
TETAP JAGA KESEHATAN YA, DENGAN MEMATUHI ATURAN PROTOKOL KESEHATAN.
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE
SELAMAT MEMBACA
//*
Mentari pagi menampakkan sinarnya menembus sela sela jendela seorang wanita yang masih terlelap.
Merasa terganggu dengan cahaya yang mengenai wajahnya, Anita berusaha membuka mata kemudian beralih menata jam dinding yang ada di sana.
Seketika matanya membulat "HAH, ya ampun aku telat".Terburu buru Anita berlari ke kamar mandi
Anita mandi dengan singkat tak seperti biasa, kemudian mengenakan pakaian dengan terburu buru.
Setelah selesai, segera ia merampas tasnya kemudian menuruni anak tangga dengan sedikit berlari. Karena dikejar oleh waktu, sehingga ia harus melewatkan sarapannya.
Anita membawa mobilnya ke jalanan besar menembus kemacetan.
Piiiipppppp pip
Tanpa sadar Anita membunyikan klakson untuk mobil yang menghalangi jalannya sehingga membuat pengendara lain kesal.
Anita tak memperdulikan itu semua, yang penting ia bisa sampai kantor tepat waktu pikirnya.
Hingga beberapa menit kemudian, Anita tiba di perusahaan.Para karyawan sudah mulai sibuk dengan pekerjaannya masing masing.
"Aduhh, telat 15 menit lagi".Gumam Anita seraya melangkah terburu buru.
Ia tak menghiraukan tatapan mata heran dari para karyawan yang ia lewati.
Saat tiba di depan meja kerjanya,dengan cemas Anita sesekali melirik ke arah pintu ruangan bosnya.
Ting
Suara lift terbuka membuat Anita menoleh.
"Pak Kenan."Batin Anita.
"Huffh selamat, ternyata pak Kenan telat juga"
Anita berdiri menyambut atasannya "Pagi pak".
"Pagi".Jawab singkat Kenan, kamudian berlalu.
Anita kembali duduk di tempatnya "Tumben pak Kenan telat, biasanya dia selalu tepat waktu".
"Tapi yaudah, dari pada harus kena omel lagi".
Tak ingin berlama lama, Anita mengerjakan perjakaannya.
//*
Beberapa saat yang lalu, Kenan yang hendak berangkat ke kantor terpaksa ia urungkan karena tiba tiba bibinya jatuh sakit.
Tanpa pikir panjang, ia membawa bibinya ke rumah sakit meski bibi sudah bersikeras untuk menolak, tetapi Kenan tetap membawanya.
__ADS_1
"Bibi pulang saja ya, bibi gak papa kok".
"Gak bi, kata dokter bibi harus di rawat dulu di sini".Jelas Kenan pelan.
"Bibi kan bisa istirahat di rumah".Melas bibi
"Kenan gak mau tau, kondisi bibi sekarang sangat lemah jadi harus di rawat dulu".
"Kenan kan sudah bilang bi, bibi gak usah melakukan pekerjaan di rumah".Ucap Kenan menatap teduh wanita paruh baya yang sudah ia anggap ibu kandungnya itu.
"Maafkan bibi yang selalu merepotkanmu".
"Shutt, bibi gak boleh berkata seperti itu, bibi adalah ibuku dan sudah tugasku merawat bibi".Kata Kenan.
"Yaudah, Kenan harus ke kantor, bibi aku tinggal di sini dulu ya nanti ada suster yang menemani bibi di sini".
"Iya nak, jangan lupa jaga kesehatan ya".Wejan bibi
"Iya bi, Kenan pergi ya.....Assalamualaikum".Pamitnya serata mengecup singkat kening bibinya.
"Waalaikumussalam".
Selepas kepergian Kenan, tanpa sadar bibi menitikan air mata "Kamu anak yang baik nak, semoga kebahagiaan selalu menghampirimu".Ucap bibi.
Bibi sangat menyayangi Kenan, sedari orang tua Kenan masih hidup, ia sudah merawat Kenan kecil hingga saat ini.
Kenan yang terlihat tegas, sangatlah manja jika bersama bibinya.
Kenan yang terkenal sangat disiplin, ia harus rela terlambat demi mengantar bibinya ke rumah sakit.
Ia tak menghiraukan setiap tatapan heran karyawan yang ia lalui, segera ia naik ke ruangannya. Saat pintu lift terbuka, di sana sudah ada Anita yang terlihat heran menatapnya.
Tuuutt
"Tolong kamu panggilkan kepala devisi keuangan".Pinta Kenan dalam sambungan telepon.
"Baik pak".Jawab Anita.
Segera Anita, menghubungi ibu Rosa, kepala devisi keungan.
"Halo bu, ibu dipanggil ke ruangan pak Kenan sekarang".
"Baik"
Beberapa saat kemudian, muncullah ibu Rosa dari arah lift.
"Langsung masuk aja bu, pak Kenan sudah menunggu di dalam".Pinta Anita
Ibu Rosa segera masuk setelah mengetuk pintu.
CEO'S ROOM
"Ada yang bisa saya bantu pak?".Tanya Rosa
Kenan mendongak "Kamu bisa duduk".
"Begini, saya berniat mengajak kalian untuk tour ke sebuah desa terpencil yang ada di kota Liverpool".Jelas Kenan
__ADS_1
"Maksud bapak, semua anggota devisi keuangan?".Tanya Rosa memperjelas.
"Iya...Waktunya belum pasti tetapi saya harus memberitahu kalian secepatnya agar kalian mepersiapkan diri".Kata Kenan.
"Baik pak, saya akan sampaikan kepada anggota saya".
Rosa kembali keluar dari ruangan Kenan. Sebelum turun, ia menyempatkan untuk menyapa Anita.
"Makin sibuk aja Nit".Seru Rosa.
Biat bagaimanapun Anita pernah menjadi rekan kerjanya di devisi keuangan ".Eh ibu, ada apa dengan pak Kenan".Tanya Anita penasaran.
"Katanya anak anak mau di ajak tour ke Liverpool".
"Wah, seru dong bu".Timpal Anita.
"Iya dong, yaudah kalau begitu saya duluan ya".
"Iya bu"
Selepas kepergian Rosa, Anita masuk ke ruangan Kenan dengan membawa beberapa dokumen yang harus Kenan tanda tangani.
Tok tok tok
"Permisi pak".
"Ini ada beberapa berkas yang harus bapak tanda tangani".Ucap Anita seraya meletakkan semua dokumen yang ada di tangannya.
"Baik, oh iya saya akan mengajak devisi keuangan untuk tour di Liverpool, jadi kamu urus semua ya".Kata Kenan memberitahu.
"Baik pak"
Anita kembali keluar dari ruangan Kenan.
Sedangkan di devisi keuangan semuanya bersorak gembira.
"Yeaaaay, akhirnya kita jalan jalan".Sorak Ayu
"Kapan lagi coba, kita diajak oleh pak Kenan".Timpal Anisa.
"Iya nih, ini tidak boleh dilewatkan".Ucap Rosi tak kalah heboh.
"Kita harus belanja dulu nih, untuk persiapan".Timpal Ayu.
Sedangkan Rendi dan Rudi juga ikut senang tetapi tak seheboh para cewe cewe itu.
"Udah udah,jangan keras keras nanti yang lainnya terganggu".Ucap Rudi.
Selepas dari ruangan pak Kenan,Rosa segera pergi ke ruangan anggotanya dengan membawa kabar gembira.
Seperti dugaannya,mereka merespon dengan sangat antusias.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continue