
SELAMAT MEMBACA
//*
Pagi yang cerah menghantarkan Anita menuju kantornya, setelah sarapan ia langsung berangkat dengan mobil pribadinya menuju kantor.
Hingga pukul 06: 25 ia sampai di loby, tak lupa dengan senyum khasnya menyapa pegawai kantor lainnya yang hendak menuju ke devisi masing masing.
"Pagi mba Anita".Sapa petugas receptionis.
Anita menoleh "Pagi" dengan senyum manisnya.
Banyak yang selalu terpesona dengan penampilan Anita ditambah wajah cantik naturalnya tak lepas senyum indahnya.
Ting
Sampailah Anita di meja kerjanya, meski belum masuk jam kantor, tetapi Anita tak suka membuang waktu, segera ia melakukan pekerjaannya mengatur kegiatan sang CEO pada hari ini.
Hingga beberapa menit kemudian muncullah Kenan dari arah lift khusus direktur. "Ekhmmm".
Anita mendongak langsung berdiri "Pagi pak Kenan".Sapanya sedikit menunduk sopan.
"Pagi, Saya tunggu jadwal kegiatan saya hari ini di meja kerja saya".Ucapnya langsung berlalu.
"Baik pak".
Tak ingin melakukan kesalahan Anita segera menyiapkan apa yang diperintahkan atasannya.
Tok tok tok
"Masuk".Ucap sang empunya ruangan.
Ceklek...
Muncullah Anita dengan berkas di tangannya."Permisi pak..Ini jadwal kegiatan bapak hari ini".Ucapnya menyerahkan berkas yang ada ditangannya.
"Siang nanti bapak ada janji temu dengan tuan Maulana".Lanjutnya.
Kenan hanya mangguk mangguk mendengar penuturan Sekretarisnya "Baik kosongkan jadwal saya siang ini, saya akan makan siang dengan sahabat saya" tukasnya.
"Baik pak...30 menit lagi rapat bulanan dengan devisi keuangan akan segera dimulai pak".Jelas Anita.
"Baik...Kamu siapkan saja berkas berkas yang akan dibutuhkan nanti".
"Baik pak kalau begitu saya permisi"
"Hmm".
Tuk
Sambil menunggu rapat dimulai Anita sibuk mempersiapkan berkas yang akan dibutuhkan saat rapat nanti.
Hingga 5 menit sebelum rapat terlihat para anggota devisi keuangan sudah berada di ruang rapat menunggu sang Ceo perusahaan.
Ceklekk..
Tepat pukul 07:30, muncullah sang Ceo dengan diikuti sekretarisnya Anita di belakang dengan berkas di tangannya.
__ADS_1
Semua yang ada di sana diam tak bersuara melihat kedatangan atasannya.
"Ehmmm".Deheman Kenan pelan merapikan jasnya yang tak berantakan.
Rapat pun dimulai yang dibuka oleh Anita selaku moderator rapat.
Satu persatu anggota devisi keuangan diberi kesempatan menjelaskan setiap laporan yang mereka kerjakan dalam tiap bulannya.
Hingga rapat berjalan lancar tanpa ada kendala semuanya kembali ke tempat masing masing.
Tuuut tut tutttttt.
"Halo Nit...Tolong kamu pesankan makan siang, saya akan makan siang di kantor".Pinta sang penelpon.
"Baik pak".Patuh Anita
Tut
"*K*atanya mau makan di luar kok sekarang minta dipesankan makanan sih, merepotkan".Gerutu Anita tetapi tetap melaksanakan perintah atasannya.
Jam istirahat
Makanan yang sudah dipesan Anita kini sudah tertata rapi di meja ruangan Kenan.
Di loby perusahaan
Seorang pria tampan tetapi masih terkesan datar memasuki perusahaan langsung beralih ke meja receptionis.
Para pegawai receptionis dibuat tercengang dan berusaha menarik perhatian pria itu.
"Ada yang bisa saya bantu pak".Ucapnya dengan senyum centilnya. "Ruangan Ceo di mana?".Tanya pria itu.
