Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#99 Menjemput Sang Bos


__ADS_3

INSTAGRAM @IJHAAA14


//*


Dua Minggu Kemudian


Anita sangat menikmati masa masanya menjadi karyawan baru di Maxy Company. Dengan ketekunan dan kesopanannya membuatnya lebih cepat dikenal banyak oleh para karyawan lainnya.


Di tengah kesibukannya mengerjakan tugasnya, tanpa Anita sadari seorang wanita masuk ke ruangannya.


"Kak Mega!!".Seru Gea membuat Anita mendongak


Terlihat wanita cantik dan anggun dengan perut yang sedikit membuncit menandakan bahwa wanita itu sedang hamil melangkah masuk mendekati meja Gea "Hei Gea, lama tak jumpa".Sapanya tersenyum


"Apa kabar semua".Lanjutnya menyapa semua yang ada di ruangan itu


"Baik kak".Seru mereka serempak kecuali Anita yang masih terlihat bingung


Wanita yang disebut Mega itu menoleh ke arah Anita yang hanya terdiam "Hei, kamu yang anak baru itu ya".Tanyanya dengan suara lembutnya


"Iya kak".Anita melempar senyum ke arah Gea


"Enggak usah canggung begitu, nama aku Megan. Anak anak di sini biasanya panggil aku kak Mega".Ucap Mega seraya mengulurkan tangannya


Dengan senang hati meski masih canggung Anita menyambut uluran tangan itu sebagai tanda perkenalan "Anita kak".


Mega tersenyum melihat Anita "Manis".Ucapnya begitu saja membuat Anita tersipu malu


Anita beralih menatap Gea seperti sedang meminta jawaban dari kebingungannya. Gea yang mengerti itu tersenyum "Kak Mega ini istrinya pak CEO, yang sempat aku ceritain waktu itu".Jelas Gea


"Oh maaf maaf kak, saya tidak tau".Kata Anita semakin canggung kepada wanita yang ternyata istri atasannya.


"Kamu tidak perlu seperti itu, kita bisa menjadi teman oke".Kata Mega tulus


Melihat ketulusan dari Mega membuat Anita tenang, ternyata benar yang dikatakan Gea bahwa istri atasannya itu sangat berbeda dari istri pengusaha lainnya.


"Kita semua sama kok, jadi kamu tidak perlu canggung sama saya ya".Kata Mega lagi


"Iya kak".Kata Anita seraya tersenyum


"Mmm, maaf kak kalau saya lancang, udah berapa bulan kak".Tanya Anita pelan


Lagi lagi Mega tersenyum "Jalan lima bulan".Kata Mega


"Semoga sehat sehat ya kak sama debaynya sampai lahiran".Ucap Anita.


"Amiinnnn".Kata Mega


"Oh ya, entar makan siang bareng kakak ya, Gea nanti ajak Anita ya".Kata Mega


"Siap kak".Timpal Gea


"Yasudah, kakak ke atas dulu, selamat bekerja".Serunya lalu berjalan keluar.


"Hati hati kak".Kata Anita merasa ngilu melihat Mega berjalan dengan perut yang sudah membuncit meski belum terlalu besar


Mega kembali menoleh "Hehe iya, udah biasa kok".Katanya kembali melanjutkan langkahnya


Melihat Mega tak berada lagi di sana, membuat Anita menghampiri Gea "Sumpah, kak Mega ramah banget ya, cantik dan anggun pula".Puji Anita


"Iya, seperti yang aku bilang kak Mega itu sangat beda dari istri istri pengusaha lainnya.Tidak sombong".Kata Gea.


"Tak jarang ia mentraktir semua karyawan di sini".Lanjutnya


"Oh ya, baik banget sih".Sorak Anita


Terlepas dari perkara Mega, mereka kembali fokus ke pekerjaan masing masing


//*


BANDARA SOEKARNO HATTA


Seorang pria berjalan dengan penuh wibawa di area bandara, tak lupa dengan kacamata hitam yang melekat di matanya semakin menambah kadar ketampanannya.

__ADS_1


Pria itu menatap sekeliling terlihat mencari seseorang, namun tak menemukan orang tersebut.Ia merogoh kantongnya hendak mengambil handponenya dan segera mencari nama seseorang di sana.


Tuuuuut tutt


Namun orang yang dihubungi sepertinya tidak berniat untuk mengangkatnya.Sekali lagi


Tuuuuuuutt


Tuuuuuuutt


"Ya halo".Suara seseorang dari seberang sana.


