
***
Saat lampu merah sudah berubah menjadi hijau taxi yang ditumpangi Anita langsung menuju toko Az Zahra
Selama perjalanan Anita masih terus memikirkan lelaki yang barusan ia lihat, tak dipungkiri ia tak dapat membohongi hatinya yang kini masih merindukan sosok itu.
...*Sejak kamu pergi, aku hampir lupa caranya untuk membuka hati kembali.Tanpamu, aku merasa sepi. Mungkin ini terlihat kekanak kanakan, tapi begitulah adanya. Kamu yang dulunya menjadi tujuanku untuk menggap*ai sesuatu.Sekarang, kamu sudah tak ada lagi. Sekarang, aku hanya berkawan dengan luka dan kesunyian ....
"Sudah sampai mba".Ucap supir taxi membuyarkan lamunan Anita.
"Ohh iya...Ini pak".Ucapnya tersentak lalu menyerahkan uang.
Anita tersenyum melihat toko yang sudah satu tahun ia tinggalkan sangat ramai pengunjung, terlihat di sana Arumi dengan pegawai lainnya sedang sibuk melayani, Anita juga melihat sudah ada beberapa pegawai baru di sana.
"Kak Anitaaaa".Teriak Mia yang kebetulan keluar melihat Anita berdiri di depan toko".
"Mia".Balasnya tersenyum merentangkan tangannya.
"Kak Anita kapan datangnya".Ucap mia berhambur kedekapan Anita.
"Baru kemarin".Balasnya.
"Mia kangen banget sama kk Anita".Masih memeluk Anita.
"Kak Nita juga kangen banget sama kalian".Ucap Anita.
"Sudah banyak pegawai baru ya".Tanya Anita melepas pelukannya dengan Mia.
"Iya kak, karena kita sudah mulai kewalahan makanya kak Arumi merekrut pegawai baru".Jelas Mia.
"Yaudah masuk yuk kak".Ajak Mia lagi.
"Ayoo".
Melewati para pengunjung yang sedang sibuk berbelanja, sesekali Anita melemparkan senyuman manisnya kini ia menuju pada posisi Arumi yang sedang bertugas di kasir.
"Sibuk amat bu".Ucap Anita mengagetkan Arumi yang tak menyadari kedatangannya.
"Nit kamu ngagetin aku tau...Kamu kapan datangnya".Ucap Arumi tersentak.
"Barusan kok".
"Ramai ya Rum...Oh iya berapa pegawai baru di sini".Tanya Anita.
"Ada lima orang...Sedangkan di toko cabang masing masing ada tiga pegawai".Jelas Arumi
Anita hanya mangguk mangguk.
"Ehh Rum itu pegawai baru siapa namanya".Tanya Anita menunjuk salah satu pegawai laki laki.
"Oh itu..Itu namanya Romi.. Kenapa??".
"Dari tadi aku perhatiin kayaknya dia sering curi curi pandang ke kamu deh".Ucap Anita ngaco sambil menatap Romi.
__ADS_1
"Ah masa sih, mungkin kebetulan aja".Balas Arumi menggeleng.
"Tapi yang aku lihat kayaknya dia ada rasa deh sama kamu".Kata Anita menebak.
"Enggak Anita".Balas Arumi mengelak.
"Tapi yang aku lihat begitu looo".Kata Anita lagi.
"Tau ahh terserah kamu, aku mau lanjut ini dulu".Tak mau ambil pusing dengan apa yang dikatakan Anita memilih melanjutkan pekerjaannya melayani pembeli di kasir.
"Cie cieee".Ejek Anita tapi tak di respon oleh Arumi.
"Rum aku pulang duluan ya..Mau istirahat".Timpal Arumi.
"Yaudah, kamu tau kan kunci rumah di mana".
"Iya aku tau...Aku pulang ya daaaaa"Pamit Anita berlalu bergitu saja meninggalkan Arumi yang tengah sibuk melayani pembeli yang mau melakukan pembayaran.