"Iya saya sudah buat janji dengannya...Katakan saja Wahyu Maulana" .
"Baik biar saya konfirmasi dulu ya pak".
Sambil menunggu sang receptionis menghubungi sekretaris Kenan, pria itu hanya diam berdiri sambil mengotak atik handponennya.
"Baik pak...Pak Kenan sudah menunggu anda di ruangannya, di lantai 24 ya pak".Ucapnya.
"Baik terima kasih".Balas Wahyu lalu berlalu.
Ting
Pintu lift terbuka membuat Anita yang hendak berdiri dari mejanya menoleh.
Deh...deg.....
muncullah sosok pria yang sudah beberapa kali Anita temui, ya dokter Wahyu sesuai nama yang diketahui Anita tetapi tak mengetahui bahwa yang Kenan maksud sahabatnya adalah Wahyu Maulana.
"Kamuuuu.".Pekiknya menunjuk ke arah Wahyu.
Sedangkn Wahyu tak mengindahkan ucapan Anita "Kenan ada?".Tanyanya sekedar basa basi.
"Jadi kamu tuan Maulana?".Tanya balik Anita.
"Bukan urusan kamu".Ucapnya ketus berlalu langsung masuk ke ruangan Kenan.
__ADS_1
"Tapi....".Belum sempat Anita melanjutkan ucapannya Wahyu sudag menghilang dari hadapannya.
"*T*uh kan nyebelin banget sih,tunggu tunggu jangan jangan dia yang dimaksud pak Kenan sahabatnya.
Wahyu Maulana kata receptionis tadi, berarti benar dong dokter Wahyu adalah sahabat pak Kenan.
Aduhh bisa berabe kalau begini". Pikir Anita menepuk jidatnya.
Setelah beberapa saat beradu pikiran dengan dirinya sendiri, Anita segera turun menuju kantin takutnya jam makan siang habis.
tak
tak
tak
Anita memasuki kantin yang sudah hampir sepi "Tuh kan udah sepi gara gara ngurusin makan siang pak bos".Gerutunya menuju meja makan.
"Bu, nasi putihnya sama sate ya, minumnya air putih aja".Pinta Anita.
"Tumben telat mba Nit".Tanya penjaga kantin.
"Iya tadi ada kerja tambahan bu".
"Oh gitu ya yaudah ditunggu ya mba Nit".Ucapnya lagi.
"Iya bu".
Beberapa menit kemudian pesanannya sudah tiba,karena jam makan siang hampir habis dengan terburu buru ia menghabiskan makanannya
Ibu kantin yang melihat itu hanya menggeleng"Hati hati mba Nit, nanti keselek".
"Jam istirahat tinggal dikit bu".Tukasnya.
Hingga sudah masuk jam kantor lewat 5 menit barulah Anita kembali ke tempat kerjanya sedikit tergesa gesa.
Huffffhhhh Huf hah ah huhhhh "Capek banget".Keluhnya duduk di kursi kerjanya sambil ngos ngosan seperti dikejar orang gila.
"Dari mana aja kamu".Suara bariton yang tiba tiba muncul mengagetkan Anita.
"Ehh pak Kenan, maaf pak saya telat 5 menit doang kok".Ucapnya sedikit melempar candaa.
"Apa jadwal saya sekarang".Tanyanya datar.
"Ohh sebentar pak saya lihat".Sedikit gelagapan membuka jadwal kegiatan Kenan "Hari ini tidak ada rapat ataupun janji temu, hanya mengecek laporan yang sudah saya taruh di atas meja bapak".Jelasnya.
"Baik".Kenan kembali masuk ke ruangan.
Hufhhhhhhg.Anita membuang nafas kasar "Selamat".Ucapnya mengusap dadanya.
"Eeh pria kutub itu sudah pulang gak ya".Gumamnya
Sedetik kemudian "Aduh Anita apaan sih kok mikirin pria gak jelas itu".Lanjutnya sedikit menggeleng.
.
.
__ADS_1
.
To be continue