"Lama banget sih, lo dimana sekarang".Umpat pria itu


"Gue di kantor, emang kenapa?".Tanya seseorang dari seberang sana


"Jemput gue di bandara....SEKARANG".


Tut


Pria itu memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


Dia adalah Danil, tanpa memberitahu Doni terlebih dahulu bahwa hari ini ia akan tiba di tanah air setelah sebulan lebih berada di luar negeri.


Untuk mengurangi rasa bosannya,Danil mengotak atik handponenya sambil menunggu Doni menjemputnya.


20 menit berlalu


Tutttttt


Danil kembali menghubungi Doni yang belum nampak batang hidungnya


Tutttt


"Ya halo".


"Lama banget sih, gue udah bosen di sini".Maki Danil


"Iya iya, gue udah di jalan, macet soalnya".Kata Doni yang tak kalah kesal


Tut


Sedangkan di tempat Doni, setelah mendapat telepon dari Danil, segera ia melajukan mobilnya menuju bandara. Karena sudah mulai masuk jam makan siang membuat jalanan macet.


Di tengah perjalanan, Danil kembali menghubunginya.


Tutttt


Segera ia mengangkat teleponnya yang berdering


".................."


Tut


"Sialan lo Nil".Umpat Doni setelah Danil memutuskan sambungan telepon begitu saja


Sangat jelas,Doni merasa kesal kepada Danil yang seenaknya saja namun tak dipungkiri bagaimanapun Danil tetaplah sahabatnya sekaligus atasannya.


Hingga beberapa saat kemudian, sampailah Doni di pelataran bandara. Segera ia turun kemudian mencari keberadaan Danil


Doni menatap sekeliling mencari sosoknya.


"Nah itu dia".Katanya berjalan mendekati Danil


"Heii bro".Serunya.


Terlihat jelas raut wajah Danil menandakan bahwa ia sangat kesal.


"Lama banget".Kesalnya seraya berdiri


"Hehe lo tau sendiri kan, Jakarta itu terkenal dengan kemacetan apalagi sudah masuk jam makan siang".Kata Doni mengambil alih koper Danil.


"Bodo amat, ayo pulang gue capek".

__ADS_1


Doni membawa mobilnya keluar dari bandara.


Di dalam mobil


"Kenapa lo pulang gak bilang bilang".Tanya Doni sambil fokus menyetir


"Gak sempat".Jawab singkat Danil


"Halah alasan lo, gimana proyek yang ada di sana".Tanya Doni lagi


"Udah beres....Gimana keadaan mama".Tanya Danil menoleh


"Tante Sandra baik".


"Perusahaan bagaimana".Tanya Danil lagi


"Perusahaan juga masih dalam keadaan stabil, kemarin gue ke tempat Benny membahas soal kelanjutan kerja sama kita".Jelas Doni


"Baguslah kalau gitu".


Suasana mobil kembali hening, hingga beberapa menit melawan macet kini tibalah mereka di kawasan apartemen elit milik Danil.


"Kenapa lo gak pulang ke rumah aja".Tanya Doni


"Gue mau istirahat dulu di sini, habis itu baru gue akan menemui mama".Kata Danil


Setelah mengantar koper Danil ke dalam apartemen,kini Doni berniat kembali ke kantor


"Gue balik ke kantor ya".


"Yoi"


Selepas kepergian Doni, Danil menutup pintu apartemen dan berniat membersihkan diri terlebih dahulu.


Sedangkan Doni yang ingin kembali ke kantor, sebelum itu ia ingin mampir dulu untuk makan siang.


Doni menghentikan mobilnya di sebuah restoran yang biasa ia datangi ketika bersama Danil dan Benny.


Doni masuk dan menatap sekeliling mencari tempat yang kosong,namun yang ia lihat bukanlah meja kosong namun wanita wanita yang sangat ia kenali.


Terlihat di sana Mega, Anita dan Gea sedang makan siang dan sesekali melempar candaan


"Itukan Anita dan Mega".Tebaknya memperjelas penglihatannya.


"Mereka terlihat sangat akrab".


Doni memilih tempat yang tak jauh dari meja mereka.Agar tidak ketahuan, Doni mengangkat sebuah majalah agar menutupi wajahnya.


Namun hal itu mengundang tawa ketiga wanita tersebut yang tak sengaja melihatnya.


"Lihat deh, orang itu membaca majalah terbalik, hahahahaha".Seru Gea dan disambut tawa oleh mereka


Doni merasa dirinya yang diketawai "Hah, sialan gue yang jadi bahan candaan mereka".Batin Doni


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2