
//*
Setelah beberapa jam menempuh perjalanan, kini Anita telah tiba di rumahnya dan begitupun dengan Arumi.
Tiba di rumah, Anita langsung merebahkan dirinya di atas kasur. Karena merasa lelah, Anita langsung terlelap.
Malam Hari
Tok tok tok (Suara ketukan pintu dari luar kamar Anita
"Nit".Teriak Karin dari luar
"Anita!!".Teriaknya lagi
Tak mendapat sahutan dari dalam, Karin memilih masuk.
Clek..
"Ya ampun Nit".Seru Karin melangkah mendekati Anita yang masih terlelap
"Nit, bangun".Karin mengguncang pelan tubuh Anita
"Nit".Serunya
Tak lama kemudian,Anita terlihat bergerak "Ummmmmgg, Rin".Serunya dengan suara khas bangun tidur.
"Ayo bangun, makan dulu baru lanjut tidur lagi".Pinta Karin
"Iya aku ketiduran".Ucapnya masih dengan muka bantalnya.
"Yaudah bangun dulu cuci muka lalu makan ya".
"Iya kamu duluan aja, entar aku nyusul".Kata Anita seraya duduk
"Iya aku keluar ya".Seru Karin melangkah keluar.
Selepas kepergian Karin,Anita beranjak dari tempatnya untuk cuci muka kemudian keluar menuju dapur untuk mencari makanan.
Rumah Sakit
"Gimana sayang, udah siap?".Tanya Benny kepada istrinya
"Iya mas".Angguk Mega
Tak lama setelah mengemasi semua barang barangnya, datanglah suster membawa sebuah kursi roda untuk Mega
"Silahkan mba".Pinta suster.
Mega segera naik ke atas kursi roda kemudian Benny meraih putranya dan membawanya kepangkuan sang istri
Benny menuntun istrinya keluar rumah sakit dan diikuti oleh suster dan asisten Benny yang membantu membawa barang Mega
Ya hari ini, Mega dan juga bayinya sudah diperbolehkan untuk pulang.
Tiba di depan rumah sakit,sudah ada mobil yang menunggu mereka
"Makasih ya sus".Seru Mega setelag naik ke mobil.
"Sama sama mba".Balas suster ramah
Hingga mobil yang mereka tumpangi kini meninggalkan halaman rumah sakit dan menuju ke kediaman mereka.
//*
"Lo kenapa sih bengong mulu".Tegur Doni
Orang yang dimaksud sepertiny enggan untuk merespon dan memilih termenung dalam lamunannya.
"Oi".Doni melempar bolpoint dan sukses mengenai dada bidang Danil
Danil menoleh kesal namun tak bersuara "Kenapa sih lo".Tanya Doni semakin bingung
Danil kembali menatap lurus ke depan "Gue bingung".Ucapnya singkat
"Bingung kenapa".Tanya Doni
"Gue harus gimana lagi buat dapetin Anita".Ucap Danil prustasi
"Ya lo harus berusaha lebih keras lagi".Celetuk Doni
"Gimana lagi coba".Prustasi Danil
"Ya lo harus nunjukin kalau lo memang serius sama dia".Timpal Doni
Danil terdiam dan berpikir keras.
Tuuutttt tuuutt
Suara deringan telepon berasal daru handpone Doni
Segera Doni melihat siapa yang menghubunginya "Tante Sandra".Serunya berhasil membuat Danil menoleh.
"Loshpeaker".Pinta Danil
__ADS_1
Doni segera menerima panggilan dari Sandra dan menghidupkan pengeras suaranya.
"Halo tante".Sapa Doni
"Sekarang kamu di mana Don".Tanya Sandra
Sebelum menjawab Doni menatap Danil untuk meminta pendapat namun melalui isyarat dan terlihat Danil mengangguk.
"Di Apartemen Danil tan".Ucap Doni
"Oh ya, kebetulan sekali. Tadi tante hubungi nomor Danil tapi gak aktif makanya tante nelpon kamu".Ucap Sandra
"Danil di mana sekarang?".Tanya Sandra
Lagi lagi Doni menoleh dan terlihat Danil memberi isyarat melalui gerakan mulut.
"Danil sedang di kamar mandi tante".Ucap Doni berbohong.
