Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#103 Kepikiran


__ADS_3

INSTAGRAM @IJHAAA14


//*


Tiba di rumah, Anita langsung membersihkan diri kemudian naik ke atas tempat tidur. Ia menatap nanar langit langit kamar "Jadi mas Danil adalah temannya pak Benny".Gumam Anita


"Kenapa seringkali aku ingin menghindari setiap sesuatu yang ada di masa laluku selalu pula ada jalan yang berkaitan".Pikir Anita heran pada dirinya.


Berselang lama beradu dalam pikirannya sendiri, tanpa sadar Anita pun terlelap begitu saja.


Berbeda dengan Danil. Meski jam sudah menunjukkan bahwa malam sudah sangat larut, namun terlihat ia masih enggan untuk memejamkan mata.


Danil berdiri di balkon apartemennya sambil menghisap sebatang rokok tuk mencari ketenangan. "Anita!! wanita yang pernah aku sia siakan namun sekarang membuatku ingin gila memikirkannya".


"Aku yakin, kamu akan menjadi milikku lagi Nit".Tekad Danil


Setelah menghabiskan rokoknya, Danil masuk ke dalam dan langsung naik ke tempat tidur hingga tak lama kemudian iapun terlelap.


Pagi Hari


Suara khas kicauan burung di pagi hari menjadi alarm untuk semua insan yang masih enggan membuka matanya.


Terusik oleh cahaya mentari membuat wanita cantik itu terbangun. Setelah melihat jam dinding di kamarnya, Anita menyibakkan selimutnya lalu berjalan menuju kamar mandi dan bersiap untuk berangkat kerja.


Setelah selesak dengan kegiatan bersiapnya,Anita keluar menemui Karin.


"Pagi Rin".Sapanya menaruh tas di atas lalu menarik kursi dan di duduk di hadapan Karin


"Pagi, nih sarapan dulu".Kata Karin menyerahkan sepiring roti yang sudah terolesi selai


"Makasih".


Kedua wanita itu menikmati sarapannya dengan khidmat. Hingga beberapa saat kemudian mereka berangkat ke tempat kerja masing masing.


Singkat..


Anita melajukan mobilnya menuju MC. Beberapa menit melawan macetnya kota Jakarta akhirnya Anita tiba di kantor.


"Pagi pak".Sapa Anita kepada security yang jaga di sana


"Pagi mba Nit".


Anita memarkirkan mobilnya di tempat khusus karyawan lalu ia melanglah masuk menuju ruangan kerjanya.


"Pagi semua".Sapa Anita kepada karyawan lainnya


Clek..


Anita masuk ke ruangannya dan di saja sudah ada Gea dan beberapa teman lainnya.


"Hei Nit".Sapa Gea


"Hei".Balas Anita seraya meletakkan tasnya di atas meja


Karena masih ada beberapa menit masuk jam kantor, Gea menghampiri Anita di mejanya


"Nit".Serunya duduk tepat di depan meja Anita


"Ada apa?".Tanya Anita heran


"Aku mau nanya".


"Yaudah, soal apa emang".Tanya Anita


"Mmmm, pak Danil".Kata Gea membuat Anita terdiam.

__ADS_1


Anita tampak berpikir "Kenapa?".Tanya Gea menatap Anita nanar


"Oh enggk papa, emang kenapa dengan pak Danil".Tanya Anita berusaha terlihat biasa saja


"Mmm, sebelumnya kamu pernah ketemu dengan dia gak sih".Tanya Gea pelan


Anita terdiam "Soalnya aku perhatiin, kayaknya dia kenal kamu deh".Lanjut Gea


"Aku harus jawab apa nih, apa aku kasih tau Gea aja ya".Kata Anita membatin


"Anita!!".Tegur Gea mengejutkan Anita.


"Eh, iya kenapa?".Sentak Anita membuat Gea menaruh curiga.


"Aku nanya, kamu..."


"Hei kalian, mau sampai kapan ngobrolnya. Sudab masuk jam kantor".Tegur salah satu teman sedevisi mereka memotong ucapan Gea


Anita dan Gea serempak menatap jam dinding yang ada di sana "Ya ampun, iya bener".Kata Gea menepul jidatnya "Yasudah, kamu masih punya hutang penjelasan dengan aku".Bisik Gea sebelum kembali ke meja kerjanya.


