamu pelajari ini untuk bekal rapat di luar kota dan untuk tiga hari ke depan kamu bisa cuti sebelum berangkat".Ujarnya datar menyerahkan dokumen kepada Anita.


"Cuti pak?".Tanya Anita sedikit tak percaya.


Masih dengan wajah datarnya tanpa menoleh dari layar komputer di depannya "Saya rasa pendengaran kamu masih berfungsi dengan baik".Katanya datar "Kalau sudah tidak ada perlu kamu bisa keluar".


Anita yang mendengar ucapan datar atasannya itu sedikit kesal "Baik pak".


*Or*ang bertanya serius juga, jawabnya malah gitu dasar manusia kutub. Gerutu Anita hendak keluar.


"Tunggu ".Suara baritone itu menghentikan langkah Anita "Hari ini kamu bisa langsung pulang".Ucapnya.


Anita hanya mengangguk lalu benar benar keluar, sempat menyapa Tasya kemudian masuk ke lift untuk ke lantai dasar.


Sebelum pulang dia ingin menemui teman satu devisinya dulu.


Tak tak tak "Hai semua".Serunya membuat mereka semua menoleh serempak.


"Nit kok baru dateng".Tanya Rendi.


"Dan apa"..


"Dan tiga hari ke depan aku cuti".Ucapnya girang.


"WHATT!!!....Cuti".Pekik mereka serempak.


Anita mendengar pekikan temannya mendelik "Biasa aja kali..Yaudah aku pulang ya byee".Tanpa mendengar jawaban dari temannya Anita langsung pergi begitu saja.


Sedangkan mereka yang ditinggal masih melongo tak percaya "Aku gak salah denger nih..Cuti tiga hari".Ucap Anisa.


"Iya..Enaknya jadi Anita bisa cuti".Timpal Ayu


"Sudah sudah kalian lanjut kerja nanti ditegur ibu Rosa baru tau rasa kalian".Rendi menyudahi.


***


_


Sesampainya di rumah Anita mendapati Karin yang tengah menonton televisi jadi ia juga ikut duduk di sana "Hai Rin"


Karin yang tak menyadari kedatangan Anita terkejut "Nit...Kok cepet banget pulangnya".


"Iya cuman ambil dokumen baru disuruh pulang dan juga di kasih cuti"


"Kok bisa".Tanya Karin


"Ya kan aku mau ikut rapat di luar kota dengan pak direktur".Jawabnya

__ADS_1


"Oh".Balas Karin mangguk mangguk kemudian kembali diam


1 menit


2 menit


3 menit


4 menit


5 menit


"Eh Rin tadikan ada yang mau diomongin".Ucap Anita memulai.


Sebelum menjawab Karin sempat berfikir "Oh iya aku lupa".Balasnya menyengir kuda.


"Yaudah mupung ingat".Tak sabar sekaligus penasaran.


Karin menunduk sejenak mengumpulkan keberanian "Sebelum aku berhenti bicara kamu jangan potong dulu ya".Pintanya langsung dibalas anggukan oleh Anita.


Hufffgģg "Begini Nit, jauh jauh sebelumnya aku sudah mikir ini aku akui kamu adalah wanita hebat yang pernah kutemui selain ibuku, sangat tulus menerimaku masuk ke dalam hidupmu meski aku adalah orang asing yang tiba tiba datang memohon pertolongan kepadamu, dengan santainya kamu menerimaku lapang dada tanpa keraguan".Sebelum lanjut Karin menghembuskan nafas sejenak.


Anita hanya diam mencoba mencerna kata per kata yang dilontarkan Karin


"Aku berfikir sudah cukup aku menjadi beban hidupmu, sudah cukup aku merepotkanmu".


"Tap....."


"Enggak Nit kumohon biarkan aku bicara dulu".


"Aku tak tau seberat apa masa lalumu tapi aku yakin kamu memiliki beban hidup yang cukup berat, jadi aku mohon isinkan aku pergi membangun hidupku sendiri".Barulah ia menunduk tanpa sadar menitikan air mata.


Anita yang ikut terenyuh meraih tangan karin"Enggak Rin, aku tidak pernah menganggap kamu bebanku, aku sudah anggap kamu saudaraku sendiri kumohon jangan pergi".Ucapnya sedih


"Biarkan aku mandiri Nit,mau sampai kapan aku menggantungkan hidupku kepadamu".


"......."


"Aku mohon Nit isinkan aku pergi".


"Kenapa harus pergi".Ucapnya lirih.


Mendengar ucapan lirih Anita seakan membuat hatinya tak tega meninggalkan wanita yang telah berjasa dalam hidupnya.


.


.


.


.


SEGITU DULU YA UP NYA


NANTIKAN EPISODE SELANJUTNYA


DUKUNG AUTHOR DENGAN LIKE DAN VOTE


TERIMA KASIH

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2