***
Di kantor Danil sedang berbincang dengan Doni mengenai pembangunan proyek yang sudah hampir selesai setelah melewati masalah yang cukul serius.
"Nil".Panggil Doni.
"Hmmmm".Dibalas deheman oleh Danil.
"Kok aku gak pernah lihat Jessi ke sini lagi?...Kalian berantem ya".Tanya Doni penasaran.
"Buat apa?".Tanganya lagi.
"Katanya ada pekerjaan dari papanya yang harus ia selesaikan".Jawab Danil lagi
"Kamu yakin hanya sekedar pekerjaan".Ucap Doni curiga.
"Maksud kamu?".Tanya Danil bingung.
"Ya...Kamu ingat kan di sana Jessica pernah berselingkuh dari kamu".Ucap Doni enteng tapi membuat Danil menoleh geram.
"Jessi tidak pernah selingkuh dia cuman dijebak".Geram Danil.
"Terus kamu percaya gitu".Ucap Doni lagi membuat Danil semakin naik pitam.
"Jaga omongan kamu Doni".Teriak Danil.
"Terserah yang penting aku sudah mengingatkan kamu bagaimana Jessi sebenarnya".Kata Doni kemudian memilih keluar dari ruangan bos sekaligus sahabatnya itu.
Doni memang sering menangkap basah Jessi sedang bersama lelaki lain dan ia sering mengingatkan Danil akan kelakuan Jessi di belakangnya tapi karena sudah dibutakan oleh cintanya kepada Jessi sehingga ia tak akan percaya sama sekali.
Danil yang ditinggal di ruangannya mengusap kasar wajahnya, ucapan yang selalu Doni katakan mengenai Jessi sedang terngiang ngiang di kepalanya tapi ia berusaha untuk segera menepisnya.
"Enggak mungkin Jessi menghianatiku".Kata Danil pada dirinya sendiri.
Karena perasaannya sedang gusar Danil memilih menghubungi kekasihnya yang ada di Negara K.
__ADS_1
***
Anita yang sedang berada di rumah Arumi hanya menonton televisi untuk mengurangi rasa bosannya.
Tring tring tring
Suara dering telepon Anita sedang berbunyi segera ia melihat siapa yang menghubunginya dan ternyata Karin
"Halo Nit".Ucap Karin dari seberang sana terdengar sedang ketakutan.
"Karin....Kamu kenapa,kamu baik baik aja kan".Tamanya Anita yang mendengar suara gemetar Karin.
"Aku baik baik aja, tapi..."
"Tapi apa, coba bicara yang jelas".
"Banyak costumer yang komplain dengan barang yang mereka beli dari toko kita".Jelas Karin gemetar.
"Kok bisa".
"Aku juga gak tau...Tiba tiba aja ada ibu ibu datang marah marah".Ujarnya lagi.
"Terus ibu ibunya di mana sekarang".Tanya Anita.
"Udah pulang tapi katanya dia minta ganti rugi".Kata Karin lagi.
"Yaudah kamu tenang ya....Aku akan percepat kepulanganku".Ucap Anita menenagkan.
"Kamu lanjut jualan aja".Lanjutnya
"Tapiii...."
"Tapi apa".Tanya Anita.
"Setelah kejadian itu pengunjung jadi sepi".Ucap Karin lirih.
"Yaudah gak papa, kamu istirahat aja aku akan segera pulang".Kata Anita lagi kemudian memutuskan sambungan teleponnya.
Kenapa lagi ini, siapa yang berniat ingin menghancurkan reputasi toko padahal baru beberapa bulan dibuka udah ada masalah. Gumam Anita berfikir.
.
.
.
.
.
"Dunia itu berpasangan ada yang menyukai kita tapi tak jarang juga orang yang sangat membenci kita".-St khadijah-.
Bersambung💚
__ADS_1