
@ijhaaa14
HAPPY READING🖤
//*
Seminggu berlalu..
Sesuai permintaan terakhir Jessica, kini mereka sedang menuju ke Sukabumi.
Setelah mencari informasi mengenai keberadaan anak Jessica, Anita dan Danil langsung memutuskan untuk segera ke sana. Kini anak Jessica sedang di asuh oleh panti asuhan Bunda kasih yang berada di Sukabumi tempat kelahiran Maminya.
Di mobil
"Bunda, kita mau kemana sih?".Tanya Geandra dari arah belakang.
Anita menoleh tersenyum ke arah putrinya " Kita akan jemput abangnya Gea".Kata Anita.
"Gea punya abang?".Tanyanya lagi dengan wajah polosnya.
Danil menatap putrinya dari kaca spion "Iya sayang, Gea akan punya abang".Timpal Danil.
"Gea mau kan punya abang?".Tanya Anita
Gea mengangguk semangat "Mau mau, Gea mau punya abang biar ada yang jagain Gea kalau di sekolah soalnya banyak yang suka deketin Gea".Celoteh Gea panjang membuat kedua orang tuanya tersenyum lebar.
"Nanti Gea harus akur yah sama abang barunya Gea".Ucap Anita.
Butuh waktu kurang lebih 4 jam untuk mereka sampai di Sukabumi membuat Gea tertidur di job belakang. Sesekali Anita menoleh memastikan putrinya tidur dengan nyaman.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, kini mereka sudah berada di sebuah panti asuhan sesuai alamat yang Danil dapatkan.
Mereka di sambut dengan ramah oleh pengurus panti "Silahkan diminum pak,bu".Pinta ibu panti sopan.
"Terima kasih".Balas mereka serempak
Mereka berbincang sejenak kepada pengurus panti serta menyampaikan tujuannya datang ke sana untuk mengadopsi salah satu anak asuhnya. "Bunda, Gea mau ke sana boleh gak".Ijin Gea seraya menunjuk ke arah kerumunan para anak anak panti yang sedang bermain".
"Boleh sayang, yaudah sana".Ucap Anita mengisinkan.
Danil,Anita bersama dengan salah satu pengasuh anak panti sedang duduk di taman belakang sambil memperhatikan para anak anak panti. Netra Anita tiba tiba tertuju kepada seorang anak laki laki yang terlihat sedang menyendiri sambil membaca sebuah buku.
"Apakah dia anak itu bu".Tanya Anita tanpa mengalihkan penglihatannya. Danil mengikuti arah netra istrinya.
Ibu panti mengangguk "Iya bu, begitulah dia selalu menyendiri berbeda dari teman temannya, lebih memilih membaca buku ketimbang ikut bermain bersama lainnya, akhir akhir ini juga dia selalu terlihat murung entah kenapa".
"Tapi anak itu pintar pak bu, dia selalu dapat rangking di sekolah".Lanjutnya.
Danil dan Anita hanya menyimak setiap bait kalimat yang di tuturkan oleh ibu panti mengenai anak itu.
"Bolehkah kami membawanya pulang hari ini?".Tanya Danil serius.
"Apakah itu terlalu terburu buru pak".Balas ibu panti merasa terkejut.
Bukannya pihak panti tidak tau soal ibu kandung anak itu, tetapi bagaimanapun anak itu masih tanggung jawab panti asuhan.
Setelah Danil menceritakan detail mengapa mereka ingin mengambil anak itu tetap saja pihak panti tidak akan langsung menyerahkan begitu saja.
"Kami tidak bisa berlama lama di sini bu, jadi kami mohon pengertiannya".Jelas Danil berusaha meyakinkan.
__ADS_1
Anita yang sedari tadi masih saja memperhatikan anak itu dari kejauhan tanpa menghiraukan pembicaraan ibu panti dengan suaminya.
"Mas, boleh aku ke sana?".Tanya Anita seraya menunjuk ke arah anak itu.
"Boleh sayang".
Kini Anita meninggalkan keduanya....
***
ANDRIAN EDMUND
Nama yang bagus titipan dari Jessica untuk putranya sebelum ia memutuskan melakukan operasi agar anaknya dapat diselamatkan.
Dari arah belakang, diam diam Anita ikut menyimak buku yang kini di baca anak itu.Beberapa menit Anita berada di sana tak membuat Andrian menyadari keberadaannya.
"Heii!!".Sapa Anita melempar senyum tulus.
Anak itu mendongak, dengan sedikit terpaksa Andrian membalas senyum Anita.
"Boleh ikut duduk?".Izin Anita lembut
Andrian hanya mengangguk.
"Baca buku apa?".Tanya Anita basa basi.
"Buku bahasa".Balasnya singkat.
Senyum Anita tak pernah luntur selama berada di dekat anak itu. Hal yang sama di lakukan Danil yang masih berbincang dengan pengurus panti dari kejauhan memperhatikan istrinya terlihat sedang berusaha mendekatkan diri pada Andrian.
"Sudah kelas berapa?".Tanya Anita
Andrian menutup bukunya beralih menatap Anita "Kelas 4 tante".Katanya.
Raut wajah Andrian seketika berubah "Kenapa?".Tanyanya heran.
"Gak papa sayang, anggap saja aku Bunda kamu, mau kan?".
Andrian terdiam sejenak, hingga tak lama kemudian dia mengangguk pelan membuat senyum Anita semakin lebar.
Saat hendak mengeluarkan kata lagi, tiba tiba Danil datang bersama pengurus panti menghampiri mereka.
"Sayang!!".Panggil Danil.
Anita dan Andrian serempak menoleh dan langsung berdiri.
"Mas!!!".
"Andrian, ikut ibu yuk".Ajak ibu panti.
Dengan patuh Andrian mengikuti arah perginya ketiga orang tua itu.
//*
"Andrian,mulai hari ini kamu akan ikut dengan mereka yang akan menjadi orang tua kamu sayang".Jelas Ibu asuhnya setelah menceritakan maksud kedatangan Danil dan Anita.
"Kamu mau kan sayang".Tanya Ibu asuh memastikan.
Andrian menatap nanar Danil dan Anita yang akan menjadi orang tau barunya.
__ADS_1
Cukup lama Andrian terdiam.
"Andrian!!!".Panggil Ibu asuh yang sedari tadi menunggu jawaban darinya.
Terlihat Andrian menunduk dengan mata berkaca kaca, hingga anggukan pelan sebagai jawaban.
"Andrian mau bu".Jawabnya memperjelas.
Senyuman terpancar dari wajah kedua pasangan itu.
Anita langsung meraih tubuh Andrian untuk masuk ke dekapannya tanpa sepatah katapun.
Hingga tiba saatnya, Para penghuni panti sedang berkumpul di pintu depan untuk menyaksikan kepergian salah satu temannya yang akan ikut dengan orang tua barunya.
"Andrian sayang, kamu harus patuh ya sama orang tua baru kamu".Wejan ibu asuh menitikan air mata.
Andrian mengangguk ikut menitikan air mata.
"Pak bu saya titip Andrian untuk kalian besarkan, sayangi dia selayaknya anak kandung ya pak bu".Kata ibu asuh kepada Danil dan Anita.
"Kami pastikan Andrian mendapat kebahagiaan bu".Balas Danil penuh yakin.
Satu persatu mereka memeluk Andrian untuk terakhir kalinya.
"Ayo sayang".Ajak Anita meraih tubuh Andrian dan menuntunnya untuk masuk ke mobil sedangkan Gea sudah tidur duluan karena kelelahan bermain.
Dengan langkah berat, Andrian mengikuti orang tua barunya untuk masuk ke mobil.
Sesekali ia menoleh menatap teman temannya yang masih melambaikan tangan kepadanya sebagai salam perpisahan. "Aku akan merindukan kalian".Kata Andrian membatin.
Mobil Danil kini sudah memasuki jalan kota.
Sesekali Anita menoleh menatap keduanya.Andrian yang tak merasakan ngantuk betah menelisirkan pandangannya keluar jendela sedangkan Gea masih setia dengan mimpi indahnya sepanjang perjalanan.
Tengah perjalanan mereka menyempatkan untuk mengisi perut karena masih memerlukan beberapa jam untuk tiba di Jakarta.
JAKARTA
Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan tibalah mereka di kediamannya. Gea yang masih setengah sadar tak menyadari kehadiran saudara barunya.
..."Siapapun berhak merasakan kebahagiaan"....
.
.
.
.
.
.
.
Segitu dulu yah guys, author terserang ngantuk hehehee
Tunggu part selanjutnya
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE,VOTE, DAN KOMEN YAAA
TERIMA KASIH🖤🖤🖤