
LANJUT YA
//*
Anita memejamkan matanya sejenak. Menarik nafas dalam lalu menghembuskannya lagi.
"Maaf.....".
Deg....
Jantung Danil seakan berhenti berdetak. "Maaf?".Tanya Danil tak mengerti namun merasakan takut yang amat sangat.
Anita mengangguk semakin membuat Danil membeku.
Hening....
1 detik
2 detik
3 detik
.................................
"Maaf karena membuatmu menunggu lama, yes I want to marry you".Ucap Anita penuh yakin disertai dengan senyuman.
Bluuussssssss, senyum Danil langsung bermekar, matanya memerah, hatinya sangat bahagia.
"You are serious?".Tanya Danil semangat
"Serously".Jawab Anita yakin
"HAHAHAHAHAA YES, ALHAMDULILLAH YA ALLAH".Teriak Danil semangat sehingga mengejutkan mereka yang ada diluar.
Anita tertawa melihat reaksi Danil yang sungguh diluar dugaannya.
Clek..
"Lo kenapa?".Tanya Benny tiba tiba muncul. Tak lama kemudian lainnya juga ikut nimbrung.
"Gue akan nikah!!!!".Pekiknya heboh
Semua menggeleng melihat tingkah Danil.
"Anita!!".Seru Mega berjalan memeluk Anita
"Kak".
"Gimana sekarang, masih ada yang sakit".Tanya Mega khawatir.
Anita menggeleng "Gak ada kok kak cuman sedikit pusing aja".
Tok tok tok
Seseorang mengetuk pintu. Muncullah Doni dengan seorang pria bersurban yang diketahui adalah seorang penghulu dan juga dokter yang menangani Anita.
"Ada apa ini?".Tanya Anita heran.
Danil menoleh melempar senyum manisnya "Kita akan menikah sekarang juga".Jawab Danil enteng
"HAH!!".Pekik mereka serempak.
"Iya, aku tidak ingin menundanya lagi".Ucap Danil semakin membuat mereka melongo.
"Secepat itu?".Tanya Anita bingung
"Ada apa sayang, bukankah lebih cepat lebih baik".Balas Danil tersenyum tulus.
Tak ada lagi jawaban dari Anita.Hingga semua terdiam khidman setelah pak penghulu sudah duduk di posisinya begitupun dengam Danil dan dokter
"Bagaimana dengan maharnya".Tanya pak penghulu
Semua bingung termasuk Danil. Bagaimana mungkin ia melupakan hal itu
"Bagaimana pak Danil".Tanya penghulu sekali lagi
"Mmm, Saham 50%".Ucap Danil cepat membuat mereka melongo terkejut sampai kepalang.
"Lo serius?".Tanya Benny
"Iya aku serius, bisakan pak".Kata Danil
"Wow, Anita jadi kaya mendadak".Celetuk Arumi membuat semua orang tertawa.
"Iya bisa, baik kita mulai ya. Bagaimana pak Danil dan bu Anita apakah kalian sudah siap?"".Kata pak penghulu
__ADS_1
"Siap pak".Danil yakin
"Siap pak".Anita.
Hingga saat itu juga pernikahan Danil dan Anita untuk yang kedua kalinya terlaksana dengan sangat sederhana. Hanya dihadiri oleh mereka di sana dan ditambah dengan dokter yang sebagai saksi.
"SAHHHHH!!".Teriak mereka serempak setelah ijab qabul diucapkan oleh Danil.
"Alhmadulillah, sekarang kalian sudah sah sebagai suami istri, dimohon untuk segera mengurus surat suratnya agar pernikahan kalian juga sah dimata Negara".Ucap penghulu.
"Baik pak".Jawab Danil.
Aura bahagia terpancar jelas dari raut wajah Danil. Tak henti hentinya ia menggenggang tangan Anita dan sesekali ia menciumnya.
Doni kembali mengantar penghulu dan juga dokter untuk keluar.
"Guysss, aku tidak mimpi kan?".Tanya Arumi menepuk pipinya sendiri.
Mega menepuk bahu Arumi "Enggak Rum, ini nyata".
Mata Arum membulat "Haaa, Anitaaaa!!!".Pekiknya langsung memeluk sahabatnya itu.
"Selamat ya, eh jangan lupa bagi bagu mahar ya hehe".Canda Arumi
"Sekarang kamu gak jomblo lagi, Huaaaaaa".Teriak Arumi dalam pelukan Anita.
"Hahahaa, kamu kenapa Rum kayak orang kesurupan gitu".Ejek Anita.
