Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#150 Babak baru 2


__ADS_3

HAI GUYS MAAF YA KALAU MASIH BANYAK TYPO.


YUK MUTUALAN DENGAN AUTHOR DI INSTAGRAM@IJHAAA14.


HAPPY READINGšŸ„°ā¤


......"Tak perlu menjadi orang lain untuk tampak mengagumkan"......


//*


13 TAHUN KEMUDIAN


Andrian Edmund Wijaya tumbuh menjadi seorang pria yang tampan dan cerdas. Di umur yang ke sembilan belas ia dapat menyelesaikan studi starata satunya di Universitas ternama yang ada di Jakarta dengan predikat cumlaude.


Sedangkan Geandra masih dalam proses berusaha mengejar target untuk segera menyelesaikan kuliahnya tepat waktu di Universitas yang sama tak mau kalah dengan abangnya.


Mengapa kedua anak Danil tak melanjutkan pendidikan di Luar Negeri meski sempat mendapat tawaran dari sang ayah, alasannya karena keinginan keduanya tak mau jauh dari orang tuanya.


"Abang adek ayo sarapan dulu nak".Panggil Anita dari bawah.


Tak berselang lama muncullah keduanya beriringan menuruni anak tangga. Geandra yang selalu tampil anggun dengan setelan kampusnya sedangkan Andrian tak kalah beribawa dengan setelan kantornya.


"Pagi ayah bunda".Sapa keduanya serempak mengambil tempat duduk masing masing.


"Pagi sayang".Anita


"Pagi".Danil.


Seperti biasa, Anita melayani anak dan suaminya terlebih dahulu dengan telaten.


"Selamat makan".Ujar Anita setelah mengisi piringnya sendiri dibalas anggukan dari ketiganya.


Mereka menikmati sarapan buatan sang ibunda seperti hari hari sebelumnya.


Namun pagi ini dengan pagi sebelumnya berbeda bagi Andrian, pasalnya hari ini adalah perdana ia akan masuk kantor setelah menyelesaikan studi strata satunya.


"Bagaimana bang, udah siap masuk kantor?".Tanya Anita di sela sela makan mereka.


"Doain yah bunda".


"Bunda selalu doain yang terbaik buat anak anak bunda".


Hingga mereka menyelesaikan sarapan kemudian bersiap untuk memulai aktifitas masing masing.


"Adek mau bawa mobil sendiri ya ayah".Ucap Geandra setelah semuanya hendak keluar.


"Yakin mau nyetir sendiri?".Tanya Anita memastikan.


Geandra mengangguk penuh harap.


"Enggak, biar abang yang antar adek ayah".Kata Andrian cepat.


Seketika raut wajah Gea berubah "Enggak mau abang, adek mau nyetir sendiri". Titah Gea seraya menghentakkan kakinya.


"Ayah boleh yah".Lanjutnya menghampiri sang ayah berharap mendapat pembelaan.


"Jangan ayah, adek kalau nyetir suka ngebut biar abang yang antar, ayo dek".Tegas Andrian meraih tangan adeknya.


"Ayah bunda kita duluan yah sampai ketemu nanti".Lanjut Andrian segera menuntun paksa sang adik masuk ke mobilnya.


"Hati hati ya sayang".Kata Anita


"Iya bunda".Balas Andrian sedikit berteriak.


Selepas kepergian kedua anaknya, Danil dan Anita tak ingin ambil pusing langsung masuk ke dalam mobil hendak menuju kantor.


GEANDRA DAN ANDRIAN.

__ADS_1


Fokus membelah jalan yang mulai padat dengan kendaraan, sesekali Andrian melirik adiknya yang sedari tadi memilih diam.


"Adek masih marah ya sama abang".Tanya Andrian.


Geandra masih betah menutup mulutnya mengalihkan pandangan ke lain arah.


"Adek".Panggil Andrian lagi.


"Yaudah deh abang minta maaf".


Geandra menoleh sejenak namun tak sampai 1 menit.


"Abang kan enggak mau adek kenapa napa, abang tau loh dek kemarin adek hampir nabrak mobil orang kan".Tutur Andrian membuat adiknya menoleh penuh ke arahnya.


"Abang tau?".Tanya Geandra serius.


Andrian mengangguk pasti "Tau lah".


"Ayah bunda tau?".Tanya lagi


Kini Andrian menggeleng.


"Hufffft, syukurlah".Geandran membuang nafas lega memandang ke depan jalan.


"Paling sebentar lagi mereka akan tau".Kata Andrian enteng membuat Geandra kembali menatapnya.


"Ayolah bang, jangan di kasih tau lah".Melas Geandra.


