
SEMOGA PUASANYA LANCAR YA SAHABAT SAHABAT AUTHOR
//*
Beberapa bulan kemudian
Tepat pada hari ini, seorang bayi mungil telah hadir ke dunia ini. Mega telah melahirkan bayi yang berjenis kelamin sungguh membuat Benny sangat bahagia.
Berita kelahiran putra Benny dan Mega tak luput dari dari telinga Anita dan Gea serta para karyawan Maxy Company.
"Kak Mega udah lahiran lo".Seru Gea baru masuk ruangan karena dari toilet.
"Kamu serius!!".Sambut Anita tak kalah heboh
"Iya aku serius, coba kamu cek grup".Pinta Gea
Anita mengikuti ucapan Gea dan segera membuka grup chat di handponenya "Benar Ge, aduh imut banget".Girang Anita melihat foto anak Mega yang dikirim sekretaris Benny
"Iya, bakal jadi penerus MC nih".Kata Gea
"Entar kita jengukin ya, abis pulang kantor".Ajak Anita
"Pasti, kita mampir dulu beli hadiah".Kata Gea
"Iya"
Rio yang sedari tadi diam menguping pembicaraan kedua wanita itu ikut nimbrung, "Aku boleh ikut gak".Rio menawarkan diri.
Anita dan Gea spontan menoleh lalu saling tatap "Tapi..". "Boleh ko". Ucap mereka serempak
"Boleh kan Gea?".Tanya Anita seraya mengedipkan sebelah matanya tanpa diketahui Rio
"Oh, iya boleh boleh".Kata Gea sedikit terbata namun kesal
"Huh, pasti mau caper sama Anita".Gerutu Gea membatin.
"Terima kasih".Ucap Rio merasa senang namun tidak dengan Gea yang merasa kesal.
Singkat
Tak disadari waktu begitu cepat berlalu, kini Anita, Gea dan Rio sedang menuju rumah sakit tempat Mega melahirkan menggunakan mobil Anita.
"Kita singgah di depan sana aja Nit".Ucap Gea seraya menunjuk sebuah toko perlengkapan bayi
"Oh iya"
Anita memarkirkan mobilnya tepat di depan toko yang dimaksud Gea.
Mereka bertiga segera turun dan masuk ke toko itu.
Anita beralih ke tempat khusus pakaian,Gea beralih ke tempat khusus perlengkapan mandi sedangkan Rio karena tidak terlalu tahu tentang bayi makanya ia memilih membeli mainan saja.
Setelah membayar belanjaan masing masing,kini mereka melanjutkan perjalanannya menuju rumah sakit.
Ting
Di tengah perjalanan, sebuah pesan masuk dari handpone Anita. "Gea tolong ambilin handpone aku di dalam tas".Pinta Anita menyerahkan tasnya kepada Gea
Gea membuka tas Anita lalu mengambil benda pipih itu. "Nih".
Anita meraih handponenya, dan membuka pesan yang baru saja masuk
"*Besok lusa adalah peresmian cabang baru di Bandung, dan kali ini aku mau kamu yang hadir"
"Aku tidak terima penolakan.Titik*". Isi pesan dari Arumi
Setelah membaca pesan dari Arumi, Anita segera menghubungi sang pengirim pesan tersebut.
Tuuuuut Tuuut
Tak menunggu waktu lama untuk Arumi mengangkat teleponnya
__ADS_1
"Ya halo Nit".
"Rum akukan....".Belum sempat Anita meneruskan ucapannya, Arumi langsung memotongnya
"Aku udah bilang kan, aku gak terima penolakan.Pokoknya kamu harus hadir".Tukas Arumu
"Kenapa bukan kamu saja".
"Kita bakal datang bersama, tapi aku hadir hanya sebagai sekretarismu. Oke".Kekeh Arumi
"Tapi Rum..."
"Kali ini kamu harus nurut sama aku ya Nit".
Tut
"Huuuf".Dengus Anita kesal lalu meletakkan handponenya.
Gea yang sedari tadi fokus memasang telinga karena penasaran "Siapa?".Tanyanya
Anita menoleh melempar senyum tipisnya "Arumi".
"Kok tampak kusut begitu,emang ada apa?".Tanya Gea
"Gak papa ko, biasalah Arumi kalau ada maunya harus diturutin".Ucap Anita apa adanya
Gea memang belum tau bahwa Anita adalah pemilik utama toko Az Zahra yang sedang naik daun di tengah kalangan manapun saat ini.Yang Gea tau adalah Arumi adalah pemiliknya. Dan menurut Anita, Gea tidak perlu tau tentang hal itu.
