Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#108 Cincin Misterius


__ADS_3

SEBELUM LANJUT PASTIKAN SUDAH MENINGGALKAN LIKE PADA EPISODE SEBELUMNYA YA


SELAMAT MEMBACA


//*


Selepas kepergian kepala hrd, semua kembali fokus pada pekerjaan masing masing.


"Rio".Ucap Rio tiba tiba seraya mengulurkan tangannya tepat di samping Anita.


Mendengar suara seseorang, Anita menoleh manatap Rio lalu beralih menatap tangan Rio yang masih melayang tepat di sampingnya.


"Anita".Balas Anita dengan uluran tangan


Rio tersenyum "Bolehkah kita jadi teman".Tanya Rio


Anita mengangguk yakin seraya tersenyum "Pasti".


"Yasudah, aku lanjut ini dulu ya".Ucap Anita


"Iya".


Anita membalikkan tubuhnya kembali menghadap layar komputer. Sedangkan Rio terlihat masih enggan mengalihkan pandangan dari punggung Anita "Cantik".Batin Rio begitu saja


Hingga tak lama kemudian, Rio ikut fokus mengerjakan pekerjaannya seperti lainnya dan sesekali bertanya kepada Anita jika ada yang tidak ia ketahui dan dengan sabarnya Anita menjelaskan sekaligus memberi arahan kepada Rio.


Tanpa sadar, sudah masuk jam makan siang. Semua bersiap untuk ke kantin.


"Yuk ke kantin Nit".Ajak Gea berdiri


"Ayo".Anita ikut berdiri.


Kedua wanita itu berjalan keluar. Namun, sebelum langkah mereka melewati pintu, Anita berhenti "Kenapa?".Tanya Gea ikut berhenti


Tanpa menjawab pertanyaan Gea, Anita menoleh "Mau ikut ke kantin gak".Ajak Anita kepada Rio


Merasa dirinya yang mendapat pertanyaan itu, Rio menunjuk dirinya sendiri "Aku?".Tanyanya


"Iya kamu".Kata Anita


"Emang boleh, aku ikut kalian".Tanya Rio menatap ragu kepada mereka


Anita dan Gea saling tatap kemudian serempak mengangguk ke arah Rio. Mendapat anggukan kompak dari kedua wanita cantik itu membuatnya tersenyum lalu berdiri "Yasudah, aku ikut kalian".


Mereka berjalan menuju kantin yang sudah padat dengan karyawan lainnya.


Setelah mendapat meja kosong, mereka langsung memesan makanan "Oh ya kita belum kenalan kan, Gea!!".Ucap Gea mengulurkan tangannya.


Tanpa ragu, Rio menyambut uluran tangan Gea "Rio".


"Oh ya, kamu tinggal di mana".Tanya Gea


"Aku masih ngekost, deket kok dari sini.Jalan kaki juga sampai".Jelas Rio membuat Gea mengangguk


Hingga beberapa menit kemudian, makanan pesanan mereka telah tiba dan mereka langsung melahapnya.


Di sela sela makannya, tanpa disadari siapapun, Rio sesekali curi pandang ke arah Anita yang sedang fokus makan.


Singkat


"Yuk".Ajak Anita setelah membayar makanan mereka dan kembali ke ruangannya.


Tiba di ruangannya, Anita langsung menuju ke meja kerjanya. Seketika netranya menangkap sebuah kotak kecil berwarna hitam terikat pita merah terletak di atas meja kerjanya "Punya siapa ya".Gumam Anita menatap kotak itu tanpa niat menyentuhnya.


Gea yang tak sengaja mendengar gumaman Anita ikut menoleh "Dari siapa?".Tanya Gea bergantian menatap Anita dan kotak itu.


Anita menoleh ke arah Gea lalu mengedikkan kedua bahunya seraya menggeleng menandakan bahwa ia tidak tahu dari siapa kotak itu

__ADS_1


"Kak, tadi ada yang masul gak, terus bawa kotak ini".Tanya Anita kepada teman devisinya seraya memperlihatkan kotak itu


Yang ditanya pun menggeleng "Gak tau".


"Oh gitu ya"


"Kenapa?".Tanya Rio ikut nimbrung dari belakang


Anita menoleh sekilas "Enggak ko, gak papa".Balasnya tanpa niat memberitahu


Tak mendapat jawaban yang diinginkan dari pertanyaannya, membuat Rio sedikit kecewa namun berusaha untuk menyembunyikannya.


Tapi tak dipungkiri, Gea sempat menangkap sekilas perubahan raut wajah kecewa dari Rio namun ia tak berniat untuk mengomentari.


"Buka aja Nit".Usul Gea


"Enggak ah, siapa tau ada yang punya".Tolak Anita


"Lah kotak itu ada di meja kamu, berarti itu punya kamu dong".Ucap Gea


"Siapa tau orang itu salah alamat".Kata Anita kekeh


"Aduh Nit ribet amat sih, gak mungkinlah salah alamat".Ucap Gea gemas


"Entar aja deh".


"Yaudah terserah kamu".


Terlepas dari perkara kotak misterius, Anita memilih fokus ke pekerjaannya dan membiarkan kotak itu tetap di atas mejanya.


Baru beberapa menit Anita fokus, seakan ada sesuatu yang mendorongnya untuk membuka isi kotak itu. Tak ingin penasaran lebih lama, Anita meraih kotak itu dan membukanya


"Cincin".Gumamnya pelan


Lalu tangan lentinya meraih sebuah kertas yang terselip di sana "Aku harap kamu mau memakai cincin itu, semoga kamu suka".Isi tulisan itu


"Belum selesai dengan perkara bunga, sekarang nambah lagi".Gerutu Anita menatap intens cincin itu.


Malam hari


Selesai dengan rutinitasnya di siang hari, kini Anita sedang bersantai di kamarnya.Dengan posisi tengkurap sambil memainkan handponenya


Grup Chat


Anisa : Gimana kabar kamu Nit?


Rosi :Iya Nit, kita kangen tau


Ayu :Anitaaaaaa🥳🥳


Rendi :Anita udah tidur guys, disana tuh sudah


malam


1 menit


2 menit


3 menit...


30 menit


Anita :Guys, sorry baru balas, gimana kabar kalian,


Kangen banget tau


Anisa :Akhirnya kamu muncul juga Nit, kita baik

__ADS_1


kok, kalau kamu?


Anita :Aku juga baik kok


Ayu :Sepi banget tau gak ada kamu Nit, tiap hari


aku gak semangat kerja tau


Rudi :Bohong tuh Nit, jangan dipercaya


Ayu :Yeee sirik aja lo


Rudi :Dih ngapain juga aku sirik sama lo. Gak


penting banget tau gak.


Kekonyolan yang dibuat sahabat sahabatnya yang lain Negara dengannya mampu membuat Anita tersenyum tenang mengingat setiap kenangan meraka saat masih bersama.


"Aku harap suatu saat kita bakal ketemu lagi ya guys".Batin Anita tanpa sadar menitikan air mata.


Anita :Guys, besok kita lanjut ya, di sini udah malam banget soalnya.Ngantuk


Rosi :Iya Nit, kita ngerti kok kamu istirahat ya


besok harus kerja lagi


Anisa, Ayu, Rendi :Selamat istirahat Anita


Rudi :Jangan lupa mimpiin aku ya, selamat


istirahat


Ayu :Anita gak sudi mimpiin lo


Rudi : Sorry bukan urusan lo ya


Anisa :Udah ya, kalian berantem mulu


Anita mengakhiri chatnya bersama para sahabtnya dan tak menghiraukan lagi chat sahabatnya selanjutnya, kemudian meletakkan handponenya di atas nakas, Tak lupa mematikan lampu utama dan menghidupkan lampu tidurnya. Hingga tak lama kemudian Anita terlelap ke dalam mimpinya.


Persahabatan sejati itu, bukan tentang seberapa lama kita kenal dan seberapa sering kita bertemu.Namun, perasahabatan sejati itu ketika mereka hadir disaat masa terpuruknya kita.


Jarang saling bertukar kabar bukan berarti saling melupakan bukan. Saling mendoakan adalah kunci ikatan persahabatan bagi mereka yang tak bisa untuk saling bersama ataupun bertemu.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf jika masih ada typo atau kesalahan dan penggunaan bahasa karena sesungguhnya author juga manusia biasa yang tak luput dari kesalahan


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be cotinue


__ADS_2