
TETAP JAGA KESEHATAN YA DENGAN MENGIKUTI ATURAN PROTOKOL KESEHATAN
SELAMAT MEMBACA
***
Tiba di mall xx, Anita segera memarkirkan mobilnya di tempat khusus parkir mobil.
Tut tut tuuuuuuuut.
Anita menghubungi seseorang. "Halo aku udah sampai nih...Kalian di mana".Tanya Anita.
"Kita di lantai tiga lagi pesan tiket...Kamu langsung naik aja kita tunggu".Ucap wanita dari seberang yang tak lain adalah Anisa.
"Oh yaudah aku ke sana".
Tut....
Tinggg...Anita memilih naik pakai lift daripda ekskalator agar lebih cepat pikirnya.
Segera ia masuk sebelum pintu lift kembali tertutup, tetapi saat ia masuk nampak seorang pria yang hendak menahan pintu lift dan ikut masuk bersama Anita. Pria tampan dengan kacamata hitamnya memakai pakaian casual sangat gagah terlihat.
Suasana canggung memenuhi isi lift yang masih terus bergerap.
Hingga beberapa saat kemudian lift berhenti tepat di lantai tiga dan entah itu disengaja atau hanya kebetulan saja pria tadi juga ikut keluar.
Anita sempat menoleh menatap wajah datar pria itu tapi ia tak mau ambil pusing segera ia menghampiri teman temannya yang sudah menunggunya di tempat pembelian tiket.
"Pria aneh".Batin Anita
Suasana mall yang sangat ramai membuat Anita sedikit kewalahan menemukan temannya apalagi di area pembelian tiket antrian sangat panjang.
Tetapi tak lama kemudian Anita melihat orang yang mirip dengan Rendi, semakin jelas ia melanglah mendekat dan benar saja itu Rendi dan lainnya.
"Guysssss".Teriaknya sedikit berlari kecil.
Tak hanya mereka tetapi semua pengunjung yang sedang mengantri menoleh menatap Anita sehingga membuatnya jadi salah tingkah.
"Apaan sih teriak teriak diliatin orang tau".Bisik Ayu.
"Hehehehe, aku kelepasan".Ucapnya menyengir.
"Yaudah yuk, filmnya udah mau mulai".Ajak Rendi.
"Yuk".
Mereka berenam memasuki bioskop yang sudah lumayan ramai, film yang mereka pilih adalah film genre horor.
Semuanya duduk sesuai nomor kursi masing masing hingga beberapa saat kemudian hiduplah layar lebar yang ada di depan mereka.
Suara khas film horor mulai menggema diseisi ruangan, sesekali suara jeritan ketakutan dari orang orang dan itu berlaku pada Anita dan kawan kawan.
Hingga sampailah pada titik akhir film, layar bioskop sudah mati. Anita dan gengnya juga ikut keluar bersama dengan pengunjung lainnya.
Hufffffhhhhh."Parah serem banget tau gak".Seru Ayu.
"Biasa aja tuu".Cuek Rendi.
__ADS_1
"Serius? emang siapa tadi yang teriak teriak di samping gue".Selidik Anisa.
Hahahhahahahhaa...Rendi yang diserang seperti itu menjadi salah tingkah menggaruk tengkuk yang tak gatal.
"Yaudah yuk kita makan dulu".Ajak Anita.
"Yuk".
Hingga sampailah mereka di salah satu Restoran yang ada di mall itu, tanpa pikir panjang mereka langsung memesan makanan.
"Habis ini kita mau ke mana".Tanya Anisa.
"Aku pulang duluan yah nanti".Ucap Anita.
"Yaaaaahhhhh".Timpal mereka serempak.
"Enggak asyik looo Nit...Kok pulang sih".Kata Ayu.
"Besok pagi pagi banget gue ada meeting di luar kantor dengan pak Kenan".Jelas Anita.
Tak lama kemudian datanglah pelayan membawa nampan berisi pesanan mereka.
"Selamat menikmati".
"Terima kasih".
"Yaudah deh kalau gitu kita langsung pulang aja".Timpal Rendi di sela sela makan mereka.
"Lohh kok pulang sih kalian lanjut aja jalan jalannya".Balas Anita.
"Iya betul tuu".Ucap lainnya mengiyakan.
"Yaudah terserah kalian aja".Kata Anita.
Seketika hening kembali menikmati makanan yang memenuhi meja mereka.
23:30
Anita yang naik mobil sendiri harus berpisah di parkiran dengan teman temannya.
"Aku duluan yah...Daaa"
Pip pip....
"Daaaa".
Sedangkan yang lainnya juga ikut masuk ke mobil Rendi karena mereka semua satu mobil.
Hingga beberapa menit kemudian sampailah Anita di kediamannya, ia langsung memarkirkan mobilnya ke garasi mobil lalu masuk ke rumah menuju kamar kesayangannya.
Hufffffffffgh. "Sungguh melelahkan".Gumamnya merebahkan diri di atas kasur.
Tak berselang lama Anita langsung terlelap tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.
######################
Di tempat Danil masih bersama Doni melakukan penyelidikan pada istrinya Jessi, semakin hari Danil semakin penasaran tentang kegiatan istrinya diluar.
__ADS_1
Informasi terakhir yang ia dapat dari sahabatnya, Jessica beberapa waktu lalu pernah menginap di salah satu hotel ternama di Jakarta.
"Apa yang dilakukan Jessi di hotel, kenapa ia tak pulang ke rumah, kenapa ia susah sekali dihubungi.
Dan dengan siapa ia di sana". Pertanyaan pertanyaan itu selalu terngiang ngiang di kepala Danil.
"AAAAAGHHHHHHHHHHH". Teriak Danil menyeret semua benda benda yang ada di atas meja kerjanya.
"Kenapa....Kenapa kamu seperti ini Jesss".Tanya Danil prustasiiiii.
"Kurang apa aku selama ini....Kenapa kamu seakan menghindar dariku".Pekiknya.
Dengan penampilan yang acak acakan Danil keluar dari ruang kerjanya menuju kamarnya.
Sudah cukup ia mengeluarkan tenaga untuk hari ini dia harus istirahat yang cukup untuk besok.
Tetapi sebelum merebahkan diri, Danil menyempatkan menghubungi seseorang.
Tut tut tuuuttttt
"Haloo Don....Besok kita langsung ke sana gue udah gak bisa menunggu lama lagi".Ucapnya
Tut
Sedangkan di tempat Doni merasa terganggu dan juga kesal dengan kelakuan sahabatnya yang tiba tiba menelpon dan lebih parahnya tanpa mendengar jawaban darinya Danil langsung mematikannya.
"Sialaaannnn lo Nil".Maki Doni menatap layar hpnya.
Malam semakin larut sebagian penghuni bumi sudah terlelap dalam buaian mimpi indahnya termasuk Anita yang berada di Negara K.
.
.
.
"Tidur kemudian bermimpilah tetapi jangan lupa terbangun untuk mewujudkan mimpi itu".
ST KHADIJAH
SAMPAI KETEMU DI EPISODE SELANJUTNYA
**JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR DENGAN TEKAN TOMBOL LIKE DAN VOTE
DAN TETAP JAGA KESEHATAN YA DENGAN MEMATUHI ATURAN PROTOKOL KESEHATAN
MEMAKAI MASKER
MENCUCI TANGAN
MENJAGA JARAK
SALAM SEHAT DARI AUTHOR
Terima kasih💚
ASSALAMUALAIKUMWARAHMATULLAHIWABARAKATUHU**
__ADS_1