Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#60 Berulah lagi 2


__ADS_3

TETAP JAGA KESEHATAN YA, DENGAN MEMATUHI ATURAN PROTOKOL KESEHATAN


SELAMAT MEMBACA


//*


"Aku gak punya pacar".


"Oh gitu ya".


Malam semakin larut hembusan angin menembus kulit kedua insan yang sedang berbincang di sebuah taman.


"Pulang yuk, udah larut".Ajak Anita menggossok lengannya yang sedikit kedinginan.


Wahyu yang mengerti itu mangiyakan "Yaudah yuk".


Wahyu membawa mobilnya menghantarkan Anita ke rumahnya. "Kapan kapan aku boleh kan main ke rumah mu?".Tanya Wahyu memecah keheningan di dalam mobil.


Anita menoleh tersenyum simpul "Boleh". Jawabnya singkat.


Hingga tak lama kemudian mobil Wahyu berhenti tepat di depan rumah Anita. "Enggak mampir dulu?".Tanya Anita sebelum turun.


"Iya makasih tawarannya, aku langsung pulang aja".Tolak Wahyu


"Oh yaudah, Selamat malam...Daaaa".Ucap Anita lalu benar benar turun dari mobil Wahyu.


"Selamat malam".


Mobil Wahyu meninggalkan pekarangan rumah Anita setelah memastikan Anita masuk.


Saat hendak membuka pintu Anita menoleh "Kok kayak ada yang ngikutin ya".Gumam Anita menelisik ke penjuru halaman.


Menengok ke kanan dan ke kiri "Tapi enggak ada siapa siapa".Katanya lagi.


"Tau ah mungkin cuman kucing lewat".Ucapnya menarik handle pintu rumahnya kemudian masuk dan menutupnya kembali.


"Tidak akan kubiarkan kau berkeliaran dengan bebas".Kata seseorang yang sedari tadi mengikuti Anita.


Kemudian orang itu berjalan menuju depan pintu rumah Anita sambil mengendap endap, sebisa mungkin tak mengeluarkan suara langkah.


Orang itu seperti meletakkan sesuatu di sana, kemudian ia mengetuk pintu lalu ia pergi.


Anita yang sedang berada di dapur hendak mengambil air minum sebelum naik kekamarnya, mendengar suara ketukan dari luar.


Tok tok tok


"Siapa yang bertamu semalam ini". Gumam Anita lalu melangkah membuka pintu.


Clek..


"Enggak ada siapa siapa".Kata Anita menengok ke kanan dan ke kiri.


Lagi lagi Anita menemukan sebuah kotak di depan pintunya, mengingat kejadian tadi sore membuat Anita sedikit ragu tuk mengambilnya.


Tetapi rasa penasarannya memenuhi pikirannya, jadilah ia meraih kotak itu lalu kembali menutup pintu rumahnya.


Singkat


Di dalam kamar tanpa membersihkan diri terlebih dahulu, Anita duduk di pinggir kasur menatap takut kotak yang dipegangnya.

__ADS_1


Ragu ragu Anita membuka kotak itu "Hiks, siapa lagi ini".Kata Anita menitikan air mata.


Kotak yang berisi bangkai tikus dengan tulisan "KAMU AKAN MATI".


Ya Allah siapa sebenarnya yang tega mengirim semua ini.


Segera Anita membuang kotak itu lalu ia naik ke atas kasur menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut hingga tak lama kemudian ia terlelap.


Sedangkan di tempat lain yang sangat gelap, berdiri seorang wanita mengenakan jubah hitam menatap seringai ke arah rumah Anita, "Ini bukan seberapa Nit".Kata wanita itu tersenyum puas.


Wanita itu seperti hendak menghubungi seseorang


Tut tut tuttt.


"Aku sudah membuat dia ketakutan, tinggal kita menjalankan rencana selanjutnya".Kata wanita itu masih menatap rumah Anita dari kejauhan.


"Bagus, lebih cepat lebih baik".Balas seseorang di seberang sana.


"Besok aku hubungi lagi".Katanya lagi


Tut.


Setelah memutuskan sambungan telepon, barulah wanita itu meninggalkan tempat itu.


Ya wanita itu tak lain adalah Salsa.


//*


Di Negara X


Terlihat Arumi sedang membereskan barang barangnya karena baru pindahan ke rumah barunya, ia juga membawa ibu serta adiknya tinggal bersamanya di Jakarta.


"Iya nak, ibu sangat bersyukur kamu bisa membeli rumah sendiri dengan hasil jerih payahmu".Balas ibu terharu.


"Semua ini juga atas bantuan Anita bu".Kata Arum.


"Iya nak, terus bagaimana kabar Anita sekarang".Tanya ibu Arum.


"Anita sekarang sudah lebih baik di sana bu".Balas Arum sambil melipat pakaian.


"Syukurlah kalau begitu, ibu berharap Anita selalu diberi kebahagiaan".


"Amiinnnn".


Tok tok tok


Terdengar suara ketukan dari bawah


"Biar Arum yang buka bu, mungkin itu Karin".Ucap Arum berdiri.


Dan benar saja Karin yang datang "Hai Rin, ayo masuk".Ajak Arumi.


"Terima kasih kak".Balas Karin. "Lagi repot ya".Tanya Karin melihat rumah yang masih berantakan


"Iya nih, kan baru pindahan".


"Yaudah biar Karin bantu ya kak".Kata Karin menawarkan bantuan.


"Serius mau bantu?".Tanya Arum.

__ADS_1


"Sariuslah".Tanpa pikir panjang, Karin mulai membantu Arum membereskan barang barang yang belum pada tempatnya.


Arum hanya menggeleng tersenyum melihat Karin yang dengan semangatnya Mengatur barang barang yang ada di sana.


"Aku keatas ya Rin, masih ada yang harus dibereskan".Ucap Arum.


"Iya kak".


Arum kembali naik ke lantai dua menghampiri ibunya yang tengah repot, sedangkan adik Arumi sibuk menata kamar barunya.


"Siapa yang datang Rum".Kata ibu menoleh.


"Karin bu".


"Kenapa gak diajak naik aja".Tanya ibu lagi.


"Katanya mau bantu beres beres bu, jadinya dia lagi repot di bawah, entar juga nyusul".Jelas Arumi.


"Oh".


Hingga menjelang magrib barulah Arum selesai beres beres di rumah barunya.


"Terima kasih ya Rin".Ucap Arum


"Sama sama kak, oh ya kalau gitu aku pamit pulang ya".Kata Karin.


"Udah malam, biar kakak antar".


"Bu aku antar Karin pulang dulu ya".Pamit Arumi kepada ibunya.


"Iya hati hati nak".Kata ibu


"Bu, Karin pamit ya".Pamit Karin kepada ibu Arumi.


"Iya, terima kasih ya nak Karin sudah mau bantu beres beres".Ucap Ibu.


"Sama sama bu".


"Ayo kak".Ajak Karin.


Setelah kepergian Anita dan Karin, tinggallah Ibunya seorang diri di ruang tamu, hingga tak lama kemudian muncullah anak bungsunya itu.


"Bu, kak Arum ke mana?".Tanya adik Arum.


"Kakak pergi antar Karin pulang".Jawab ibu.


Adik Arum yang dikenal Aldi duduk di samping ibunya "Bu sekarang kak Arum udah banyak duit ya, akhirnya aku bisa sekolah di Jakarta".Kata Aldi.


"Iya nak, doakan kakak selalu ya, supaya dia rezekinya lancar terus".Timpal ibu mengusap sayang kepala putranya itu.


"Iya bu".


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YA

__ADS_1


to be continue


__ADS_2