"Iihh kok kesurupan sih, aku tuh senang tau".Protes Arumi memajukan bibirnya.
"Selamat ya Nit".Seru Karin
"Iya makasih ya".Balas Anita.
"Selamat ya Nit, semoga kalian hidup bahagia".Seru Gea.
"Amiinnnn".Seru Anita dan Danil.
Tak lama kemudian, Doni kembali setelah mengantar penghulu dan dokter.
"Bagaimana Don".Tanya Danil.
"Semua sudah beres, mungkin besok atau lusa bisa diambil".Jelas Doni.
"Apa?".Tanya Mega
"Jadi bagaimana, kapan kalian akan mengadakan resepsi".Tanya Benny
Danil beralih menatap Anita "Setelah Anita sembuh".
"Enggak, aku gak mau ada resepsi".Tolak Anita cepat.
"Kenapa?".Tanya mereka serempak.
"Kamu gak mau ya semua orang tau kalau aku ini suami kamu".Tanya Danil serius.
"Bukan, bukan begitu maksud aku. Aku pikir itu hanya buang buang waktu dan buang buang duit".Jelas Anita apa adanya.
"Tenang Nit, duit Danil gak bakal habis".Celetuk Doni.
"Ya pokoknya enggak perlu ada resepsi".Ucap Anita serius.
"Terus kamu maunya apa".Tanya Danil menatap tulus
"Aku hanya pengen ketemu mama".
Danil tersenyum "Pasti, kamu pasti bakal ketemu mama tapi setelah kamu sembuh ya".
Anita hanya mengangguk.
Tak lama kemudian, Mega dan Benny pamit untuk pulang karena sudah malam.
Kemudian, Gea juga pamit pulang karena besok ia harus masuk kantor lagi.
"Karin sebaiknya kamu juga pulang istirahat".Pinta Arumi.
"Aku di sini saja".
"Enggak Rin, besok kan bisa ke sini lagi".Ucap Arumi.
"Yasudah kalau gitu, aku pulang ya".
Kini tinggal mereka berempat di sana. Beberapa menit yang lalu Anita sudah terlelap karena harus banyak istirahat agar cepat pulih.
"Danil!!".Panggil Arumi serius.
__ADS_1
Danil heran melihat perubahan raut wajah dari Arumi "Ada apa?".
"Aku mendukungmu menikahi Anita bukan berarti aku akan membiarkanmu begitu saja".
Danil masih terdiam menyimak
"Jangan pernah kamu berniat buat nyakitin dia lagi"
"Tidak akan".Kata Danil.
"Kalau kau melakukannya lagi, maka aku orang pertama yang akan membawa Anita pergi jauh darimu".Ucap Arumi serius.
"Jangan kau sakiti dia lagi Nil, sudah cukup penderitaanya selama ini".Suara Arumi berubah lirih
"Aku janji Rum, aku gak akan menyakitinya lagi, alu janji setelah semua yang terjadi hanya akan ada kebahagiaan dalam hidupnya".Kata Danil yakin.
"Aku pegang janji kamu".
//*
Keesokan paginya
Doni sudah berangakat ke kantor dan Arumi sudah berangkat ke toko. Kini tinggal Danil yang menemani istrinya.
Setelah membantu Anita untuk membersihkan diri, saat ini ia hendak membantu Anita makan.
"Makan dulu".Danil meraih mangkok yang berisi bubur.
"Buka mulutnya, Aaaaa".Pinta Danil ikut membuka mulutnya.
Dengan patuhnya Anita mengikuti perintah Danil. Suapan demi suapan ia nikmati hingga sampai suapan terakhir, Anita telah menghabiskan semangkok bubur.
"Kamu gak makan?".Tanya Anita.
"Entar aja, sekarang kamu istirahat ya".Pinta Danil seraya memperbaiki selimut Anita.
Anita tersenyum lalu mengangguk. Hingga tak lama kemudian, Anita terlelap terlihat sangat damai.
Pandangan Danil tak pernah lepas dari wajah istirnya itu. Senyuman di bibirnya tak pernah surut.
"Aku janji Nit, tak akan mengulangi kesalahanku".Ucap Danil membatin
"Kau milikku dan akan tetap seperti itu".
Sepanjang tidur Anita, Danil tak pernah melepas genggaman tangannya, hingga rasa kantuk menyerang, Danil ikut terlelap di samping Anita dengan posisi duduk dan menunduk.
Kedua pasangan pengantin baru itu, sedang menikmati tidur lelapnya di ruang rawat rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue