
INSTAGRAM @IJHAAA14
//*
Hari hari Wahyu lalui dengan perasaan yang kacau.Hati dan pikirannya selalu mengarah kepada Anita.
Wahyu sangat menyayangkan tak bisa menemui Anita untuk yang terakhir kalinya sebelum Anita kembali ke Negara X.
Mengenai hubungannya dengan Dini masih belum ada perkembangan bahkan semakin hari Wahyu semakin penasaran untuk mencari tahu kejadian yang sebenarnya pada malam itu.
Hari ini, Wahyu tidak berniat untuk ke rumah sakit tapi hendak ke suatu tempat.
"Ma aku langsung berangkat ya".Pamit Wahyu kepada Tari.
"Kamu enggak sarapan dulu nak".Tanya Tari
"Enggak deh ma, entar aja aku buru buru".Ucap Wahyu lagi
"Istri kamu mana?".Tanya Tari lagi
Wahyu yang hendak melangkah keluar kembali menoleh "Masih di kamar ma".Jawabnya malas
"Kenapa gak bareng aja?".Tanya Tari lagi
Wahyu mulai kesal "Enggak ma, aku buru buru daaah".Ucapnya benar benar melenggang pergi dari sana sebelum mamanya kembali bertanya.
Tari yang melihat kelakuan putranya menggeleng kemudian naik hendak memanggil suaminya untuk sarapan.
Di Meja Makan
"Wahyu ke mana ma?".Tanya Rizal tak melihat keberadaan putranya
"Udah berangkat tadi".
"Sepagi itu?".Tanya Rizal heran
"Iya, katanya dia sedang buru buru".
Rizal menoleh menatap menantunya "Kalian tidak berantem kan?".Tanya Rizal kepada Dini.
Dini yang mendapat pertanyaaan seperti itu menggeleng kaku "Enggak kok pa".Ucapnya seraya tersenyum dipaksakan.
"Baguslah kalau begitu".
Sedangkan Wahyu, kini dalam perjalanan menuju hotel tempat acara peresmian cabang rumah sakit pernah diselenggarakan.
"Halo, gue butuh bantuan lo".Ucap Wahyu dalam sambungan telepon.
"Apa yang bisa gue bantu".Balas seseorang dari seberang telepon.
"Lo ke hotel X sekarang, gue tunggu lo di sana".Kata Wahyu langsung mematikan sambungan telepon
Tut
Beberapa menit kemudian, sampailah Wahyu di hotel tersebut.
"Lo di mana sekarang".Tanya Wahyu kepada orang yang sama dengan yang ia hubungi saat di perjalanan tadi
"Sebentar lagi gue sampai".Ucap orang tersebut
__ADS_1
Wahyu memilih menunggu sahabatnya terlebih dahulu. Ya seseorang yang ia hubungi tadi adalah Kenan.
Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti tepat di depannya "Lo ngapain sih ngajak gue ke sini".Tanya Kenan setelah turun dari mobil.
"Gue mau menyelidiki sesuatu dan gue butuh bantuan lo".Ucap Wahyu sedikit memelankan suara.
"Apa emang?".Tanya Kenan
"Lo ingat kan, penyebab gue batal nikah dengan Anita dan gue penasaran dengan kejadian malam itu".Jelas Wahyu
Kenan tampak mangguk mangguk mengerti "Terus apa yang bisa gue bantu".
"Lo kan punya teman jago hacker, gue pengen lo nyuruh dia untuk membobol CCTV di hotel ini".Ucap Wahyu berbisik
"Mending kita jangan membahasnya di sini, tidak aman".Ucap Kenan
"Yaudah ayo kita ke sana".Ajak Wahyu
Mereka menuju cafe yang ada di dalam hotel itu.
"Cepat lo hubungi teman lo".Pinta Wahyu setelah mendaratkan bokongnya di kursi
"Iya iya sebentar".Tampak Kenan menghubungi seseorang. Wahyu hanya memperhatikam Kenan sedang berbicara kepada orang suruhannya.
"Katanya sebentar lagi dia akan mengirim rekaman CCTV pada malam itu".Ucap Kenan setelah memutuskan sambungan telepon
"Baiklah".
Beberapa menit mereka membahas kasus pada malam itu, tiba tiba sebuah pesan masuk dari handpone Kenan yagg terdapat dua buah vidio
"Dia mengirimnya, lihat deh".Kenan membuka vidio pertama lalu menunjukkan kepada Wahyu
Dalam vidio tersebut, terlihat Dini sedang berbicara kepada seorang pelayan "Tunggu tunggu, itukan pelayan yang datang memberiku minuman pada malam itu".Tebak Wahyu
"Iya, gue serius. Gue masih hafal dengan mukanya"
Wahyu kembali fokus menatap layar handpone Kenan. Terlihat pelayan tersebut berjalan menuju ke arah Wahyu dan menyerahkan sebuah minuman.
Setelah vidio pertama sampai, Kenan beralih ke vidio kedua. Dalam vidio tersebut, tampak Wahyu yang sedang gelisah hingga tak lama kemudian datanglah dua orang pelayan pria mendekatinya dan terlihat mereka sedang mengajak Wahyu berbicara. Hingga tak lama kemudian, terlihat Wahyu mengikuti langkah kedua pelayan itu menuju sebuah kamar dan masuklah Wahyu ke kamar itu
"Wanita sialan, jadi benar dia yang menjebakku".Geram Wahyu
"Gue semakin yakin kalau malam itu gue gak melakukan apapun kepadanya".Lanjut Wahyu
"Sayangnya rekaman CCTV dalam kamar itu sudah dihapus".Ucap Kenan
"AAAGGHHHH, kenapa gue sebodoh ini sih".Umpat Wahyu.
"Jadi apa yang ingin lo lakuin sekarang".Tanya Kenan
Wahyu mengusap wajah kasar "Gue pengen menemui Dini".
"Baiklah,tapi lo harus ingat dia juga wanita".Kata Kenan memperingatkan
"Wanita ular".Kata Wahyu
"Yasudah, kalau gitu gue mau kembali ke kantor".Pamit Kenan seraya berdiri.
"Thanks ya".
__ADS_1
"Santai aja".
Kenan melangkah pergi meninggalkan Wahyu seorang diri di sana.
Selepas kepergian Kenan, Wahyu juga ikut berdiri kemudian meninggalkan hotel itu.
Dengan keadaan emosi, Wahyu menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata menuju rumah sakit.
Singkat
Seampainya di rumah sakit, dengan cepat Wahyu melangkah masuk langsung menuju ke ruangan Dini tanpa menghiraukan tatapan mata orang orang yang ada di sana
Braaakkkk
Dengan penuh emosi, Wahyu mendorong pintu ruangan Dini yang tidak terkunci.
"Mas".Seru Dini terkejut
"Ikut aku sekarang".Dengan kasar, Wahyu menarik tangan Dini keluar dari ruangan itu
"Aww sakit mas".Rintih Dini namun tak digubris oleh Wahyu
Banyak pasang mata yang menyaksikan kejadian itu namun mereka tak berani untuk berkomentar.
Hingga sampailah mereka di sebuah taman rumah sakit. Suasana taman yang sepi membuat Wahyu bebas mengatakan apapun
"Dasar wanita ular".Ucap Wahyu menghempaskan tangan Dini dengan kasar.
"Awww, kamu kenapa sih mas".Ucap Dini meringis seraya memegang tangannya yang memerah karena ulah Wahyu
"Jangan pura pura bodoh, aku sudah tau semuanya".Bentak Wahyu penuh emosi.
"Maksud kamu apasih,aku gak ngerti".Ucap Dini bingung
"Malam itu, kamu ingat malam itu kan".
Deg....
Seketika jantung Dini berdetak sangat kencang "Mampus gue, kalau Wahyu tau semuanya".Batin Dini
"Kenapa diam, HAH....Jadi benar kan kau yang menjebakku malam itu".Bentak Wahyu
"Maksud kamu apa mas, aku gak ngerti, aku gak pernah menjebak kamu".Elak Dini sebisa mungkin
"Halah, kamu tidak bisa mengelak lagi, aku sudah tau semuanya".Kata Wahyu lagi
"Tapi aku tidak tau apa apa soal malam itu mas, aku juga gak tau kenapa tiba tiba aku bisa ada di dalam kamar itu".Elak Dini berusaha terlihat sesedih mungkin di depan Wahyu
"Kamu tidak perlu menangis, aku sudah tau niat busuk kamu".Ucap Wahyu datar
"Tapi aku benar benar tak tau apa apa mas".Kata Dini memohon berusaha meraih tangan Wahyu tetapi dengan kasar Wahyu mengibaskan tangannya.
"Kamu akan tau akibatnya".Ancam Wahyu kemudian pergi meninggalkan Dini seorang diri di sana.
"Aduh bagaimana ini, kok bisa sih Wahyu tau semuanya".Batin Dini merasa takut
.
.
__ADS_1
.
TO BE CONTINUE