
ASSALAMUALAIKUM SAHABAT AUTHOR, MAAF YA BARU BISA UP LAGI.
SEBELUM LANJUT PASTIKAN SUDAH MENEKAN TOMBOL LIKE PADA EPISODE SEBELUMNYA.
TERIMA KASIH
SELAMAT MEMBACA.💚💚
//*
Negara X
Hari ini adalah hari di mana Danil harus melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri seorang diri selama satu bulan ke depan.
Doni hanya menghantarkan Danil sampai bandara.
"Gue titip perusahaan ya".Ucap Danil menepuk pelan bahu Doni.
"Lo tenang aja, gue yang akan menangani di sini".
Hingga Danil naik ke atas pesawat, barulah Doni meninggalkan bandara dan akan kembali ke kantor yang kini menjadi tanggung jawabnga selama Danil pergi.
Sesampainya di kantor, Doni langsung masuk ke ruangan Danil.
Tuutttt
"Saya tunggu kamu sekarang di ruangan pak Danil".Pinta Doni kepada seseorang.
"Siap bos".
Tak berselang lama, orang yang baru saja Doni hubungi kini telah datang dengan membawa sebuah informasi.
"Bagaimana?".Tanya Doni.
"Wanita yang ada dalam foto itu telah membatalkan pernikahannya sehari sebelum pernikahan bos.Dan wanita yang bos lihat di bandara berniat menemui temannya untuk menemaninya".Jelas orang tersebut.
Tampak raut bingung dari wajah Doni "Apa kau tau penyebab pernikahannya batal?".Tanya Doni lagi.
"Dari informasi yang saya dapat,ada orang ketiga dalam hubungan mereka bos, pria itu harus bertanggung jawab".Jelasnya lagi.
Doni mangguk mangguk mengerti "Kerja bagus,kamu boleh keluar".
"Baik bos,kalau begitu saya permisi".Ucap orang suruhan Doni kemudian melenggang pergi.
Doni tampak berpikir "Gadis yang malang".Gumam Doni.
"Oh ia, tante Sandra".Ucap Doni tiba tiba kemudian meraih handponenya.
Tuuuuut
Tut
"Ya halo Don, apa kabar?".Sapa Sandra
"Baik tante,tante sibuk gak?".Tanya Doni langsung
"Enggak kok, ada apa?".
"Siang nanti, Doni mau ajak tante makan siang sekaligus ada yang ingin Doni ceritakan".Jelas Doni.
"Yasudah, kamu kirim saja alamatnya ya".
__ADS_1
"Baik tante, kalau begitu Doni tutup ya".
Tut
Selepas menghubungi Sandra,Doni kembali fokus mengerjakan sesuatu.
Sedangkan di tempat Anita, setelah ia memutuskan untuk membatalkan pernikahannya dengan Wahyu, saat itu pula ia belum pernah keluar rumah termasuk masuk kantor.Dengan alasan sakit, tentu Kenan sudah mengerti keadaan Anita saat ini.
Hari ini adalah hari di mana pernikahan Anita dan Wahyu yang seharusnya berlangsung, telah berubah menjadi pernikahan Wahyu dan Dini.
"Bagaimana para saksi?".Ucap penghulu
Semua tamu undangan serempak bersorak "SAH".
Kini Wahyu dan Dini telah resmi menjadi sepasang suami istri.Tampak raut bahagia terpancar dari wajah Dini "Akulah pemenangnya".Batin Dini.
Sangat berbanding terbalik dengan Wahyu yang tak pernah menampakkan seulas senyum.
//*
POV ANITA
Hari ini adalah hari pernikahanku seharusnya terjadi, tetapi karena sebuah kejadian yang membuatku harus kembali merasakan kecewa.
Sungguh aku merasakan sakit yang teramat sangat.Dia orang yang sudah kuberikan hatiku kini telah berbahagia dengan seorang wanita yang sangat jelas bukan aku.
Aku belum berani untuk menatap dunia luar, hanya mengurung diri dengan Arumi sesekali datang menemuiku.
Ya Arumi, sahabatku ia meninggalkan suaminya demi menemaniku dengan keadaan yang seperti saat ini.Ia menagajakku untuk kembali.Kembali ke Negara asalku.
Arumi akan tetap di sini sampai aku mengambil keputusan mau atau tidak aku kembali.