Tanpa sadar,mobil Andrian telah memasuki kawasan Universitas dan berhenti tepat di depan fakultas tekhnik.


"Asal Adek tidak macam macam okey".Balas Andrian dari permintaan adiknya setelah mematikan mesin mobilnya.


"Enggak akan abang, adek kan anak baik".


Tangan Andrian terangkat mengelus pelan pucuk kepala adiknya.


"Abang juga ya, semangat buat hari pertamanya".


Setelah memastikan adiknya baik baik saja menuju fakultasnya, Andrian segera memutar arah menuju kantor ayahnya karena waktunya tak banyak lagi.


"Masa hari pertama harus telat, kan gak mungkin".Gumam Andrian di tengah perjalannya sedikit menambah kecepatan mobilnya.


KANTOR ANITA


Tok tok tok


"Masuk".Teriak Anita dari dalam.


Muncullah Arumi dengan beberapa dokumen di tangannya.


Arumi? Ya, Arumi telah bergabung di kantor Anita dari beberapa tahun lalu sebagai tangan kanannya yang akan ikut ke manapun Anita pergi ketika berkaitan dengan kerjaan. Ainun bagaimana? Tugas Ainun menghandle kantor ketika Direktur sedang keluar jadi tugas Arumi bagian luar sedangkan Ainun bagian dalam jadi posisi mereka sama. Semoga sampai di sini kalian paham yaa.


Back to story


"Rum, ayo duduk".Kata Anita mempersilahkan.


"Terima kasih".Balas Arumi seraya duduk di depan meja kebesaran Anita


"Ada apa?".Tanya Anita .


Arumi menyerahkan dokumen yang di bawahnya "Dokumen kerja sama proyek yang di Sukabumi".Kata Anita.


Kening Anita berkerut meraih dokumen dari tangan Arumi "Bukannya kita sudah sepakat buat batalin, pihak sana juga sudah setuju".


"Terus kenapa sekarang balik lagi".Tanya Anita.


"Katanya pihak mereka menolak pembatalan itu makanya kita di undang ke sana".Jelas Arumi

__ADS_1


"Jelas jelas, di sini kita hanya mendapat kerugiaan kenapa harus di lanjutkan".


"Tolak saja permintaan mereka, saya tidak takut".Ucap Anita mulai emosi.


"Baiklah, nanti aku coba konfirmasi ke pihak mereka".


Arumi kembali meninggalkan ruangan Anita.


Setelah kepergian Arumi, tiba tiba Anita merasakan pusing.


"Kok tiba tiba pusing yah".Gumamnya seraya memijat pelan keningnya.


Berjalan beberapa menit, pusingnya belum juga hilang, Anita memilih istirahat sejenak di kamar yang ada di dalam ruangannya.


"Kalau ada yang mau ke ruangan saya, jangan di kasih yah, saya mau istirahat sebentar".Tulis Anita mengirim pesan ke Ainun.


Setelah memastikan pesannya di baca oleh Ainun, Anita segera merebahkan tubuhnya karena kepalanya semakin pusing.


"Paling habis tidur sebentar juga pusingnya hilang".Gumamnya sebelum benar benar terlelap dalam mimpinya.


Di depan ruangan Direktur...


Ainun yang mendapat pesan dari atasannya sempat terkejut. "Enggak biasanya, Bu Anita gak mau di ganggu hanya karena mau istirahat".Gumam Ainun.


Setaunya, Anita adalah orang yang sangat disiplin, jika masih jam kerja berarti harus kerja karena istirahat juga ada waktunya itulah yang diterapkan pada semua karyawannya.


"Semoga gak kenapa napa deh".Gumam Ainun lagi sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya.


//*


KANTOR DANIL


Hari pertama kerja sebagai ketua HRD di kantor ayahnya, Andrian melaksanakan tugas pertama dari Doni dengan sangat teliti.


Tak


Tak


Tak


Suara hentakan sepatu yang semakin tertuju kepadanya.


Clek...


Pintu ruangan kepala HRD terbuka.


"Om!!".Seru Andrian melihat Doni memasuki ruangan barunya.


"Bagaimana, apa ada kendala?".Tanya Doni mengikuti arah pandang Andrian ke komputer


"Sejauh ini enggak ada sih om".Jawab Andrian.


"Baguslah cepat selesaikan setelah itu naik ke ruangan ayahmu buat makan siang".Pinta Doni


"Baik om".


Doni meninggalkan ruangan Andrian setelah memastikan anak itu tak butuh bantuannya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


TO BE CONTINUEā¤šŸ„°


__ADS_2