"Ada apa ya tante?".Tanya Doni
"Oh iya tante hampir lupa, tolong kamu bilang ke Danil besok pagi suruh pulang ke rumah ya".Pinta Sandra
"Baik tante, apa masih ada lagi?".Tanya Doni lagi
"Udah itu aja, ingat ya besok pagi".Kata Sandra
"Baik tante, nanti saya sampaikan ke Danil".
"Yasudah makasih ya Don, kalau gitu tante tutup dulu".
"Iya tante".
Tut
Setelah sambungan telepon terputus, Danil menyandarkan punggungnya "Menurut lo, kenapa mama tiba tiba nyuruh gue pulang".Tanya Danil kepada Doni.
"Kangen kali".Celetuk Doni.
"Gak mungkin, mama kalau kangen pasti nyamperin".Elak Danil.
"Iya juga sih, mungkin ada hal penting yang ingin dibicarakan sama lo".Ucap Doni
"Gitu ya".
"Ya mungkin".Kata Doni
"Udahlah besok juga lo bakal tau kan".Lanjut Doni bersuara
"Huf Anita lagi Anita lagi".Kata Doni malas
"Mending lo samperin tarus tanya langsung ke dia gimana kelanjutan hubungan lo".Usul Doni.
"Tapikan gue udah beberapa kali nyamperin dia tapi dia selalu nolak".
"Ya coba lagi".Ucap Singkat Doni.
"Gue pikir pikir dulu deh".
"Lo gimana sih, katanya serius tapi gitu aja harus mikir dulu".Kesal Doni.
"Gue cuman gak mau Anita risih sama gue".Kata Danil prustasi.
"Hahaa, lo sadar gak sih dengan kelakuan lo kemarin kemarin ngirim ngirim bunga bahkan cincin sudah buat dia risih".Sarkas Doni
Danil kembali terdiam
1 menit
2 menit
3 menit
"Jadi gue harus gimana".Danil meminta pendapat lagi
"Samperin dia langsung".Jawab singkat Doni seraya berdiri
"Lo mau kemana".Tegur Danil ikut berdiri.
"Buang hajat, lo mau ikut?".
"Ogah banget".Sinis Danil
"Yaudah".Doni berjalan menuju wc sedangkan Danil kembali duduk.
Danil termenung memikirkan wanita terkasihnya, ingin menyerah namun perasaannya sangat dalam terhadap Anita dan jika dilanjutkan pun belum tentu ada hasilnya.
Namun Danil tetap bertekad untuk mendapatkan kembali wanita yang beberapa tahun yang lalu telah ia sia siakan
"Kenapa harus menyesal sekarang sih".Danil mengusal wajahnya prustasi
"Kenapa aku baru menyadari sekarang, kenapa gak dari dulu saat dia masih milikku".
"Sosoknya sangat dekat namun aku tak bisa meraihnya".
__ADS_1
Danil menengadah menatap langit langit setelah bergumam menumpahkan isi hatinya.
Hingga tak lama kemudian, muncullah Doni yang katanya dari membuang hajat.
"Pesan makanan yuk".Seru Doni berjalan mendekati Danil.
"Terserah lo aja".Balas Danil tanpa menoleh
"Lo mau makan apa".Tanya Doni lagi seraya membuka handponenya
"Gue bilang terserah ya terserah lo".Balas sinis Danil masih enggan menoleh
"Oke"
Masih dengan posisi menengadah, Danil memejamkan matanya sedangkan Doni sibuk memesan makanan.
Seketika hening
"Oh ya, Anita baru saja pulang dari Bandung".Kata Doni tiba tiba
Benar saja, Danil langsung menoleh "Buat apa dia ke Bandung".Tanya Danil memperbaiki duduknya menghadap Doni.
"Peresmian toko cabang".
"Sungguh? Tokonya sudah memiliki cabang dimana mana".Ucap Danil
"Jelas, Anita wanita pekerja keras".Puji Doni
"Gue gak nyangka, tokonya bakal sesukses itu".Gumam Danil
"Itu karena lo dulu ngeremehin dia".Celetuk Doni
"Gak usah bahas itu".Geram Danil
Doni melirik sinis ke arah Danil "Emang benar kan yang gue bilang".
Danil tak merespon ucapan Doni dan memilih diam
"Benar lah, buktinya lo diamkan".Celetuk Doni lagi tersenyum sinis
"Bisa diam gak lo".
"Halah ngaku ajaloh".Ejek Doni lagi
Danil meraih bantal sofa "Ambil nih".Dan melempar ke muka Doni
"Wiss santai dong".Seru Doni menangkap bantal itu
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1