Aku kembali memikirkan semuanya,masa kecilku,canda tawaku bersama kedua orang tauku, lingkunganku, semuanya kembali menghantuiku. Ada kerinduan yang tak mampu aku ungkapkan dengan tanah asal aku dilahirkan dan dibesarkan.
Apakah sekarang sudah waktunya?
Banyak pertanyaan yang selalu menghantuiku sehingga membuatku semakin bingung harus mengikuti yang mana.
Aku menatap jauh keluar jendela.
Tok tok tok
Seseorang mengetuk pintu kamarku,akupun menoleh.
"Nit".Ternyata Arum yang datang.
"Makan dulu yuk".Ajaknya.
Aku hanya mengangguk kemudian mengikuti langkahnya menuruni anak tangga.
Dengan sabarnya,Arumi melayaniku "Terima kasih".Ucapku berhasil menghentikan gerakannya.
Arumi meletakkan kembali piring yang dipegangnya "Aku tidak ingin mendengar kata itu lagi okey".Ucapnya tersenyum tulus.
Sungguh aku sangat bersyukur karena memiliki Arumi dalam hidupku.Untuk saat ini,dialah yang selalu ada di saat aku merasa tak memiliki siapa siapa.
"Ayo makan,jangan diliatin terus makanannya".Ucapnya
Kami makan dalam keadaan diam tanpa berucap.
Hingga beberapa menit kemudian,kami selesai dengan makanan kami.Aku hendak membantu Arumi membereskan sisa makan kami tapi dia melarang "Sudah biar aku saja, lebih baik kamu istirahat".Ucapnya mengambil alih piring kotor yang ada di tanganku.
__ADS_1
"Yaudah,aku duluan ya".Pamitku.
Arum mengangguk kemudian kembali membereskan sisa makan kami.
Aku menaiki anak tangga menuju kamarku.
Aku menarik laci nakas yang ada di dekat tempat tidurku,kemudian mengambil sesuatu di sana.
"Anita merindukan kalian".Ucapku seraya memeluk sebuah bingkai foto.
"Anita merindukan masa masa saat kalian masih berada di sisi Anita".
"Anita merindukan pelukan yang paling nyaman itu,senyum yang damai itu, dan tatapan yang teduh itu".Aku meneteskan air mata mencoba merasakan kembali rasa yang sudah lama menghilang dari dekapanku yaitu pelukan hangat dari mereka.Kedua orang tuaku.
Beberapa saat bersedih,akupun tersadar.Aku mengembalikan bingkai foto itu kemudian berjalan menuju jendela kamarku.
Aku menatap fokus ke satu titik yang ada di depan mataku "Aku tidak boleh seperti ini".
"Iya,aku pasti bisa melewati semuanya".
"Aku harus kembali menjadi diriku".
"Tak ada lagi kesedihan setelah ini,ya aku yakin dengan diriku".
Aku menutup mata kemudian menghirup dalam udara yang lewat tepat di depan hidungku.
Aku meyakinkan hatiku untuk langkah yang akan aku tempuh setelah ini.
Perlahan tapi pasti, aku kembali membuka mataku yang masih sedikit perih karena terlalu banyak mengeluarkan air mata.
Aku beralih menatap handponeku kemudian meraihnya dan membuka salah satu aplikasi chat di sana.
Grup Wa
"Guys, aku ingin mengajak kalian ketemu".Tulisku.
"Anitaaaa, ke mana aja"
"Kamu baik baik aja kan"
"Iya Nit ke mana aja"
"Kamu gak papa kan Nit".
"Nit jawab dong, jangan buat kita khawatir"
"Iya Nit, sekarang lo di mana"
Berbagai pertanyaan yang dilontarkan temab temanku tetapi aku memilih tak menjawabnya.
"Besok aku ceritai semua, jadi pulang kerja kita ketemu ya".Tulisku mengakhiri kemudian tak menghiraukan lagi balasan dari mereka.
Teman kantorku pastinya tau dengan keadaanku saat ini karena mereka semua tau pernikahanku telah dibatalkan dan digantikan dengan wanita lain.Sungguh menyakitkan bukan? tetapi itulah kenyataannya.Pernikahan tetap dilaksanakan tetapi bukan pernikahanku.
Aku kembali meletakkan handponeku,lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
.
.
.
__ADS_1
To be continue