"Huffff,Selamat".Anita membatin seraya mengusap dadanya merasa lega.


Para karyawan Maxy Company sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing begitupun dengan Anita yang fokus pada layar komputer di depannya itu.


Ting


Sebuah pesan masuk mengalihkan fokusnya.Anita meraih handponenya dan segera melihat pesan yang ternyata berasal dari nomor yang tak dikenal.


"Hai Nit, maaf kalau ganggu tapi aku ingin ajak kamu makan siang bareng nanti dan aku harap kamu mau ya. DANIL".Isi pesan yang ternyata Danil pengirimnya.


Sebelum membalasnya, Anita terlihat mempertimbangkan terlebih dahulu.


"Maaf aku gak bisa".Balas singkat Anita kemudian kembali meletakkan handponenya tanpa menghiraukan balasan pesannya lagi.


Di Tempat Danil


"Bahkan kau tak ingin lagi bertemu deganku".Gumam Danil sambil memutar balikkan handponenya.


//*


Tak tak tak


Suara hentakan kaki yang sangat jelas bahwa itu adalah langkah kaki wanita


"Apa Danil ada di dalam?".Tanya wanita itu kepada sekretaris Danil.


"Iya nyonya, pak Danil ada di dalam".Jawab sekretaris Danil penuh hormat


"Baik".Wanita itu melangkah menuju ruangan Danil


Clek...


Melihat pintu ruangannya tiba tiba terbuka membuat Danil mendongak terkejut.


"Mama!!".Seru Danil terkejut


Ya, wanita itu adalah Sandra mamanya Danil


"Dasar anak nakal, apa kamu sudah lupa kalau kamu masih punya mama".Maki Sandra meraih daun telinga anaknya


"Aduh aduh ma, ampun sakit ma".Pekik Danil memgang telinganya yang sudah memerak akibat ulah mamanya.


"Kenapa kamu tidak pulang ke rumah mama".Geram Sandra.


"Danil gak sempat ma, rencana pulang kantor nanti Danil akan mampir tapi mama sudah datang sendiri".Jelas Danil berusaha membela diri.

__ADS_1


"Halah, alasan kamu".Ucap Sandra kesal.


"Jangan marah marah lah ma, nanti cepat tua".Bujuk Danil meraih tangan mamanya lalu mengecupnya dengan tulus.


"Sekarang ikut mama".Ujar Sandra.


"Kemana?".Tanya Danil heran


"Emang kamu gak mau makan siang".Ucap Sandra kesal


"Maulah ma, tapi....". Ucapnya menggantung setelah melirik jam dinding di ruangannya.


"Tapi apa".Tanya Sandra sewot


"Hehee, ayo ma. Danil kira belum masuk jam makan siang".Kata Danil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Yaudah ayo".Sandra melangkah keluar diikuti oleh Danil setela meraih dompet dan kunci mobilnya.


Sesampainya di lobi perusahaan, Danil mengambil mobilnya di parkiran lalu turun kembali hendak membukakan mamanya pintu mobil.


"Silahkan tuan putri".Ucap Danil memperagakan seorang pelayan yang mempersilahkan majikannya


"Mama mau makan apa".Tanya Danil di dalam mobil


"Seafood, sudah lama mama tidak makan itu".Seru Sandra bersemangat layaknya anak kecil yang mendapat permen.


Melihat tingkah mamanya, membuat Danil menggeleng namun tak lupa dengan senyumnya.


Tak lama kemudian, sampailah mereka di restoran klasik khusus makanan seafood.


Danil menggandeng tangan mamanya seperti layaknya kekasih berjalan masuk ke restoran itu.


Para pengunjung yang melihat kedekatan mereka menjadi terharu. Siapa sih yang tidak mengenal keduanya. Kesuksesannya yang merangkak cepat di dunia bisnis membuat mereka dikenal baik di kalangan masyarakat.


"Pak Danil sangat menyayangi ibunya ya".


"Aku mau deh jadi ibu Sandra yang digandeng seperti itu"


"Mereka mesra banget sih"


"Aku mau deh jadi menantu ibu Sandra".


"Aduh, bayangin deh kalau aku yang digandeng pak Danil".


"Pasti bu Sandra sangat bahagia punya anak penyayang seperti pak Danil".


Kurang lebih seperti itulah bisikan bisikan orang orang yang melihat kedekatan ibu dan anak itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2