
//*
Setelah Anita mendapatkan penanganan langsung dari Wahyu, kini Anita telah dipindahkan ke ruang rawat.
"Apa harus aku dirawat?".Tanya Anita
"Untuk beberapa hari kamu harus dirawat di sini karena keadaan kamu sangat lemah".Jelas Wahyu.
"Tapi aku baik baik saja".Melas Anita yang tak suka dengan bau rumah sakit.
Wahyu duduk di sebelah tempat tidur Anita "Aku mohon kali ini aja, kamu nurut ya".Pinta Wahyu serius.
"Kamu tau? saat nomormu tidak aktif aku mulai cemas hingga aku harus menghubungi Kenan dan katanya kamu tidak masuk kantor...Sungguh aku tak bisa tenang, aku tidak ingin kamu kenapa napa".Ucap Wahyu tanpa sadar.
Anita bingung dengan maksud ucapan Wahyu "Kamu mengkhawatirkan aku?".Tanya Anita serius menatap Wahyu.
Wahyu yang mendapat tatapan serius dari Anita menjadi salah tingkah "Mmm..Kamu istirahat ya, aku mau ke ruanganku dulu".Kata Wahyu seraya bangkit dari duduknya.
"Makasih ya".Ucap Anita
Wahyu yang hendak keluar kembali menoleh mengangguk sambil tersenyum lalu keluar.
"Kenapa Dokter Wahyu sangat mengkhawatirkanku?".Batin Anita bertanya
Di ruangan Wahyu.
Wahyu merutuki kebodohannya bisa bisanya dia mengucapkan itu semua kepada Anita.
Tapi tak dipungkiri bahwa dia memang sangat mengkhawatirkan Anita.
"Wahyu bodoh, bagaimana nanti kamu akan bertemu Anita, pasti Anita berfikiran yang enggak enggak terhadapku".Gumam Wahyu menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Wahyu kembali duduk ke tempatnya setelah mondar mandir tidak jelas.
Tuuuuuutt
Tak lama kemudian suara dering telepon dari handpone Wahyu
"Ya halo,bagaimana?".Tanya Wahyu langsung.
"Wanita yang bernama Salsa sudah berada di tangan orangku, sekarang mereka sedang mencari yang satunya lagi".Jelas Kenan.
"Maksud loo, teman satunya?".Tanya Wahyu tak mengerti.
"Iya ternyata Salsa tidak sendirian, dia punya teman yang sama sama dendam sama Anita".Jelas Kenan lagi.
Wahyu semakin serius mendengar penuturan Kenan"Serius lo".
"Iya gue serius, sekarang orang gue lagi cari dia yang katanya masih berada di Negara ini".
"Yaudah gue percaya sama lo, nanti gue ke tempat lo".Kata Wahyu.
Tut..
"Aku memang tidak tau masa lalu kamu, tapi aku akan berusaha melindungi kamu dari siapapun, karena aku yakin kamu orang baik".Batin Wahyu.
__ADS_1
Malam hari
Wahyu tidak pulang ke rumahnya memilih menginap di rumah sakit, Wahyu ingin pergi ke ruang rawat Anita untuk mengecek keadaannya.
Clek..
"Hai, bagaimana keadaan kamu!".Sapa Wahyu tersenyum canggung
Anita menoleh melempar senyum "Jauh lebih baik".
"Baguslah, kalau begitu mungkin besok kamu bisa pulang".Kata Wahyu sambil mengecek infus Anita.
"Serius aku bisa pulang besok?".Tanya Anita semangat.
Melihat Anita yang semangat mau pulang membuat Wahyu tersenyum "Iya besok kamu boleh pulang, tapi...".Kata Wahyu sedikit menggantung.
"Tapi apa?".Tanya Anita serius.
"Tapi kamu tidak boleh masuk kerja dulu, untuk beberapa hari kamu harus istirahat".Jelas Wahyu kembali membuat Anita lesuh.
"Harus gitu ya".Tanyanya malas mendapat anggukan dari Wahyu.
"Yaudah deh gak papa yang penting aku bisa pulang".Lanjutnya lagi.
Tanpa sadar Wahyu mengacak rambut Anita karena gemas.
"Kalau begitu aku keluar ya, jangan lupa obatnya di minum".Pinta Wahyu lalu meninggalkan Anita.
Keesokan harinya
"Baik bos".Jawab mereka serempak.
Salsa yang mendengar suara kegaduhan dari rumah yang ia tempati mendekap Anita, mencoba melarikan diri tapi ia kalah cepat oleh orang suruhan Kenan yang tak sengaja melihatnya.
Hingga kini Salsa berada di ruang rahasia Kenan,tangan dan kakinya diikat membuat Salsa pasrah.
Salsa sempat mengaku bahwa dia tidak sendirian, oleh karena itu orang suruhan Kenan sedang mencari keberadaan Jessica
Clek
Kenan menoleh "Permisi bos".Ucap orang yang baru masuk
"Ada apa".Tanya Kenan serius.
"Wanita yang bernama Jessica sudah berada di tangan kita bos".Jelasnya.
"Cepat bawa dia kemari".Pinta Kenan
"Baik bos".
Hingga tak lama kemudian muncullah Jessica yang diseret dengan mata yang tertutup "Lepasin aku".Teriaknya.
"Lepas, mau kalian apa...Lepasin AKUUU".
Salah satu dari mereka melepas penutup mata Jessi
__ADS_1
Deg....
"Salsaa!!".Gumam Jessica terkejut.
Salsa yang disebut namanya hanya menatap datar Jessica.
"Lepasinn, saya tidak ada urusan dengan kalian".Teriak Jessica.
"Kamu memang tidak ada urusan dengan kami, tetapi dengan bos kami".Timpal salah satu orang suruhan Kenan.
Jessica terdiam bertanya tanya pada dirinya sendiri "Anita".Sebut Kenan tiba tiba.
Berhasil membuat jantung Jessica bergemuruh "Anita?".Batinnya
"Apa kamu mengenalnya?".Tanya Kenan mendekat.
Kenan semakin mendekat membuat Jessica semakin merasa ketakutan.
"JAWABBBB".Teriak Kenan.
Jessica terlonjak kaget "Iya aku mengenal wanita s*al*n itu".Jawab sinis Jessica.
Kenan tersenyum sini kemudian mengambil handponenya hendak menghubungi seseorang.
Tutt
"Halo, dia sudah berada ditanganku".Kata Kenan singkat.
"Gue akan segera ke sana".
Tut..
Kenan kembali beralih menatap Jessica "Cepat kalian ikat dia bersama temannya".Perintah Kenan.
//*
Di tempat Wahyu
Setelah mendapat kabar dari Kenan, segera Wahyu menuju ke
tempat rahasia Kenan tanpa sepengetahuan Anita.
Sebelum pergi Wahyu sempat menitipkan pesan kepada suster "Sus, hari ini pasien yang di ruang Vip sudah boleh pulang, kalau dia mencari saya bilang saja saya sedang keluar".Ucapnya
"Baik dok".Jawab Suster.
Setelah menitipkan pesan, barulah Wahyu menuju ke tempat Kenan.
.
.
.
To be continue
__ADS_1