Bagaimana dengan Rio yang sedari tadi diam di job belakang. Sepanjang perjalanan, Rio hanya memperhatikan Anita yang tak pernah lepas dari pandangannya.
Lagi lagi, Gea menyadari akan hal itu namun ia memilih tetap diam.
Setelah menempuh perjalanan yang sedikit macet, tibalah mereka di rumah sakit tempat Mega dan bayinya dirawat.
"Sus pasien atas nama Megan di ruangan mana ya".Tanya Anita kepada suster yang bertugas di meja receptionis
"Sebentar saya cek ya mba".
"Iya".
"Ibu Megan yang baru saja melahirkan bayi laki laki berada di ruangan Vvip lantai tiga mba".Jelas suster.
"Oh, Makasih ya sus".Ucap Anita
"Iya sama sama".
"Yuk".Ajak Anita
Mereka bertiga segera menuju lantai tiga. Setelah tiba di lantai tiga, mereka segera mencari ruang Vvip yang dimaksud suster tadi.
Mereka berjalan menelusuri lorong lantai tiga mencari satu persatu ruangan yang atas nama Mega
"Itukan sekretaris Roy".Tunjuk Anita melihat seorang pria yang sedang duduk di depan sebuah ruangan
Gea dan Rio menatap ke arah telunjuk Anita
"Iya bener, yuk kita ke sana".Ajak Gea
Mereka menghampiri Roy sekretaris Benny. "Pak Roy".Panggil Anita
Roy yang sedang memainkan handponenya mendongak saat mendengar namanya dipanggil.
"Kalian!!".Serunya seraya berdiri.
"Mau jengukin bu Mega ya".Tebak Roy
"Iya nih pak".Seru Gea
"Yasudah, kalian langsung masuk saja".Pinta Roy
"Kita masuk dulu ya pak".Ucap Anita.
__ADS_1
"Iya"
Anita maju selangkah meraih gagang pintu dan..
Clek..
Mega dan Benny serempak menoleh ke arah pintu yang terbuka.
"Maaf ganggu pak".Kata Anita tak enak karena ada atasannya di sana.
"Oh tidak tidak, sini masuk".Ajak Benny ramah.
Mendapat pinta dari Benny, Anita diikuti oleh keduanya melangkah mendekati Mega yang sedang berbaring dengan keadaan yang masih sedikit lemah.
Benny mundur ke belakang memberi ruangan kepada mereka.
"Kak Mega selamat ya atas kelahiran putranya".Ucap Anita terharu
"Iya sama sama".Mega tersenyum
"Kak Selamat ya".Gea
"Bu selamat ya".Rio
Masing masing meletakkan hadiah yang di bawah di atas sofa yang sudah dipenuhi hadiah.
"Aduh kak, manis banget sih".Puji Anita mengelus lembut pipi bayi yang masih merah itu.
Gea ikut mengintip dan melakukan hal yang sama.
Tuuutttt tuuttt
Suara deringan telepon, mengalihkan semua fokus yang ada di ruangan itu.
Rio segera merogoh saku celananya "Maaf semua, saya permisi dulu mau angkat telepon, permisi bu".Pamit Rio keluar.
"Iya".Ucap Mega
"Namanya siapa kak".Tanya Anita disertai anggukan kecil oleh Gea.
"Belum ada, masih rahasia kata mas Benny".Jawab Mega.
"Yaelah pak Benny suka main rahasia rahasiaan sih".Celetuk Gea dan untungnya orang yang diamaksud sudah keluar dari ruangan untuk menemui sekretarisnya.
"Hehehe". Tawa Mega
Anita masih fokus kepada bayi mungil itu. Ada sesuatu dalam dirinya yang membuatnya terharu menatap bayi itu "Andaikan dulu rumah tanggaku tidak hancur, mungkin aku sudah memiliki malaikat kecil dalam hidupku".Batin Anita menjerit
"Kenapa Nit".Tanya Gea melihat tetesan bening di pipih Anita.
Segera Anita mengusapnya lalu tersenyum "Enggak ko, aku cuman terharu aja sama bayi mungilnya kak Mega". Elak Anita dan Gea percaya begitu saja.
Namun berbeda dengan Mega, ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan Anita dan itu harus segera ia ketahui pikirnya namun bukan sekarang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue