Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#147 Momen Indah 2


__ADS_3

HALO GUYS, MAAF YA KALAU MASIH BANYAK TYPO


AUTHOR MASIH DALAM TAHAP BELAJAR JADI KRITIK DAN SARAN KALIAN SANGAT DIBUTUHKAN DI SINI.


TETAP SUPORT CERITA KHA HINGGA AKHIR YA GUYS


@ijhaaa14


HAPPY READINGšŸ„°ā¤


//*


Mentari pagi nampak begitu indah dari ufuk timur dengan sangat sempurna berkat penciptanya.


Arumi dengan rasa tak sabarannya, begitu riang berjalan menuju pesawat yang hendak lepas landas, segera mereka mencari kursi sesuai dengan yang tertera di nomer tiketnya.


Terdengar suara pramugari menginstruksikan agar alat pengaman segera dipasangkan ke tubuh penumpang.


Hingga tak berselang lama, pesawat yang membawa mereka kini terbang tinggi menembus awan putih yang pekat.


BANDARA SOEKARNO HATTA


"Tak banyak yang berubah".Gumam Arumi seraya mengedarkan pandangannya setelah berhasil turun dari pesawat.


Sepasang kekasih halal sedang berjalan beriringan menuju tempat penitipan barang untuk mengambil barang bawaan mereka.


"Mas, habis ini kita cari makan dulu yuk".Ajak Arumi setelah berhasil mengambil barang mereka langsung mendapat anggukan dari sang suami.


Jam 08:45, barulah mereka tiba di tanah air Indonesia dengan keadaan sehat wal afiat.


Setelah meninggalkan bandara, Dito mengajak istrinya ke sebuah rumah makan tak jauh dari bandara untuk sarapan meski sebenarnya waktu sarapan sudah sedikit lewat.


Di tempat Anita,


Sebagai CEO baru di sebuah perusahaan yang baru saja diresmikan beberapa jam yang lalu, membuatnya memiliki kesibukan baru.


Setelah mengantarkan kedua putra putrinya ke sekolah, Anita dan Danil langsung ke kantor masing masing.Mengingat perusahaan mereka saling berdekatan bahkan cuman memerlukan beberapa menit berjalan kaki, kita bisa tiba di sana.


Jam kantor sudah di mulai satu jam lalu, kini Anita di sibukkan dengan beberapa dokumen di depannya untuk persiapan meeting dengan beberapa calon kliennya. Tak lupa Danil akan hadir di meeting pertama istrinya setelah menjabat sebagai CEO perusahaan.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu berasal dari luar ruangan Anita.


"Masuk".Pinta sang empunya ruangan.


Clek..


"Permisi bu".Sapa Ainun sopan


"Iya Nun, ada apa?".Tanya Anita.


"Saya cuman mau mengingatkan, 30 menit lagi meeting akan segera di mulai".Kata Ainun.


"Oh iya, makasih yah sudah mengingatkan".Balas Anita ramah.


"Kalau begitu saya permisi bu".


"Iya".


Selepas kepergian Ainun, Anita kembali fokus kepada beberapa dokumen para calon kliennya yang akan mengajukan kontrak kerja sama. Cukup baru dalam dunia perusahaan, membuat Anita harus lebih berhati hati dan banyak belajar dari suaminya yang kini sangat di segani dalam dunia bisnis.


Di sisi lain,Danil yang telah mengetahui akan kepulangan sahabat istrinya hari ini, tak berniat memberitahu Anita. Biarlah Anita akan tahu sendiri ketika sahabatnya sudah ada di depan mata kepalanya pikir Danil.

__ADS_1


Tutttt.... Tuttttt.....


Suara deringan telepon berhasil mengalihkan fokus Anita.


My husbandā¤


Melihat suaminya yang menelpon, tanpa pikir panjang,Anita menjawabnya.


"Ya, halo mas".


"Halo sayang".


"Lagi di mana?".Tanya Anita langsung.


"Di loby kantor kamu nih".Kata Danil.


"Yasudah, aku jemput yah".Anita


"Enggak usah sayang".Danil.


"Udah gak papa, tunggu yah aku mau ke bawah".Anita.


Clek......


Pintu ruangan Anita seketika terbuka


"Mau ngapain ke bawah sayang".Ucap Danil tiba tiba muncul dari balik pintu.


Terkejut melihat suaminya yang baru saja mengatakan masih di loby kini berdiri di depan matanya.


"Mas".Tegurnya Anita seraya berdiri.


"Hai sayang".Danil menghampiri langsung mengecup kening istrinya.


"Katanya masih di loby".Ujar Anita cemberut


"Surprise apaan coba".Celetuk Anita masih dalam mode cemberut.


"Entarlah kamu lihat sendiri".


"Apa?".Tanya Anita penasaran


"Enggak papa sayang".


Ting...


Suara pesan masuk dari ponsel Anita, ternyata pesan dari Ainun mengabari bahwa para kliennya sudah tiba di ruangan menunggu kedatangan mereka.


Saat bersiap meninggalkan ruangan, terlihat Anita mengatur nafasnya se stabil mungkin. Danil yang melihat kegugupan istrinya berusaha menenangkan "Kamu gak perlu khawatir, semua akan baik baik saja okey".Ucap Danil menyemangati.


Tak bisa dipungkiri, menghadapi para klien besar untuk pertama kalinya tentu membuatnya sedikit gugup.


Merasakan genggaman hangat dari suaminya seakan mendapat energi baru membuatnya kambali yakin dengan dirinya "Sudah siap sayang?".Tanya Danil memastikan.


Dengan yakin, Anita mengangguk "Iya mas, selagi ada kamu di samping aku".


Kedua pasangan itu, berjalan beriringan menuju ruang meeting.


RUANG MEETING


Semua yang hadir, serentak berdiri setelah Danil dan Anita memasuki ruangan. Hingga mereka kembali duduk setelah keduanya menempati kursi kosong khusus untuk mereka.


Ainun sebagai moderator meeting kali ini segera membuka acara kemudian mempersilahkan Anita untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu.

__ADS_1


"Silahkan bu".Pinta Ainun.


Dengan penuh keyakinan, Anita berdiri seraya menatap datar satu per satu para tamu yang hadir "Baik, langsung saja perkenalkan nama saya Anita Az Zahrah selaku Direkrut Utama THE ZHAR SHOW. Saya harap atas kerja sama kalian semua agar perusahaan yang masih sangat baru ini bisa berkembang sesuai keinginan, terima kasih".


Setelah perkenalan singkat dari sang CEO baru, kini Danil yang mengambil alih jalannya meeting. Sebagai perwakilan dari Anita, Danil berhak menerima maupun menolak beberapa di antara mereka yang telah mengajukan kontrak kerja sama dengan perusahaan Anita.


Meeting berjalan dalam waktu kurang lebih 3 jam, satu persatu para klien meninggalkan tempat. Kini tinggal Danil dan Anita yang berada di ruangan itu.


//*


Setelah mengistirahatkan tubuh sejenak di hotel, kini Arumi dan Dito berencana ingin langsung menemui sahabatnya.


Sebenarnya Arumi ingin langsung menemui sahabatnya tanpa istirahat terlebih dahulu, namun tiba tiba ia mendapat kabar dari Doni bahwa Anita sedang meeting.


Setelah kembali mendapat kabar bahwa meeting Anita sudah selesai beberapa menit yang lalu, tanpa pikir panjang Arumi langsung mengajak suaminya menuju tempat Anita.


Beberapa menit kemudian, berhubung jam makan siang belum tiba membuat jalan sedikit legang sehingga mereka bisa tiba dengan cepat.


Kedua pasangan itu, segera menuju ke meja receptionis.


"Selamat siang tuan,nyonya".Sapa petugas receptionis ramah.


"Siang".


"Ada yang bisa kami bantu".


"Mba, saya ingin bertemu dengan CEO perusahaan ini".Kata Arumi langsung


"Apakah nyonya sudah buat janji".Tanya petugas ramah.


"Belum mba, tapi saya sahabatnya yang sudah lama tak pernah bertemu jadi sekarang saya mau kasih surprise buat sahabat saya".Jelas Arumi tentu tidak begitu mudah membuat petugas mempercayainya.


"Maaf ya nyonya, sebaiknya buat janji dulu baru bisa bertemu dengan Ibu Direktur".Ujar Petugas receptionis.


Seharusnya Arumi tak bisa melupakan posisi sahabatnya kini telah menjadi seorang direktur yang tak bisa ditemui sebelum membuat janji.


"Coba kamu telepon Doni sayang, siapa tahu dia bisa bantu".Usul Dito


Arumi mencoba menghubungi Doni setelah mendapat usulan dari suaminya dan segera menceritakan hal yang terjadi.


Setelah menutup teleponnya, tak berselang lama petugas receptionis kembali memanggilnya.


"Tuan nyonya".Panggil petugas.


Dengan wajah yang bahagia, Keduanya menghampiri.


"Maaf ya sebelumnya, kalian bisa langsung naik ke lantai 37 melalui jalur khusus itu, di sana Manager Ibu Ainun sudah menanti kalian".Pinta Petugas Receptionis seraya menunjuk jalur khusus Direktur ataupun para tamu terhormat.


"Terima kasih ya mba".Ucap Arumi sebelum meninggalkan tempat.


Tanpa pikir panjang keduanya langsung menuju lift khusus untuk ke ruangan Direktur.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Maaf jika masih banyak typo ya guys


To be continueā¤šŸ„°


__ADS_2